I Love You Bunny

I Love You Bunny
Gugup



Setelah berbicara dengan alisa, rendra merasa jantungnya berdetak tak beraturan, ia tak menyangka hanya untuk berbicara dengan alisa harus memiliki kekuatan yg tinggi, ya tentu saja kekuatan mengendalikan jantungnya.


Sebelah bibirnya terangkat membentuk senyuman ,


" akhirnya aku bisa juga ngomong sama lisa, tapi kenapa jadi deg2 kan gini ya ??". Ucap rendra.


Rendra nampak berfikir dengan keras, apa yang akan dia katakan di depan lisa nantinya." Apa langsung aku tembak aja ya,,??. gumam rendra.


Rendra mengusap wajahnya fengan kasar " aaghh,,!!!,


kenapa jadi gugup gini si,,??? kayak baru pertama kali liat perempuan aja,,,". ucap rendra frustasi.


Sementara lisa tersenyum samar mengingat obrolanya dengan rendra. Ia merasa bingung dengan sikap rendra, karna sejak pertemuan pertama sebulan yg lalu, rendra sama sekali tak pernah menghubunginya.


Tak terasa waktu berlalu, malam datang menyapa, malam ini adalah malam yang di janjikan rendra. Rendra tengah bersiap untuk menemui lisa.


" kok jadi dag dig dug gini ya, ya ampun tiba2 udara jadi panas gini si,,,,". Rendra nampak gugup, ia sangat gelisah.


" Tarik nafas,,hembuskan,,,tarik nafas,,,,hembuskan,,,!bissmillah ". Rendra nampak mencoba menghilangkan rasa gugupnya, ia pun berangkat menuju rumah lisa dengan motornya.


Sementara lisa tengah duduk di dalam kamaranya, ia nampak melihat jam yg ada di dinding kamarnya. Lisa nampak gelisah, entah apa yg dipirkikan gadis itu.


" Kok rasanya gelisah gini si ,, biasanya juga kalo ada lelaki yg dateng rasanya biasa aja,,,gk gugup juga,,,". ucap lisa.


Tak lama kemudian, lisa mendengar suara motor rendra telah sampai di depan rumahnya . Alisa pun bangkit dan berjalan membukakan pintu untuk rendra.


"assalamualaikum,,,". ucap rendra.


"waalaikum salam,,,". jawab lisa sambil tersenyum.


Alisa pun menyuruh rendra masuk, nampak rendra menjatuhkan bobot tubuhnya di kursi, lisa pun duduk di dekat rendra. Sejenak suasana menjadi canggung, ke dua insan yg tengah gugup itu bingung harus mulai obrolan dari mana.


" kamu dateng sendirian,,,??". tanya lisa berusaha menghilangkan kecanggunganya.


"emang kamu liat ada orang lain selain aku.." jawab rendra datar.


" ya gak si,, kirain kamu mau dateng sama andi".


" jadi kamu berharap andi ikut aku dateng,,,".


" lisa,,". panggil rendra.


lisa langsung menoleh.


"ya,,". jawab lisa singkat.


"kamu beneran gak punya pacar,,,??. tanya rendra tiba2.


"tau dari mana aku gk punya pacar,,,?? kayaknya aku gk pernah bilang ke kamu,". jawab lisa.


"andi yang bilang".


"ohh,, ya emang gak punya pacar, pacaran itu kadang melelahkan". jawab lisa.


" kok melelahkan,,??. tanya rendra.


"ya,, kadang harus kecewa,,kadang harus sakit hati,,sakit hati itu rasanya sangat melelahkan". jawab lisa santai.


"kayak udah pernah sakit hati aja". ucap rendra.


lisa hanya menoleh ke rendra dan tersenyum tipis.


"masa lalu kadang mengajarkan kita agar bisa bersikap lebih dewasa, pacaran tanpa kepastian hanya akan menambah resiko kita tersakiti,,,mending sekarang cari yang pasti2 aja, cari yang seriusan". jawab lisa sambil tersenyum.


"aku juga lagi nyari yang serius dan pasti". gumam rendra yang masih bisa di dengar alisa.


"apa,,??". tanya lisa.


"eh,,gak apa2,,". jawab rendra gugup.


Semakin lama Alisa dan rendra terlihat semakin akrab. Mereka mulai bisa menghilangkan kecanggungan dan mengobrol berbagai hal.


Tak terasa malam semakin larut, rendra pun berpamitan untuk pulang. Alisa nampak bahagia, ia merasa sekarang telah menemukan teman yang bisa menghilangkan rasa sepinya.


" ternyata rendra manis juga,". ucap lisa sambil tersenyum.


Alisa pun tertidur dengan hati yang bahagia.