I Love You Bunny

I Love You Bunny
Cuek



Sinar mentari pagi menembus jendela kamar Alisa, bunyi alarm membangunkan Alisa yang masih tertidur, sejenak Alisa mengerjapkan matanya, ia segera mematikan alarm yang terus berbunyi, jam sudah menunjukan pukul 7 pagi. Alisa bangun dan mengecek ponselnya, tak ada satu pun pesan dari Rendra.


"Kok gak ada pesan apa pun sih, ucapin selamat pagi kek, atau tanya udah bangun belum gitu" gumamnya.


Alisa kembali teringat pada Redi, dulu Redi selalu mengirim pesan selamat pagi untuknya, Alisa pun tersadar dari pikiranya, Rendra dan Redi adalah orang yang berbeda, sekarang ia hanya boleh memikirkan Rendra dan menghapus kenangan masa lalunya fikirnya.


Alisa pun beranjak dari tempat tidurnya, ia segera keluar dari kamarnya dan mulai membersihkan rumah. Alisa memang sudah terbiasa membersihkan rumah, hal itu dilakukan untuk meringankan pekerjaan sang mama.


Tanpa terasa jam sudah menunjukan angka 10:00, Alisa sudah selesai membersihkan rumahnya, Alisa kembali mengecek ponselnya, tapi tak ada satu pun pesan dari Rendra.


"Kemana sih ni orang, kok gak ngubungin sama sekali, tanya kek udah sarapan apa belum, atau nanya lagi apa gitu, punya cowok kok cuek banget" gumamnya.


Alisa nampak sedang berfikir, kemana Rendra hingga tak memberi kabar padanya. Alisa memang belum terlalu mengenal Rendra, hingga ia tak tau apa saja yang Rendra kerjakan setiap harinya, yang Alisa tau Rendra hanya bekerja di sebuah Pt yang ada di dekat rumahnya.


"Apa aku aja yang telpon duluan ya? tapi gengsi donk, harusnya kan cowoknya yang nelpon" ucapnya.


Sejenak Alisa terdiam, ia teringat ketika Rendra mengungkapkan perasaanya semalam, sejenak fikiran buruk menghampirinya, apakah Rendra hanya mempermainkan perasaanya,hingga sampai saat ini Rendra tak juga menghubunginya, tanpa ia sadari air matanya pun menetes.


Alisa mencoba membuang semua fikiran buruk di hatinya, ia menarik nafas dalam2 dan menghembuskanya


"Mungkin Rendra lagi sibuk, jadi dia ga sempet ngubungin aku" ucapnya dalam hati, ia tetap harus berfikir positif tentang Rendra.


Hingga sampai siang hari, Rendra belum juga menghubunginya, ada rasa khawatir dalam hati Alisa, ia pun memberanikan diri menelvon Rendra.


"Ya hallo, lagi apa? kok dari pagi gak ada kabarnya?" tanya lisa


"Khawatir ya?" goda Rendra


"Gak, cuma heran aja kenapa gak kasih kabar, kayak gak pacaran aja, apa ucapan mu tadi malem cuma main2?" ucap lisa kesal


Rendra yang merasa Alisa marah mencoba menenangkanya,


"Kok ngomongnya gitu si, aku tu gak pernah main2 sama kamu, maaf tadi aku lagi sibuk jadi gak bisa ngubungin kamu" ucapnya


"Sibuk apa sampe gak bisa kasih kabar?" tanya lisa ketus


"Aku kan kerja sayang, udah ah jangn ngambek2 kan baru juga pacaran masa udah marahan, aku tu sayang sama kamu jadi jangan mikir yang macem2"


Ucapan Rendra membuat hati lisa tenang, "Ya udah kalo gitu, aku minta maaf" ucapnya.


"ya udah, aku lanjut kerja ya, nanti kalo aku udah istirahat pasti aku telvon"


"Iya" jawab Lisa, Rendra pun langsung mematikan telvonya.


Alisa merasa lega, ternyata Rendra tak seperti yang ada dalam fikiranya, mungkin memang sifat Rendra memang cuek, yang membuat Rendra jarang menghubunginya. Alisa memang belun terlalu mengenal Rendra, tapi dalam hati ia berjanji ia akan berusaha memahami Rendra, dan berusaha untuk mencintainya.