
Rendra berasal dari keluarga sederhana, selama ini ia lah yang menjadi tulang punggung keluarganya. Keadaan ayahnya yang sudah tua membuat ayahnya tak bisa lagi mencari nafkah, hingga Rendra lah yang harus bertanggung jawab pada keluarganya.
Apa lagi Rendra juga harus membiyayai adiknya yang masih bersekolah, dan tentu saja dengan biyaya yang tidak sedikit.
Rendra merasa gelisah, karena Alisa terus mengabaikan pesan darinya. Ia tak ingin kalau akhirnya Alisa malah menjauhinya karena merasa di abaikan. Rendra pun berencana menemuinya untuk meminta maaf dan menjelaskan keadaanya pada Alisa, Rendra berharap Alisa akan mengerti dan mau memaafkanya.
"Assalamualaikum!" ucap Rendra ketika sampai di depan rumah Alisa.
"Waalaikum salam" jawab suara dari dalam sana.
"Alisanya ada buk?" tanya Rendra pada ibu Alisa
"Ada, bentar ibu panggilin dulu ya, ayok masuk dulu" ucap ibu Alisa ramah.
"ya buk, aku tunggu di teras aja" ucap Rendra sopan
Tak lama kemudian Alisa pun keluar menemui Rendra.
"Ngapain kesini, katanya sibuk?" ucap Alisa ketus
"Jadi gak seneng ni aku dateng, ya udah kalau gitu aku pulang aja" ucap Rendra sambil berdiri seolah akan pergi.
"Baru juga dateng udah mau pergi lagi" ucap Alisa sambil memanyunkan bibirnya.
Rendra yang melihat tingkah Alisa hanya tersenyum, ia merasa gemas melihat Alisa yang manyun.
"Jangan marah donk, entar cantiknya ilang lho!"
"Siapa yang marah, aku gak marah"
"Terus kenapa kamu gak mau bales pesan ku?"
"Males aja, aku sebel sama kamu"
"Aku minta maaf ya, udah bikin kamu sebel" ucap Rendra sambil menatap Alisa.
Rendra pun menceritakan keadaan dirinya yang sebenarnya pada Alisa.
Alisa hanya terdiam mendengar semua cerita Rendra, Alisa tak menyangka bahwa Rendra memiliki beban yang cukup berat. Alisa merasa bersalah karena sudah berfikir buruk tentangnya.
"Al, aku minta maaf ya, aku gak ada maksud buat ngacuhin kamu" ucap Rendra
"Harusnya aku yang minta maaf, aku bener2 gak tau tentang kamu"
"Tapi kamu masih mau menerima aku kan Al?"
"Ya masih lah Ren, memang kenapa? tnya Alisa
"Tapi aku gak sekaya mantan mu yang dulu Al, aku hanya orang biasa"
"Aku juga bukan dari keluarga kaya, lagian aku juga gak pernah menilai orang dari hartanya" ucap Alisa
"Makasih ya Al, aku sayang kamu" ucap Rendra sambil menatap Alisa.
Alisa yang mendengar ucapan Rendra tersipu malu, wajahnya langsung memerah bak kepiting rebus, dalam hatinya ia merasa beruntung memiliki Rendra.
" Udah mandi belum, kalau belum mandi dulu sana" ucap Rendra.
"Emang aku bauk ya" ucap Alisa sambil mencium badanya.
Rendra tersenyum melihat tingkah Alisa,
"Gak bau kok, cuma wangi jeruk aja" godanya.
"Asem donk, ih kamu ngeselin" ucap Alisa sambil mecubit tangan Rendra.
"Ya udah mandi dulu sana, mumpung masih jam sigini, kita jalan2 yuk"
"Beneran?" ucap Alisa senang.
"Ya, udah sana cepetan kalau gak mau aku tinggalin ni"
"Ya, tunggu setengah jam ya"
"Kelamaan, kalau kelamaan ga jadi lah"
"Iya, iya tungguin ya" ucap Alisa sambil berlari
Rendra merasa lega, Alisa bisa mengerti keadaan dirinya.
Rendra dan Alisa pun menikmati suasana sore yang indah, mereka begitu bahagia, Alisa takk henti2nya terus tersenyum kini Alisa merasa benar2 bahagia.
"Mau makan apa?" tanya Rendra sambil mengendarai motornya.
