I Love You Bunny

I Love You Bunny
Berbunga bunga



Hati Narendra sedang berbunga bunga, ia tak menyangka Alisa akan menerima cintanya, sepanjang perjalanan pulang dari rumah Alisa Rendra selalu tersenyum.


Sesampainya di rumah, ia melihat Andi yang sedang menunggunya di teras rumahnya.


"Dari mana Ren?" tanya Andi


"Dari nemuin sang bidadari" Jawab Rendra sambil tersenyum.


"Kayaknya lagi bahagia ni, kenapa sih? pakek senyum2 segala lagi!"


"Gue dari rumah Alisa" jawab Rendra.


"Kok lo kesana gak ngajag2 gue?" tanya andi ketus


"Masa gue harus ngajakin lo terus, lagian gue ada urusan penting sama alisa"


"Urusan apaan?"


"Urusan perasaan, gue udah jadian sama Alisa" Ucap Rendra sambil terus tersenyum.


Andi yang mendengarnya langsung terdiam, dia merasa ada yang nyeri di hatinya ketika Rendra mengatakan itu. Andi pun berlalu pergi meninggalkan Rendra yang sedang bahagia.


"Eh ndi, lo mau kemana? gak masuk dulu? tanya Rendra


"Gak deh, gue ngantuk mau pulang" ucap andi singkat


Rendra heran dengan sikap Andi yang tiba2 berubah. " kenapa sih tu bocah, aneh banget" ucapnya.


Andi pulang dengan rasa kecewa, walaupun Alisa hanya masa lalunya, tapi sejujurnya Andi masih sangat menyayanginya, bahkan pertunangan Andi dengan kekasihnya hanyalah pelampiasan rasa kecewanya karena Alisa tak pernah mau kembali lagi padanya .


Sementara Alisa terus tersenyum, ketika mengingat cara Rendra mengungkapkan perasaanya, walaupun ia belum bisa memberikan cintanya untuk Rendra, tapi Alisa sangat menghargai usaha Rendra mendekatinya.


Tinngg


Suara ponsel Alisa membuyarkan lamunanya, ternyata pesan dari Rendra


"[Udah tidur belum]" tanya Rendra


"[Belum]" jawab Alisa singkat


"[Geer banget]" balas Alisa sambil memberikan emoticon senyum


"[Tetaplah selalu tersenyum sayang, kamu cantik kalo senyum]"


Wajah Alisa memerah membaca pesan dari Rendra, Alisa bingung harus membalas apa, ada yang bergetar di hatinya ketika Rendra mengatakan itu.


"[Udah malem, istirahatlah besok kerjakan?]" ucap lisa


"[Ya sayang, kamu juga istirahat ya I love u]"


Alisa hanya bisa membalas dengan emot tersenyum. "Semoga aku bisa benar2 membuka hati ku untuk mu Ren" ucapnya dalm hati.


Ketika hendak memejamkan mata, Alisa terkejut mendengar ponselnya berdering, nama Andi yang terlihat di layar ponselnya "Ngapain si ni orang malem2 telpon" gumamnya, dengan malas Alisa mengangkat telpon andi.


" hallo" ucapnya


"Ya hallo al, udah tidur belum"


"Kalau aku udah tidur ya gak bisa ngangkat telpon mu lah, ngapain si malem2 telpon" Ucap Alisa kesal


"Em, emang kamu beneran udah jadian sama Rendra?" tanya Andi


"Iya, emang kenapa? gak ada salahnya kan aku nerima dia, kayaknya dia juga orangnya baik"


"Ya si, tapi sebenernya aku masih sayang sama kamu Al, rasanya gak ikhlas kalau kamu sama Rendra" ucap Andi ragu.


"Apa? kamu kesambet apaan si kok ngomongnya gitu"


"Aku serius Al, sebenernya rasa itu masih ada sampe sekarang"


"Gak usah ngacok deh ndi, inget kamu tu bentar lagi mau nikah, mending kamu urusin pernikahan mu dari pada ngomong yang gak2"


"Al, seandainya kamu maj nerima aku lagi, aku mau kok batalin acara pernikahan aku, aku beneran masih sayang sama kamu Al"


"Kamu udah gila ya, aku gak bakal balik lagi sama kamu, seandainya aku balik sama kamu, aku bakal di cap perebut tunangan orang, terus orang tua kamu pasti lebih menghina aku lagi, kamu lupa gimana orang tuamu menghina aku dulu, udahlah ndi aku capek" ucap Alisa kesal, ia lalu menonaktifkan ponselnya.


Alisa sangat kesal dengan Andi, ia teringat kembali hinaan dari orang tua Andi, Alisa kira selama ini Andi sudah melupakan perasaanya dan menjalani pertemanan yang tulus denganya, tapi ternyata Alisa salah, Andi masih mengharapkanya.