
Ledakan mana terjadi saat sang kaisar mengunakan kekuatan sihirnya untuk menyelamatkan seluruh orang yang ada di istana.
" Tangkap para penjahat itu!! " Teriaknya.
Sekitar 200 peranti berkuda yang di pimpin oleh sang kaisar mengejar kereta kuda itu. Samar-samar Lily mendengar percakapan para penculik itu.
" Lebih cepat! Kita harus sampai di portal lebih dahulu sebelum mereka menangkap kita. " Teriak salah satu dari mereka
" Ketua akan membunuh kita jika sampai gagal."
" Kenapa kau menculik dua wanita ini sialan harusnya kita menculik wanita suci Ini saja. "
" Kita akan menjualnya nanti, lagi pula wajahnya cukup cantik. "
Kereta kuda itu berhenti saat sang kaisar berubah menjadi seekor naga hitam yang terbang di angkasa lalu membakarnya area hutan yang akan mereka lalui.
" Sial! " Umpat para penculik.
" Serahkan wanita suci itu kepadaku" ucapnya dengan berubah kembali ke wujud manusia namun dengan sayap naga yang masih muncul di punggungnya.
" Kamu tidak akan menyerahkannya begitu saja! " Mereka mulai merapalkan sihir lalu muncullah para tengkorak dari dalam tanah.
" Kalian akan mati" begitu ucapnya saat sebuah sihir berwarna merah menghempaskan dan menghancurkan seluruh tengkorak itu.
" Prajurit serang! " Teriaknya.
" Jika kalian melangkah satu langkah lagi wanita suci dan wanita ini akan mati! " Ucapnya dengan menyandarkan Lily dan rosalyn.
Kedua orang itu berubah menjadi sesosok manusia dengan sayap lalu membawa Lily dan rosalyn ke angkasa untuk melewati api yang di ciptakan oleh Maximilian.
" Bunuh mereka! " Teriak Maximilian saat berubah menjadi seekor naga yang mengejar para penculik itu.

Semburan api berwarna biru itu keluar dari mulut sang naga mengenai salah satu sayap iblis yang membawa rosalyn. Pertarungan sengit di atas langit begitu menggelegar di mana nafas api naga hitam melawan sang iblis Incubus.
" Serahkan mereka berdua atau kalian mati! " Ucapnya dengan intimidasi yang kuat
" Jika begitu tangkap lah mereka berdua. " Kedua Incubus itu menjatuhkan tubuh rosalyn dan lily secara bersamaan.
Di ambang kesadarannya Lily melihat Maximilian menyelamatkan rosalyn. Dia tersenyum mungkin inilah awal dari kisah cinta mereka. Walau pada akhirnya dia akan mati seperti yang tertulis di novel. Namun dengan cara yang berbeda batinnya tertawa keras saat tubuhnya jatuh kedalam air.
" Sakit....." Hatinya berkata saat tubuhnya bertabrakan dengan air dengan kecepatan tinggi.
" Dingin..."
" Gelap..." Matanya terpejam bersama dengan tubuhnya yang mulai jatuh ke dasar sungai tersebut.
Sebuah siluet menghampirinya saat dia sudah pasrah akan takdirnya yang akan mati untuk sekali lagi.
Kejadian itu membuat seluruh kerajaan menjadi heboh dan membuat kaisar mengunakan kekuatannya untuk membuat dinding pertahanan yang lebih kuat dari sebelumnya walaupun tubuhnya merasakan panas dan sakit yang tak tertahankan.
" Lily kumohon sadarlah" Rafael berkata dengan menyentuh tangan Lily yang tengah terbaring di atas ranjang dengan luka yang cukup fatal.
" Seharusnya aku lebih cepat menolong mu, maafkan aku Lily "
" Duke anda tidak boleh menyalahkan diri anda sendiri " dokter Buma itu Albert berkata
" Bagaimana kondisi Lily, Albert. " Maximilian masuk kedalam ruangan
Albert hanya menggelengkan kepalanya " tidak ada perubahan sama sekali."
" Bawa dia ke kamar ku" ucapnya
" Kakak! Apa yang akan kakak lakukan dia membutuhkan perawatan, aku tahu Lily juga wanita milik kakak tapi bukankah kakak memiliki nona rosalyn... Kumohon berikan Lily kepadaku! " Rafael menatap langsung mata sang kakak.
" Itu tidak akan pernah terjadi Rafael! Dia adalah milikku! "
" Tapi kakak memiliki nona rosalyn! "
" Dia adalah wanita suci! "
" Kakak akan menyakiti perasaan Lily! Lihatlah dia masih muda begitu banyak gosip yang bertebaran tentang dirinya karena kakak! "
" RAFAEL FELIX DE OSTRUS! " Teriak sang kakak
" Kakak egois " ucapnya.
Namun Maximilian tidak mendengarkannya dia mengangkat tubuh Lily membawanya ke dalam kamar miliknya. Dia memeluk tubuh itu dengan erat sesekali dia memberikan sebuah mana miliknya agar membantu menyembuhkan luka lily walaupun dia tahu konsekuensi yang akan dia tanggung jika mengunakan mananya.
" Bangunlah... Maaf. " Ucapnya
" Maaf melukaimu kucing kecil aku berjanji untuk kedepannya aku akan melindungi dirimu"
Pagi harinya di awal bulan baru kalender kekaisaran dan sudah terhitung pula dua bulan lamanya Lily belum sadar dari masa-masa kritisnya.
"Yang mulia bagaimana keadaan lily"
" Dia masih sama dengan sebulan yang lalu, rosalyn. "
" Ini semua salahku jika saja dia tidak mencoba menyelamatkan diriku dia tidak akan berakhir begini"
Maximilian lebih memilih untuk keluar dari kamar rosalyn menuju kembali ke kamarnya di mana Lily berada.
"Lily bangunlah banyak orang menunggu mu di sini " ucapnya.
" Yang mulia.... A.. air" ucapnya lirih
Dengan sigap Maximilian memberikan air kepada lily. dia sangat senang saat mendengar suara lily kembali setelah sekian lama.
" Apa ada yang sakit? Katakan saja kucing kecil"
" T.. tubuhku sakit" ucapnya dengan begitu lirih
" Maaf membuat mu berada di situasi itu"
" Setelah ini aku akan melindungi dirimu kau tidak akan mati tanpa seizin ku"
Lily terdiam mendengar ucapan Maximilian dia pun tertawa lirih saat mengerti maksud dari ucapannya.
" Aku tidak tahu kapan aku mati yang mulia boleh jadi besok, lusa atau hari ini" ucapnya dengan memandang lurus ke langit-langit kamar milik sang kaisar yang di hiasi oleh emas
" Aku tidak mengizinkannya lily "