I Love You Bunny

I Love You Bunny
Pengganggu



Sudah beberapa hari ini Rendra tidak menemui Alisa karena kesibukanya. Malam ini ia berniat menemui Alisa, ia sudah sangat merindukanya.


Rendra sudah bersiap diatas motornya, tiba - tiba Andi datang memghampirinya.


" Mau kemana Ren?" tanya Andi


"Mau kerumah Alisa" jawab Rendra.


"Ikut dong gue, sepi ni"


"Ck, ngapain si ikut segala, lo kan udah mau nikah, mending lo kerumah tunangan lo aja" ucap Rendra ketus.


Rendra tak ingin Andi ikut denganya dan menggangunya.


"Ah lo Ren, gitu amat ma gue".


"Bodok amat!!" ucap Rendra sambil melajukan motornya.


Alisa kini tengah bersiap menunggu Rendra datang, hatinya juga tak kalah bahagia, sudah beberapa hari ini Rendra tak datang menemuinya.


Senyum Alisa tak pernah lepas dari bibirnya.


"Seneng banget kayaknya, sampe senyum-senyum sendiri gitu" ucap mama Alisa saat masuk kekamarnya.


"Mama ini kayak gak pernah muda deh".


Mama Alisa tersenyum dan berkata "Kayaknya kamu udah cinta beneran ya Al sama Rendra?".


"Belum terlalu sih, tapi udah lumayan lah".


"Ck, jangan pernah menyakiti hati laki-laki Al, nati di pelet lo" ucap sang mama sambil terkekeh.


"Apaan sih ma, hari gini main pelet- peletan, mana ada ma"


" Ngeyel dibilangin, Rendra tuh anaknya baik Al, jangan sampe bikin dia kecewa"


"Ya ma, Alisa ngerti".


"Kalau sampe kamu gak jadi sama Rendra mama jodohin" ancam sang mama.


"Ih mama, gak mau ah, kayak jaman old aja" ucap Alisa sambil tertawa.


"Makanya pacaran jangan untuk main-main"


"Alisa serius ma, gak main-main"


Saat Alisa masih asik mengobrol terdengar suara sepeda motor yang berhenti di depan rumahnya.


Tiinn


"Nah tuh, sang pangeran datang, sana sambut" goda mama Al.


Alisa hanya tersenyum malu mendengar godaan mamanya.


"Assalamualaikum" ucap Rendra.


Alisa segera membukakan pintu untuk Rendra.


"Waalaikum salam" jawab Alisa dengan tersenyum.


Rendra mengulurkan tanganya pada Alisa, "Cium tangan donk" ucapnya.


Alisa hanya tersenyum dan mencium tangan Rendra.


"Nah gitu donk, kan belajar jadi isteri soleha" ucap Rendra sambil tersenyum.


"Ayo masuk, aku bikinin minum dulu ya". ucap Alisa sambil berlalu kedapur.


Rendra pun masuk dan duduk di ruang tamu, "Ya ampun, udah pacaran aja rasanya masih deg-degkan aja" batinya.


Alisa datang membawakan kopi dan cemilan untuk Rendra.


"Makasih sayang" ucap Rendra.


Alisa hanya tersenyum.


"Icipin donk, ini aku yang buat lo" ucap Alisa sambil menyodorkan puding susu yang ia buat.


"Emang bisa kamu buat kayak gini, paling juga mama yang buat" goda Rendra.


"Bisa donk, kalau gak percaya tanya aja sama mama".


"Iya, iya gitu aja langsung manyun".


Alisa yang melihat Rendra belum menyentuh puding itu pun bertanya,


"Kok gak di makan, gak doyan makan makanan buatanku" ucapnya kesal.


"Maunya di suapin" ucap Rendra sambil sambil membuka mulutnya.


Alisa yang mendengarnya tersenyum.


"Manja banget kayak bocah".


"Manja sama pacar sendiri mah gak di larang".


Alisa pun memyendokan makanan dan menyuapi Rendra.


"Enak gak" tanya Alisa


"Enak, pasti buatnya dengan penuh cinta"


Alisa tersenyum, Rendra memang bisa membuatnya selalu tersenyum.


Keduanya hanyut dalam kemesraan, pandangan mereka saling bertemu, ada perasaan sang berdesir di hati keduanya.


Saat Rendra ingin menyentuh pipi Alisa, tiba-tiba mama Alisa datang.


