I Became A Maid In A Novel

I Became A Maid In A Novel
2.



Dalam beberapa hari ini nyx atau mungkin akan kita panggil Lily mulai menerima akan takdirnya yang bertransmigrasi ke dalam novel. Walaupun dia belum bisa menyesuaikan dengan pekerjaan yang dia lakukan seperti mencuci mengepel dan menyapu namun teman temannya, Lena, Athena. Yang selalu membantunya saat-saat dia benar-benar membutuhkan bantuan.


" Lily ayo makan" panggil Lena dengan suara lembut. Lena di kenal sifat lemah lembutnya sedangkan Athena di kenal akan kecantikan yang dia miliki begitu memukau. Mungkin jika Athena hidup di zaman modern dia pasti akan menjadi seorang selebgram atau idol.


" Tentu" Lily berdiri dan mengikuti langkah kaki Alena dengan riang gembira.


Mulai hari ini dia akan menghindari kaisar dan menjadi pelayan biasa yang tidak di ketahui hingga dia memiliki cukup uang untuk pergi jauh keluar dari istana ini. Itu adalah impiannya sekarang hidup tenang tanpa gangguan.


" Lily " panggil kepala pelayan


" Ada apa kepala pelayan"


" Hantarkan makanan ini ke kamar nona rosalyn"


Tiba-tiba tubuh Lily menegang mendengar nama itu. Dia sudah berjanji untuk menghindari bertemu dengan seluruh pemeran utama agar dirinya hidup dengan aman.. namun saat ini dia harus bertemu dengan nona rosalyn.


" Bukankah sudah ada pelayan yang menggantikan posisi ku? "


" Dia hanya pelayan penganti, dan sekarang kamu sudah sembuh jadi cepat antar makanan itu. "


" Ba..baik kepala pelayan"


Lily dengan berat hati mendorong troli makanan itu menuju sebuah kamar yang terletak di dalam istana dan di jaga dengan begitu ketatnya oleh para penjaga.


"Lily kau dulu sungguh sangat berani hingga membantu nona rosalyn untuk kabur dari penjagaan yang begitu ketat seperti ini. "


"Sekarang usiaku 15 tahun dan kejadian itu terjadi saat kaisar merayakan ulang tahunnya yang ke 20 tahun saat penjagaan mulai lengah untuk mempersiapkan pesta ulang tahun kaisar. "


" Seharusnya kejadian itu terjadi beberapa Minggu lagi. "


Lily pun tersadar dari lamunannya saat para penjaga menghentikannya.


" Saya pelayan yang di tugaskan oleh kepala pelayan marrie untuk mengantarkan mainkan untuk nona rosalyn "


" Baiklah, silahkan masuk. " Pintu pun terbuka menampilkan sesosok wanita berambut putih dengan iris mata berwarna hijau yang tengah terduduk di jendela memandangi langit.


...


...


              Sumber foto printerest.


"Pantas saja kaisar sialan itu mengurung rosalyn di istana bagian dalam lihat saja penampilannya terlepas dari kekuatan suci yang dia miliki. "


" Lily aku merindukanmu" ucap rosalyn Deng memeluk tubuh Lily.


" Maaf nona saya membuat anda khawatir " ucapnya dengan tersenyum


" Dian sebentar Lily "  ucapnya saat rosalyn menempelkan kedua tangannya ke kepala Lily. Cahaya biru muncul dengan sedikit terang membuatnya merasa nyaman dan rasa sakit yang sering dia alami mulai menghilang perlahan-lahan.


" Sudah sekarang Lily tidak akan sakit lagi "


" Temani aku " ucapnya dengan lembut.


"T..tapi"


" Aku tidak ingin mendengar penolakan Lily " matanya menatap mata Semerah Ruby milik Lily.


" Hah... Baiklah nona " helaan nafas terdengar keluar dari mulut Lily.


" Terimakasih Lily "


Wajah rosalyn begitu senang saat pelayan kecil itu mau makan bersamanya. Sebenarnya dia merasa kesepian saat terkurung sendirian di dalam kamar ini, untuk keluar saja sang kaisar tidak memperbolehkannya padahal laki-laki itu telah menculik dan menyekapnya dari kerajaan verglas.


Bahkan tidak ada upaya dari rajanya untuk menyelamatkan dirinya yang terkurung di sini. Namun saat melihat gadis kecil dengan rambut blonde dan iris mata berwarna merah Ruby ini dia merasakan sebuah ketenangan saat berada di dekatnya.


" Lily temani aku makan ini." Perintahnya..


" Ap..apa itu tidak mungkin nona.. kaisar pasti akan datang nanti malam" tolaknya secara halus


" Kumohon aku tidak ingin berduaan bersama kaisar"


" T..tapi.."


"Apa yang harus kulakukan.. jika aku menolaknya maka kaisar akan menghukum ku dan jika aku menerimanya kaisar juga akan menghukum ku. Ini sama saja dengan keluar dari kandang harimau masuk mulut buaya " bayinya berteriak histeris.


" Pelayan kau boleh tidur di sini. " Satu sosok laki-laki berpakaian lengkap khas kerajaan itu tiba-tiba saja muncul.


" Yang mulia " ucap rosalyn


Lily yang mendengar itu pun langsung saja membungkuk hormat kepada satu-satunya kaisar kerajaan ini.


" Angkat kepalamu pelayan. " Mata biru itu menatapnya dengan tajam


" Salam kepada matahari kerajaan dan raja bagi segala raja" Lily mengangkat wajahnya menghadap sang tirany kerajaan ostrus.


" Lakukan apa yang di perintahkan oleh rosalyn. "


" Baik yang mulia."


Setelah perbincangan menegangkan itu Lily langsung saja berlari keluar dari ruangan yang mencekam itu. Kayaknya sebuah kelinci yang berada di antara naga dan harimau yang tengah bertengkar.


Malam harinya Lily dengan langkah berat berjalan ke kamar rosalyn. Hatinya ingin berteriak tidak terima atas tintah seenaknya dari sang kaisar namun siapa dirinya berani menentang keinginan pemilik kekaisaran ini.


" Hahh.. menyebalkan" makinya


Dia pun masuk kedalam kamar itu dan pemandangan yang dia lihat adalah kaisar dan nona rosalyn tengah berpegangan tangan di ranjang. Oh ayolah dia ini masih berumur 15 tahun terlepas dari umur aslinya yang 21 tahun.


" Salam kepada matahari kerajaan dan raja bagi segala raja dan salam juga untuk nona rosalyn" dia membungkuk hormat


" pelayan kau Tidur di sana " kaisar dengan arogannya menujuk sebuh tempat untuk dirinya tidur di dekat balkon kamar.