"Apa aja deh"
"Makan angin mau?" goda Rendra.
"Katanya apa aja, ya apa donk?"
"Ayam bakar aja deh" jawab Alisa
" Kamu gak kasian tu ayam di bakar, kalau keluarganya nyariin gimana?"
"Dasar konyol kamu" ucap Alisa sambil tertawa. Alisa tak menyangka Rendra yang pendiam bisa bercanda seperti itu.
Rendra menghentikan motornya di depan sebuah warung makan.
"Kita makan disini aja gimana?" tanya Rendra.
"Ya udah gak apa-apa, tempatnya juga enak kayaknya" jawab Alisa
"Maaf ya Al, aku cuma bisa ngajak makan kamu di warung pinggir jalan"
"Apaan sih Ren, aku aja gak masalah kok, yang penting tempatnya bersih"
Alisa dan Rendra segera memesan makanan, dan mencari tempat duduk. Rendra tak menyangka, gadis secantik Alisa mau di ajak makan hanya di warung tenda, Alisa juga terlihat biasa saja tak merasa jijik seperti kebanyakan wanita yang dulu bersamanya.
Sikap Alisa membuat Rendra semakin menyayanginya, Alisa terlihat sangat tulus dan apa adanya.
"Kenapa sih Ren, kok ngeliatin aku kayak gitu" ucap Alisa yang melihat Rendra terdiam sambil menatapnya.
"Ngeliatin cewe sendiri gak apa-apa kali, dari pada mataku jelalatan ngeliatin yang lain"
"Ya gak gitu juga kali, aku kan malu di liatin terus" ucap Alisa tersipu
"Kamu cantik lis"
"Udah tau kalau itu mah, semua orang juga bilang gitu" ucap Alisa sambil tertawa
"Bajunya maksudnya, kan udah geer duluan" goda Rendra
"Ihh nyebelin banget" Mereka pun tertawa bersama.
Alisa merasa sangat bahagia, kebersamanya dengan Rendra sore ini benar- benar membuka hatinya, perlahan Rendra mulai masuk mengisi hatinya.
Setelah selesai makan, Rendra segera membayar makanan tersebut. Tak lupa ia juga membelikan untuk mama Alisa.
Hari sudah semakin sore, Alisa dan Rendra berniat segera pulang.
"Al, kita mampir masjid dulu ya, udah magrib soalnya" ucap Rendra. Alisa hanya menganggukan kepala sambil tersenyum.
Mereka pun sampai di sebuah masjid, Alisa turun dari motor Rendra dan segera mencari tempat untuk berwudhu, begitu juga dengan Rendra.
Alisa yang selesai terlebih dulu menunggu Rendra di halaman masjid, ia melihat Rendra yang begitu khusyuk berdo'a.
Tak berapa lama, Rendra pun keluar dari masjid itu. Alisa tersenyum ketika melihat Rendra berjalan kearahnya.
"Udah nunggu lama ya?" tanya Rendra
"Gak juga kok, tadi aku liat kamu lagi berdo'a, serius banget kayaknya, emang minta apa sih?"
"Kepo deh, pengen tau aja" jawab Rendra sambil tersenyum.
"Gak dikasih tau juga gak apa-apa" jawab Alisa sambil memasang wajah cemberut.
"Tuh kan, ngambek lagi, cepet tua lo manyun aja".
Alisa hanya diam tak menanggapi Rendra.
"Aku tadi berdo'a sama allah, biar kita bisa sama-sama terus, dan kita bisa jadi pasangan yang soleh soleha" ucap Rendra sambil menatap Alisa.
"Amiinnn!!" jawab Alisa tersenyum.
"Udah yuk pulang, nanti di tungguin mama mu lo".
Motor Rendra pun melaju menuju rumah Alisa.Sesampaimya di rumah Alisa Rendra pun berpamitan pulang.
"Aku pulang dulu ya lis" ucap Rendra
"Gak masuk dulu?" tanya Lisa
"Gak deh, capek juga, salam buat mama mu ya."
"Ren," panggil Alisa sebelum Rendra pergi
"Ya" jawabnya
"Aku sayang kamu" ucap Alisa malu-malu.
Rendra hanya tersenyum, hatinya sangat bahagia mendengar ucapn Alisa, Rendra pun pulang dengan hati dipenuhi kebahagiaan.