I Love You Bunny

I Love You Bunny
Bimbang



Pernyataan cinta dari Narendra tentu membuat Alisa bimbang, di satu sisi ia belum memiliki rasa apa pin pada Rendra, disisi lain ia juga ingin membuka hatinya untuk lelaki lain dan mengahapus bayangan Redi.


"lis, yang kemarin kesin itu siapa namanya" tanya mama alisa


"Rendra ma, kenapa?" tanya lisa


"kayaknya dia anaknya baik, sopan lagi"


"Maksud mama apa? " tanya lisa


"ya gak apa2, kan gak ada salahnya kamu membuka hati untuk dia, siapa tau dia lebih baik dari yang dulu kan" ucap sang mama sambil berlalu ke dapur.


Alisa tampak merenungi kata2 sang mama, ia tampak berfikir keras. Alisa memang melihat ketulusan di mata Rendra walaupun ia baru dua kali bertemu, ia juga merasakan bahwa Rendra pria yang penuh dengan kasih sayang, dan Rendra juga sangat bertanggung jawab pada keluarganya.


" mungkin gak ada salahnya aku coba buka hati untuknya," batin alisa.


Tak terasa siang berganti malam, Alisa merasa gugup saat ia akan bertemu Rendra, apa lagi setelah Rendra menyatakan cintanya.


Sementara itu Rendra merasa sangat lega karena telah mengungkapkan isi hatinya pada alisa, kini ia tengah bersiap untuk menemui alisa.


"Bismillah, apa pun jawabanya nanti, semoga itu yang terbaik untuku" ucapnya sebelum berangkat kerumah Alisa.


Sementara Alisa terlihat mondar mandir di kamarnya, ia terlihat sangat gelisah, sesekali ia melirik jam di dinding kamarnya, sebentar lagi pasti Rendra sampai batinya.


Setelah beberapa waktu menempuh perjalanan akhirnya Rendra sampai di rumah alisa, Rendra sangat gugup walau pun ia berusaha untuk tetap tenang.


"kok deg2 kan gini ya rasanya" ucap lisa sambil bangkit dari duduknya.


Alisa pun membukakan pintu untuk Rendra, ia pun tersenyum padanya.


"ya ampun, senyumnya bikin hati deg2 kan" ucap Rendra dalam hati.


"ayo masuk, kok malah diem aja" ucapa lisa


Mereka pun duduk dalam diam, mereka sibuk dengan pikaran masing2, sementara Alisa bingung harus mulai dari mana.


"Alisa, gimana? apa sudah ada jawabanya? " tanya rendra.


"Apa ini gak terlalu cepat ya ren, sedangkan kita juga baru kenal, kamu juga belum tau sifat ku gimana"


"Seiring berjalanya waktu pasti kita bisa saling mengerti satu sama lain, bisa mengerti sifat masing2"


"Tapi Ren, sejujurnya aku belum bisa melupakan masalalu ku, aku juga belum bisa sepenuhnya mengobati luka di hati ku, aku gak ingin nantinya aku hanya menjadikan mu pelampiasan aja".


Rendra mengerti kegelisahan hati Alisa, ia pun menggengam tangan alisa mencoba meyakinkan perasaanya.


"Kamu jangan khawatir, aku yang akan berusaha mengobati luka di hati kamu, aku yakin seiring berjalanya waktu kamu pasti bisa benar2 menerima ku di hati mu, kita akan sama2 belajar


Alisa tersenyum mendengar kata2 Rendra, Rendra terlihat sangat tulus mengucapkanya. Ada ketenangan di hatinya ketika Rendra di dekatnya.


"Baiklah Ren, kita akan mencoba menjalaninya bersama2, aku akan membuka hati ku untukmu" ucap lisa yakin


Rendra yang mendengarnya langsung tersenyum bahagia ia tak menyangka Alisa akan menerimanya.


"jadi sekarang kita jadian" tanya Rendra sambil tersenyum.


Alisa hanya tersenyum sambil mengangguk malu.


"tapi Ren, aku hanya ingin menjalin hubungan yang serius, bukan hanya untuk main2" ucap Alisa


"Aku juga serius sama kamu, nanti kalau kamu sudah benar2 bisa menerima ku, aku akan langsung melamar mu" jawab Rendra yakin.


Alisa hanya tersenyum, tak terasa wajahnya memerah karna malu mendengar ucapan Rendra.


Sungguh malam ini adalah malam yang bahagia untuk mereka berdua