I Became A Maid In A Novel

I Became A Maid In A Novel
3.



Lily mengangguk mengerti lalu mulai berbaring ke tempat tidurnya walaupun ini keras namun tidak masalah dari pada harus tidur dengan mereka berdua sungguh itu menyeramkan.


Malam semakin larut dan dia belum bisa tidur sama sekali. Ayolah mana ada orang bisa tidur jika kau berada di dalam ruangan bersama dua orang dewasa.


" Ini menjengkelkan" ucapnya lirih tidak mau membangunkan kaisar ataupun nona rosalyn yang tengah tidur di atas ranjang.


Dia berdiri memilih untuk duduk di balkon dengan diam memandang bulan dan taman kekaisaran yang begitu indah. Bulan tampak bersinar terang di temani oleh aroma bunga yang begitu wangi.


" Kau belum tidur pelayan" suara bariton itu mengangetkan Lily


" Ka..kaisar! " Matanya membulat sempurna saat melihat tubuh tegap laki-laki yang kini berada tepat di sampingnya.


" Sutt jangan berbisik kau akan membangunkan rosalyn" ucapnya dengan duduk di depan Lily.


" Merasa tidak nyaman pelayan kecil?"


" Ha..ha tidak juga " Lily berkata dengan canggung.


"Tidurlah ini sudah malam" tangan itu menyentuh pipi Lily dengan lembut.


Lily kaget akan perlakuan kaisar kepadanya, sungguh ini tidak tertulis di dalam novel yang dia tahu kaisar sangat membenci Lily karena dirinya mendapatkan perhatian dari rosalyn lebih darinya.


Kaisar pun sana kagetnya dengan Lily namun dia bukan kaget akan pelakunya namun dia lebih kaget dengan sesuatu saat dia menyentuh pipi pelayan kecil ini dia merasakan sebuah kenyamanan yang lama sudah hilang darinya.


Dengan tanpa ragu dia menarik Lily ke dalam dekapannya, membuat Lily kaget dan memberontak.


" Yang mulia tolong lepaskan hamba." Lily memohon.


" Diamlah sebentar saja."


Lily diam dan tidak memberontak untuk beberapa saat setelahnya kaisar pun melepaskan pelukannya ke pada Lily.


" Kucing kecil. " Ucapnya dengan tersenyum


Lily tertegun saat melihat senyuman indah yang terbit di bibir sang kaisar walaupun itu sangat kecil.


" Tunggu apakah kaisar tiran ini sedang tersenyum? Oh, apa lagi rencana yang akan dia lakukan apa dia akan menghukum ku? " Batin Lily berkecamuk memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi


" Tidurlah kucing kecil " ucapnya dengan mengelus rambut Lily dengan lembut. ..


" Aku bukan kucing kecil yang mulia"


" Hahaha sutt tidur karena besok kau harus bekerja kucing kecil"


"Ini beneran yang mulia kaisar tertawa? Oh, tuhan tolong tampar diriku untuk mengetahui apakah ini bukan mimpi belakang"


"Apa yang sedang kamu pikirkan kucing kecil? "


" Tidak ada yang mulia saya akan tidur"


Buru-buru dia turun dari balkon hingga membuatnya tersandung dan hampir jatuh. Namun, sebelum itu ada sebuh tangan yang menangkap mu terlebih dahulu


" Te.. terimakasih yang mulia... Tolong lepaskan tangan anda yang mulia." wajahnya memerah malu.


Tubuhnya memang hanya seorang anak kecil berumur 15 tahun namun jiwanya adalah seorang wanita dewasa yang mana melihat yang mulia yang begitu tampan mana mungkin dia tidak tergoda sama sekali. Kaisar mengendong Lily lalu menurunkannya di atas kasur lantainya.


šŸŒ¤ļø


Keesokan paginya saat matahari dengan malu-malu menelusup masuk kedalam celah-celah gorden.


" Kucing kecil ayo bangun kau harus bekerja" sang kaisar mengelus pipi Lily dengan lembut entah mengapa gadis kecil ini seperti membuatnya candu berbeda dengan rosalyn karena dia membutuhkan kekuatan sucinya untuk mengontrol rasa sakit yang dia rasakan saat menggunakan kekuatan sihir.


" Egh.. lima menit lagi"


" Tidak-tidak ayo bangun kucing kecil"


Lily membuka matanya dan pemandangan pertama kali yang dia lihat ada surau hitam milik sang kaisar, dengan kaget dia mundur ke belakang hingga kepalanya membentur di dinding dengan cukup kuat.


" Akhh.. " ringisnya


" Harusnya kau berhati-hati kucing kecil! "


" Rosalyn cepat sembuhkan kucing kecil ku! " Teriaknya


" Yang mulia ada apa? Lily kenapa dengan kepalamu " rosalyn dengan cepat menyembuhkan kepala Lily yang terbentur dinding.


" Istirahat jangan bekerja!" Perintah kaisar dengan arogan


" Ta..tapi yang mulia " Lily hendak menolak perintah itu.


" Tidak ada bantahan kucing kecil! " Ucapnya dengan keluar dari kamar nona rosalyn.


" Kembalilah ke kamar mu Lily dan istirahatlah di sana."


"Baiklah nona rosalyn"


Lily pun keluar dari kamar itu berjalan menyusuri lorong istana yang megah itu. Bisik-bisikan mulai terdengar saat dia memasuki area kamar pelayan perempuan, banyak pelayan yang melihat dirinya dengan sinis.


" Pasti ada gosip lagi. Sudah lupakan saja jangan dengarkan" ucapnya saat memasuki kamarnya lalu menutupnya.


" Lily apa kamu lakukan aaaaa bagaimana jika aku terbunuh bagaimana " rambutnya yang tertata rapi itu kini berantakan saat dia menjambak dengan brutal.


Beberapa setelah hari itu Lily berusahalah dengan keras untuk menghindari kedua tokoh utama ituĀ  makin gencar mendekatinya seperti nona rosalyn yang selalu memangilnya untuk menemaninya dan setelah itu dia pasti akan bertemu dengan kaisar.


" Sungguh ini hari yang menyebalkan." Katanya dengan duduk di bawah pohon yang begitu rindang di tanam istana.


Hembusan angin yang begitu sejuk membuatnya tidak tahan untuk menahan rasa kantuk sehingga dia tertidur dengan bersandar di pohon itu.


"Benar-benar seperti kucing yang suka tidur di sebarang tempat " kaisar pun mengendong tubuh Lily membawanya untuk masuk.


Entah kenapa dia merasa nyaman jika berada dekat pelayan kecil ini dan dia sudah memutuskan untuk memilikinya sama seperti rosalyn.