
"maksud kakak apa si, kok ngomongnya gitu??? aku terlalu baik gimana mksudnya???,,, tanya ku, aku benar benar tak mengerti ap maksud dari perkataanya.
dia hanya memandang ku sejenak, lalu menarik nafas dalam- dalam. "dek,,kakak tu sayang banget ma kamu,, kamu perempuan terbaik yang kakak temui . kamu wanita cerdas, dan menurut kakak kamu pantas mendapat seseorang yang lebih baik dari kakak. " ujarnya .
Aku hanya bisa menarik nafas dalam dalam , mencoba menetralisir semua rasa yang bergejolak dalam hati ku, menahan segala rasa sesak yang ada di hati. " Ah, aku tau saat saat seperti ini pasti akan terjadi ," batin ku.
"kak,,,apa kamu sudah tidak nyaman lagi dengan ku,,??? tanya ku,
"dek,,kamu tau kan, aku sangat nyaman dengan mu ,,,kamu tempat ku berbagi cerita, tempat berbagi suka duka, tapi,,,, !' ia menjeda kalimatnya. "tapi kenapa kau tak bertahan dengan ku" ucap ku dalam hati.
"dek,, aku akan selalu menyayangimu sampai kapan pun ,,,tapi aku hanya ingin kamu menjadi seperti adik ku sendiri. "
Alasan klasik, ketika sudah bosan dengan sebuah hubungan,, jika memang aku terbaik, kenapa tak pertahankan aku, kenapa malah harus berpisah, ucap ku dalam hati.
Aku mencoba tetap tenang , mencoba menahan semua rasa sakit dalam hati . sebisa mungkin air mata ini kutahan agar tak jatuh. aku masih mencerna dengan baik semua ucapanya, berharap dia hanya bergurau, tapi tak kulihat sedikit pun ia sedang bercanda. Apa ini , aku di putuskan karna aku terlalu baik,,,??? bukan kah yang baik itu harus di perjuangkan???aku tersenyum miris.
"dek,,,!! ucapnya pelan, membuyarkan lamunan ku.
Aku menatapnya sekilas, dan mencoba tetap tersenyum .
"kakak tau ,,kamu pasti terluka, tapi ini jalan terbaik untuk kita, ucapnya .
"ah, mungkin yang terbaik untukmu ".ujar ku dalam hati.
Aku masih terdiam , mencoba merangkai kata yang pantas untuk ku ucapkan. Aku tak ingin ia melihat ku terluka, walau pun kenyataanya aku sangat terluka.
"apa pun keputusan kakak aku terima,, karna aku sadar aku bukan seseorang yang pantas di perjuangkan". Ucap ku sambil menahan air mata ku.
"aku hanya ingin kamu bisa jdi manusia yang lebih baik lagi,,meski tanpa aku ." ucapnya.
"ya kak,,trimakasih untuk semua hal indah selama 4 tahun ini yg kamu berikan pada ku.
Sekuat hati aku menahan sesak di dada, 'aku pasti baik baik saja tanpanya.' aku sudah mempersiapkan hati ku untuk saat ini. Karna aku tau ,aku tak kan bisa bersama denganya. Tapi sekuat apa pun aku menahan, ternyata rasanya tetap menyakitkan.
"dek,,kita makan dulu yuk,," ajaknya.
"ga deh kak,,aku mau pulang aja, aku janji sama mama gk kan pulang terlalu sore". ucap ku, bagaimana mungkin aku bisa makan, sementara hati ku rasanya hancur berantakan.
"dek,, apa pun yang terjadi, kita tetap bisa berteman kan,,??
aku menatapnya sejenak sambil tersenyum.
"tentu sja kak ,,kita mulai dengan baik baik,, dan berakhir dengan baik baik juga kan". jawabku.
"ya udah ,,aku anter pulang ya",,,,
aku hanya mengangguk.
Di perjalanan pulang , tak ada obrolan apa pun, aku sibuk dengan pikiran ku sendiri, sedangkan dia,, apakah dia tidak bersedih dengan perpisahan ini??? kenapa dia tampak biasa saja, apakah 4 tahun kebersamaan ini tak berarti apa apa untuknya???,, berbagai pertanyaan berkecamuk dalam benak ku. Tuhan,, kuatkan hati ku. aku pasti baik baik saja tanpanya.