
"Apa maksud anda tentang kita diserang?" Seru Seorang Demon, meninggikan suaranya saat menghadapku di ruang rapat.
"Satu tahun terakhir kita sudah cukup aman dan kembali terkendali. Anda mungkin salah menyimpulkan Lord" Sahut Demon lainnya.
Di ruang rapat itu, aku hanya diam dan memangku daguku. Memperhatikan dan memperdengarkan semua ocehan yang diucapkan para Demon bangsawan.
Semenjak kematian ayahku, tidak sedikit dari mereka yang mencoba untuk menggantikan peranku sebagai seorang pewaris. Berceloteh kesana kemari mencari dukungan dengan cara pengecut.
Tapi, di Styx tidak ada yang bisa dipegang selain kata-kata yang disampaikan oleh Ayahku, satu-satunya aturan di Styx. Karena itu usaha mereka yang ingin mengambil tempatku itu tidak akan pernah berhasil.
"Lebih baik kita membuka gerbangnya kembali, Lord. Menutup diri begitu dalam tidak pernah membuat situasi menjadi baik. Kita mulai kekurangan pangan penduduk" Celetuk Demon bangsawan yang lain.
"Begitukah? Aku tidak tahu tentang itu. Toh, selama aku berjalan di kota tidak ada satupun Demon yang melapor padaku tentang kita yang serba kekurangan. Ah, apakah aku melewatkan sesuatu" Ujarku tenang lalu tersenyum tipis.
Ah, ayah. Kenapa kau bisa tahan bekerja dengan orang-orang yang tidak tahu tempat dan tugasnya seperti ini?
"Mohon maafkan saya, tapi situasi pangan bahkan yang lainnya di kota baik-baik saja. Berkat strategi bertani dan beternak yang dilakukan Lord, pangan kita menjadi lebih stabil dan lebih banyak dari sebelumnya" Jelas Alvic.
Aku tersenyum, kembali duduk ke posisiku bersamaan dengan heningnya ruangan rapat. Benar, mereka hampir kehabisan ide lain untuk meyakinkanku.
"Aku tahu bisnis dan ekonomi itu penting. Tapi sejak kapan uang bisa dibandingkan dengan keselamatan? Aishh, aku ingin mengumpat tapi tidak bisa."
"Dengarkan ini para bangsawan. Aku tidak pernah berniat untuk membuka gerbangnya. Hari ini adalah rapat tentang serangan pada ras Demon tapi tidak ada satu orangpun yang tegas tentang itu. Mengecewakan harus meninggalkan negeri ini pada orang bodoh yang tidak tahu tugasnya" Ujarku dingin, menatap pasang demi pasang mata yang ada di dalam ruangan.
"Aku akan mengurus soal serangannya. Kembalilah ke rumah kalian masing-masing dan kirimkan aku pasukan bantuan. Aku akan melindungi warga dan mencari pelakunya sekalian" lanjutku.
"Tapi Lord, kami juga butuh perlindungan--"
"Haha, untuk apa perlindungan? Kalian kan tidak percaya dan setuju padaku. Sudahlah, kirimkan saja. Toh serangan itu hanyalah kesalahan."
Yep, singkat saja. Ruangan rapat kembali hening setelah aku mengucapkan kalimat itu. Mereka saling memandang dengan mata yang kacau. Hingga akhirnya, mereka menerima keputusanku dan setuju untuk bekerja sama. Namun dengan satu syarat, asalkan mereka juga dilindungi.
"Astaga, dasar tidak tahu malu. Hahahaha" Aku tertawa. Yah, setidaknya aku tertawa tepat setelah semua orang keluar dari ruangan rapat bukan di depan wajah mereka langsung.
...****************...
Setelah itu, pasukan langsung diarahkan untuk penyelidikan serangan yang menyebabkan longsor tempo hari. Selagi pasukan Anne dan para Goblin menjaga dan memperbaiki dinding gerbang, Arce memimpin sebuah pasukan khusus untuk penyelidikan.
"Arce sudah berangkat, Lord" Lapor Alvic selagi aku mengurus beberapa tugas yang berkaitan dengan perbaikan dinding gerbang.
Setelah itu Alvic diam saja dan berdiri ditempatnya. Wajahnya dingin dan kaku seperti biasa tapi tentu ada hal lain lagi yang ingin dikatakannya.
"Ada apa?" tanyaku.
