I Became A Maid In A Novel

I Became A Maid In A Novel
4.



Lily terbangun melihat sekeliling yang begitu asing untuknya kamar yang terlihat mewah berbanding terbalik dengan kamarnya yang kecil dan ranjang ini sungguh sangat empuk membuatnya ingin tidur kembali tapi kenapa alas kepalanya begitu keras?


" Kau sudah bangun kencing kecil? " Suara yang begitu familiar membuatnya dengan cepat membuka kelopak mata yang melihat ke kiri.


" Hiik " dia kaget dengan sepontan memundurkan tubuhnya.


" Awas " ucapnya dengan menarik tubuh kecil Lily kedalam pelukannya.


" Hati-hati kau akan jatuh nanti" pria dewasa itu mendekap tubuh gadis kecil itu kedalam dekapannya.


Lily diam dia masih kaget dengan apa yang tengah terjadi ini. Tubuhnya beku sama halnya dengan otaknya untuk menolak atau sekedar memberikan perlawanan itu tidak bisa.


.


" Yang mulia ini bukan hal yang seharusnya anda lakukan kepada seorang pelayan"


"  Diam! " Nada suaranya meninggi membuat tubuh Lily bergetar ketakutan ini adalah kali pertamanya dia di bentak bahkan orang tuanya dulu tidak pernah membentaknya sekalipun dia membuat kesalahan yang fatal.


" Aku selalu merasa nyaman di dekat mu bahkan ini lebih menenangkan dari pada aku  bersama dengan rosalyn " ucapnya dengan memeluk pinggang Lily.


" Yang mulia ini terlalu intens kumohon lepaskan aku"


" Tidak. Tidurlah untuk malam ini di sini dan mulailah bekerja keesokan harinya. ini adalah sebuah perintah dari kaisar mu "


Tidak ada perlawanan lagi bila sang kaisar terlah memberikan tintah kepalanya. Akhirnya dia memilih untuk tidur.


Kaisar melihat Lily yang tengah tertidur itu tersenyum kecil, gadis kecil ini lebih menyenangkan dari apa yang dia bayangkan. Saat dekat dengan Lily Maximilian merasa tubuhnya menjadi lebih baik tidak ada rasa sakit sama halnya jika dia bersama rosalyn. Namun Lily juga mampu mengisi rongga kosong di hatinya, entah perasaan apa ini dia pun bingung.


Keesokan harinya Lily bangun lebih awal dari pada sang kaisar agar memudahkannya untuk kabur.


"Jangan mencoba untuk kabur Lily, kamar ini sudah terpasang lingkaran sihir" mata Maximilian memang masih tertutup namun Indra pendengaran tidak akan tidur dia mampu mendengar pergerakan sekecil apapun suaranya.


" Yang mulia kumohon izinkan saya untuk kembali atau akan ada gosip tentang saya dan anda itu tidak baik bagi citra anda, terlebih saya hanya anak kecil berusia 15 tahun. " Lily berkata berusaha menyakinkan kepada Maximilian.


" Baiklah tapi besok sore temui aku di ruang kerjaku. " Dia pun melepaskan cengkraman tangannya di pergelangan tangan Lily.


Tidak menyia-nyiakan kesempatan itu Lily bergegas untuk pergi dari sana sebelum fajar datang atau gosip akan bertebaran dimana-mana tentang dirinya. Dia hanya ingin hidup dengan bebas dan tanpa di ketahui namun apa ini kenapa dia harus terlibat oleh kaisar bahkan mereka tidur bersama.


Oh, apa kaisar seorang pedofil? Ah tidak mungkin mereka hanya berjarak umur 5 tahun tidak mungkin yang mulia seorang pedofil.


Sesampainya di kamar Lily pun bersiap-siap untuk memulai hari ini dengan hal-hal positif.


" Lily cuci baju ini." kepala pelayan marrie memberikan perintah


" Iya kepala pelayan marrie" dia pun mengangkat keranjang berisi pakaian kotor itu.


Mencuci di dekat telaga yang memang telah di persiapkan untuk mencuci seluruh pakaian di sana.


"Lily sapu taman "


" Lily pel lantai "


Begitu hari ini dia kerjakan dengan seluruh tenaganya terkuras habis.


" Lelahnya" gumangnya.


" Eh, tunggu bukankah kaisar menyuruhku untuk menemuinya! " Dia pun bergegas untuk ke ruang kerja sang pemilik kekaisaran ini.


" Kucing kecil kemari " ucapnya saat melihat Lily memasuki ruangannya.


Di dalam ruangan itu terdapat nona rosalyn yang tengah bergandengan tangan dengan kaisar Maximilian. Terlihat romantis seperti ending dalam novel tersebut. Walau wajah nona rosalyn terlihat tidak bahagia namun dia yakin itu semua akan berubah saat ada cinta di antara keduanya.


Lily mendekat ke arah kaisar yang tengah duduk di depan meja kerja, terlihat tampan bahkan seribu kali lebih tampan dari pada yang di tulis dalam novel tersebut. Walau dia seorang tirany dia akan melakukan apapun demi kekasihnya bukankah itu romantis?


" Kau sudah kue? "


" Sangat suka yang mulia "


" Kucing kecil kamu ini sangat polos dan jujur sekali " ucapnya dengan mencubit pipi Lily


" Makanlah, makanan yang ada di meja itu, anggap saja sebagai hadiah untuk semalam" katanya dengan ambigu.


" Terimakasih yang mulia, jika yang mulia membutuhkan saya panggil saja " jawabnya dengan riang gembira saat memakan berbagai jenis kue manis itu.


" Tentu"


" Nona cobalah kue ini sangat enak" ucapnya dengan membawakan depot roti dengan strawberry di atasnya.


" Terimakasih Lily " ucapnya


Kedua wanita berbeda usia itu berbincang dengan begitu asiknya hingga melupakan kaisar Maximilian yang tengah mendengarkan cerita keduanya.


" Lily kenapa kamu begitu imut " rosalyn berkata dengan mencubit pipi Lily dengan gemas.


Hari ulang tahun sang kaisar Maximilian Felix de ostrus. Begitu banyak pekerjaan yang harus Lily kerja saat ini bahkan untuk meminum seteguk air saja begitu susah.


" Lily ambilkan lilin "


" Lily ambilkan kain"


" Lily ambilkan bunga"


" Lily ambilkan dekorasi"


Begitulah kira-kira pekerjaan Lily yang sangat padat bahkan sangat-sangat padat. Malam harinya pundak dari pesta tersebut para pelayan di izinkan untuk mengungkapkan pakai terbaik mereka untuk mengikuti pesta.


Di balik julukannya sang tirany kekaisaran ostrus dia adalah raja yang sangat menjunjung tinggi kesetaraan bagi seluruh rakyatnya.