"Al, mama mau kerumah buk salma bentar ya"


Rendra dan Alisa sangat terkejut dan salah tingkah, Rendra pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ia ma" jawab Alisa


"Gak usah, deket kok rumahnya" ucap mama Alisa sambil berlalu pergi.


Alisa dan Rendra pun berpandangan, mereka pun akhirnya tertawa karena teringat tingkah konyolnya.


"Deg-degkan ya" tanya Alisa.


"Cuma kaget aja." jawab Rendra.


"Makanya cepet halalin dong " canda Alisa.


Rendra langsung terdiam mendengar candaan Alisa. Alisa yang melihat Rendra terdiam pun bertanya padanya.


"Kenapa, kok jadi diem?"


"Gak apa-apa" jawab Rendra datar.


"Aku salah ngomong ya?"


"Gak kok"


"Terus kenapa?" tanya Alisa kesal, karena sikap Rendra berubah.


"Gak apa-apa Al, aku cuma kaget aja denger kamu bilang gitu".


"Kaget kenapa? bukanya niat kita memang mau serius ya?"


"Ya Al, tapi nanti ya, kalau untuk waktu dekat ini kayaknya terlalu cepat."


Alisa merasa kecewa dengan jawaban Rendra.


"Apa memang sebenarnya kamu gak ada niat buat serius sama aku?" tanya Alisa, tak terasa air matanya pun menetes.


Rendra yang melihat Alisa menangis pun segera mengusap air matanya.


"Kenapa kamu nangis, maaf kalau aku salah."


Alisa hanya diam dan menunduk, air matanya terus menetes, entah mengapa Alisa merasa sangat sedih.


Rendra merasa bersalah karena membuat Alisa menangis, ada nyeri dihatinya ketika melihat Alisa menangis.


"Udah donk jangan nangis lagi, aku sedih liat kamu kayak gini" ucap Rendra sambil mengusap air matanya.


Rendra pun mendekap Alisa dalam pelukanya, membelai lembut rambut Alisa, berusaha memberi ketenangan untuknya.


Rendra merasa tak tahan melihat Alisa terus menangis,


"Aku tu gak pernah main- main sama kamu Al, kalau sudah waktunya nanti pasti aku akan melamar mu, tapi aku minta kamu sabar ya," ucap Rendra sambil memeluk Alisa.


Alisa hanya mengangguk.


"Udah donk, jangan nangis lagi" ucap Rendra sambil melepas pelukanya.


Alisa sudah lebih tenang, ia sudah tak menangis lagi.


"Sekarang senyum donk, jangan nangis lagi, jelek tau." goda Rendra.


Alisa pun tersenyum pada Rendra.


Rendra mengusap lembut pipi Alisa, sejenak pandangan mereka bertemu.


Rendra mendekatkan wajahnya ke wajah Alisa.


Alisa yang melihat wajah Rendra begitu dekat merasa berdebar-debar, Alisa pun menutup matanya. Rendra terus mendekatkan bibirnya ke bibir Alisa, dan ketika bibir Rendra sudah semakin dekat


Tringg tringg tringg


Suara ponsel Alisa membuat mereka terkesiap, Rendra segera tersadar dan menjauhkan wajahnya dari Alisa.


Rendra menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.


"Siapa Al, yang telvon" tanyaRendra.


"Andi" jawab Alisa.


Rendra mendengus dengan kasar.


"Gak usah di angkat Al, kesel aku sama dia" ucap Rendra.


"Pasti kesel karena dia gangguin kita kan".


Rendra hanya tersenyum, "Cuma pengen cium aja, ada aja gangguanya" batinya.


"Tau gak Ren, kemarin Andi telvon aku ngajak balikan, katanya dia rela ninggalin tunangnya kalau aku mau sama dia"


Rendra terkejut mendengarnya.


"Terus kamu mau?"


"Ya gak lah Ren, aku kan udah punya kamu" jawab Alisa sambil tersenyum.


"Oh"


"Kenapa, cemburu ya?"


"Gak juga" jawab Rendra singkat.


"Yakin?"


"Cowok mana yang gak cemburu, denger ceweknya di ajak balikan sama mantanya.


"Tapi kan hati ku cuma buat kamu Ren" ucap Alisa sambil tersenyum.


"Ya Al, aku percaya kok, kalau gitu aku pulang dulu ya, udah malem"


Alisa mengangguk, ketika Rendra berpamitan, Alisa mengantar Rendra sampai depan pintu.


"Hati-hati ya Ren" ucapnya.


Rendra hanya tersenyum dan melajukan motornya.