"Styx cukup kacau karena rumor tentang serangan di gunung itu beredar, Lord"
Aku tersentak, cukup kaget dengan apa yang disebutkan Alvic. Tentu rumor bisa datang kapan saja, tapi situasi seperti itu hanya akan memperburuk kondisi. Sebelumnya aku sudah mengumumkan pada para petinggi untuk merahasiakannya tapi sepertinya itu tidak berjalan dengan lancar.
"Apa perlu untuk mencari pelakunya, Lord?"
"Tidak, lupakan si pembuat rumor. Jadi, jujur saja dan jelaskan situasinya secara umum. Tolong buat pengumumannya dan sebarkan di seluruh Styx"
"Tidak apa-apa, tolong lakukan saja, Alvic" Aku tersenyum, kokoh dengan keputusan.
Bukan tanpa alasan, tidak sampai setengah rencana dan strategi yang aku beberkan pada Bangsawan bahkan Alvic sendiri. Situasiku cukup rumit sekarang, jadi sulit untuk mempercayai siapapun.
Kali ini hanya aku, Arce dan Anne yang tahu situasi pastinya. Sampai kami menemukan titik terang dan memastikannya, kami hanya akan bergerak secara sendirian.
Pria bertopi jerami itu, Styx sedang dalam Krisis, jadi aku pikir dirinya akan muncul lagi dalam waktu yang dekat.
...****************...
"Lord, kami menemukannya" Arce kembali setelah penyelidikan.
Segera setelah mendapatkan laporan, aku bergegas mengikuti Arce. Di lereng gunung, tidak jauh dari tempat tinggal para Goblin. Arce menemukan seorang dari ras Ogre yang mengintai Styx dari kejauhan.
"Oh, bukannya dia penjaga gerbang Desa Ogre sebelumya?" Tanyaku pada Arce, mengamati Ogre itu.
"Benar, tapi situasinya cukup buruk, Lord. Ogre punya harga diri yang tinggi dan menjunjung tinggi ras mereka diatas yang lain. Karena itu, sulit untuk membuatnya membuka mulut" Jelas Arce.
"Aku mengerti. Kalau begitu, serahkan padaku. Terima kasih atas kerja kerasmu, Arce."
Setelah itu, aku langsung menemui Ogre yang ditangkap Arce sebelumnya. Melihat dia adalah Ogre yang sempat aku temui, beberapa dugaan sudah muncul di benakku. Aku akan menggunakan itu untuk memancingnya.
"Oh, kau..?" kata Ogre itu saat melihatku. Wajahnya terlihat cukup kaget.
"Benar, itu aku. Kita sudah pernah bertemu sebelumnya. Aku Lucifer, pemimpin Styx. Langsung saja, kenapa Ogre sampai jauh-jauh datang kemari?" lanjutku mulai menginterogasinya.
"... Ka-kami hanya ingin memastikan apakah Demon Styx yang sudah menghancurkan desa kami sebelumnya" jawabnya ragu.
"Omong kosong. Lalu, longsor karena ledakan itu. Apa itu juga ulah para Ogre?" aku kembali bertanya.
Namun saat aku menanyakan hal itu, wajah Ogre itu tampak terkejut. Tapi, dia menahannya dengan baik.
"Apa itu juga ulah Ogre?"
"Benar" jawabnya pasrah lalu menunduk seakan sudah tidak ada harapan lagi baginya.
Aku cukup mengerti sekarang. Ogre ini menjawab pertanyaan paling sensitif langsung di depanku, Lord of Styx. Dia mungkin datang untuk dijadikan kambing hitam disini. Toh sulit untuk percaya jika satu Ogre datang untuk mengancam ras Demon.
Jadi, besar kemungkinan kalau Ogre ini juga ingin meminta bantuan. Melihat dia tertangkap dengan mudah saat belum genap satu hari penyelidikan, membuatku semakin yakin.
"Sudah cukup, tidak ada yang perlu ditanyakan lagi saat kau sudah mengakuinya. Arce, bawa dia" Untuk sekarang, aku akan bersandiwara dulu. Aku tidak tahu apakah dia datang sendirian atau tidak. Seseorang mungkin sedang mengawasi Ogre ini bersama kami atau jauh dari kami.
Sementara itu, lebih baik aku mencari cara berkomunikasi dengannya. Aku juga membutuhkan bantuan dari Goblin. Perkara Ogre maupun Goblin, aku yakin pelakunya adalah orang yang sama.
Satu persatu lapisan yang menutupi petunjuknya, akan terus aku kupas sampai tuntas.
Jenis apapun makhluk itu, tidak baik untuk bermain-main dengan darah.