
Seandainya ada perpisahan yang termanis, maka mungkin tak kan ada manusia yang terluka karna pedihnya perpisahan.
Aku benar benar merasakanya , patah hati itu sangat menyakitkan, pantas saja ada orang sampai mati bunuh diri karna patah hati.
Ketika aku berusaha meyakinkan diri ku sendiri, semua akan baik baik saja, nyatanya aku terluka. Aku terluka sangat dalam, ternyata tak semudah itu melupakanya, aku yang terbiasa denganya ,kini harus berusaha tanpanya lagi.
Setiap waktu ku hanya habis untuk menangisinya,, bagaimna denganya??? apakah dia merasakan hal yang sama seperti yg kurasakan??? sepertinya tidk.
Semenjak pertemuan terakhir itu , dia sudah tak pernah menghubungi ku lagi. Kenapa begitu mudahnya seorang lelaki mencari pengganti kekasihny yg dulu. Apakh tak ada rasa kehilangan??? tak ada kah kenangan yg membekas di hatinya??bukan kah 4 tahun bukan waktu yg sebentar,? semua pertanyaan itu membuat ku lelah, hingga akhirnya aku tertidur.
Sinar mentari pagi datang membangunkakn ku yang masih terlelap dalam peraduan,,, rasanya aku ingin semua hal yg terjadi kemarin hanya mimpi, dan ketika aku terbangun semua kan baik baik saja. Tapi ternyata itu memang kenyataan yang harus aku hadapi.
Kenapa mencintai seseorang dengan tulus harus sesakit ini,,? seandainya aku tau, mencintainya akan sesakit ini, maka aku akan memilih untuk tidak mencintainya.
Kadang aku merasa, tuhan tak adil dengan hidup ku, seandainya aku di lahirkan dari keluarga berada, pasti dia akan tetap bertahan dengan ku. Tapi, bukan kah takdir tuhan itu adalah yang terbaik, walau pun tak selalu terbungkus dengan indah.
"Alisa,,, kenapa kok kayaknya kamu gk bersemangat gitu,,?kamu sakit,,,? tanya mama ku.
"gk kok ma,,lisa gpp, lisa cuma agak capek aja.
"mama liat akhir akhir ini kamu banyak mengurung diri di kamar,,,apa ada masalah,,???
"gk ma,,,lisa gpp,, lisa cuma lagi males aja keluar rumah,,
"ayo donk lisa,,,jangan lemes gitu, apa pun yang terjadi hidup itu harus terus berjalan.!
aku diam memikirkan kata kata mama, benar apa yg mama bilang, hidup harus tetap berjalan ,aku harus bisa bangkit dan melupakanya,,kenapa aku harus terus mamikirkanya, sedangkan dia belum tentu memikirkan ku, mungkin malah dia sedang berpetualang dengan wanita lainya.
"lisa,,,kamu tau gk, mama kemarin ketemu andi,, andi yg dulu mantan mu itu,,
"dia nanyain kamu lis,,,
"terus,,,!!
"katanya kapan kapan dia mau datang kerumah,,,mama iyain aja.
"ya ampun mama,, kenapa di iyain si,,lisa tu lagi ga pengen ketemu siapa siapa.
"menjalin silaturahmi kan ga ada salahnya lis,,,"
"ya deh terserah mama aja,," aku pun berlalu meninggalkan mama yang masih sibuk dengan masakanya.
"eh,,mau kemana??? mama lg ngomong!!!,,,
"mau mandi ma,,,"
Aku masuk kedalam kamar mandi,,mungkin guyuran air bisa menyagarkan hati dan pikiran ku kembali.
Aku mematung di depan cermin,,,tak terasa air mata ku kembali menetes. Ah, kenapa rasanya sulit sekali membendung air mata ini.
Aku terdiam di kamar mandi sambil melamun,,ketika aku sadar,
Astaga,,,!!! ternyata sikat gigi yang ku pakai bukan untuk menyikat gigi malah keningku yg ku gosok dengan sikat gigi.
Aku menghembuskan nafas dengan kasar,,benar benar bisa gila aku kalau begini terus. Patah hati membuat ku jadi menyedihkan.