I Am Demon Lord In This Life

I Am Demon Lord In This Life
06- Cold Torch



"Saya telah menunggu kedatangan anda, Lord"


"Siapa kau?" tanyaku dengan nada dingin dan memasang wajah penuh selidik. Aku sudah waspada dan memikirkan semua kemungkinan yang ada, tapi bagaimana dia bisa tahu tentangku?


"Ohoho, anda tidak perlu waspada seperti itu, Lord. Saya tidak datang untuk membuat keributan ataupun mencoba untuk melukai anda. Saya bergegas datang ke Yurwen setelah tahu tentang kedatangan anda dan membawakan beberapa informasi untuk anda" lanjut pria itu mulai bicara serius.


"Informasi?"


"Benar, Lord. Perang besar untuk ras kita akan segera datang, kematian Lord sebelumnya adalah pertandanya. Saya tahu anda sibuk mencari informasi tentang pelakunya, tapi anda telah salah dengan konsepnya sejak awal, Lord." Jelas pria dengan topi jerami itu sambil menurunkan kakinya.


"Apa maksudmu sebenarnya? Bagaimana aku bisa mempercayaimu?" Aku mulai menginterogasinya.


"Sebelum obornya menjadi terlalu dingin, kita harus segera menghidupkan api obornya lagi. Lorong panjang yang tidak berkesudahan ini, membutuhkan setidaknya sedikit dari cahaya. Dengan begitu, harapan akan terus datang."


Kalimat itu, kalimat yang sering ayahku katakan padaku. Satu-satunya yang membuatku tidak mundur untuk mencari pembunuh ayahku walaupun tidak ada petunjuk satu tahun terakhir.


"Siapa kau sebenarnya?" aku menggertakkan gigiku. Tentu, siapa pun yang bisa mengucapkan kalimat panjang itu kembali, pastilah seseorang yang dekat dengan ayahku.


"Terlalu cepat dan berbahaya untuk mengungkapkannya sekarang, Lord. Kita akan sering bertemu bertemu setelah ini jadi cepat atau lambat anda akan tahu identitas saya" lanjut pria itu sambil berdiri dari duduknya lalu menghilang setelah selesai dengan kalimatnya.


"Lord, apakah anda baik-baik saja?" tanya Arce sesaat setelah aku kembali.


"Aku baik-baik saja. Untuk sekarang, mari kita kembali. Akan aku jelaskan dalam perjalanan nanti" lanjutku dengan terburu-buru keluar dari kedai makan itu.


Kalimat yang diucapkan pria topi jerami tentang aku yang salah konsep itu membuat firasatku tidak enak. Rasanya, aku telah melewatkan beberapa hal hingga terbutakan. Lupakan tentang dirinya yang bisa dipercayai atau tidak, tapi bagaimana jika dari awal aku sudah salah dalam mencarinya??


"Arce, Anne, kita mungkin akan sibuk setelah ini. Aku akan mengulang kembali pencarian kita. Sejak awal, aku mungkin melewatkan sesuatu yang penting" Ungkapku saat kami dalam perjalanan kembali ke Styx.


"Kami akan melakukan apapun yang anda perintahkan, Lord. Kesetiaan dan hidup kami milik anda, Lord."


Setelah itu aku memutuskan untuk kembali ke Styx. Aku sudah membicarakan informasi yang aku dapatkan walau rancu pada Arce dan Anne. Karena itu mereka bilang mereka yang akan mencari tahu identitas orang yang menemuiku semalam.


Namun begitu kami sampai di Styx, sebuah peristiwa kembali terjadi. Dari gunung belakang sisi barat, longsor besar terjadi dan menyebabkan kerusakan pada sisi gerbang dan beberapa desa Demon di perbatasan.


"Anne, kirimkan pasukanmu. Kita harus mengevakuasi warga"


"Baik, Lord."


"Arce, lindungi dan buat gerbang pertahanan sementara. Akan ada banyak makhluk yang mencoba untuk menerobos masuk, jadi uruslah yang satu itu."


Setibanya kami di Styx aku langsung berangkat menuju sisi barat. Gerbang yang rusak ternyata lebih parah dari dugaanku, untungnya Alvic yang tengah memperkuat pertahanan gerbang langsung mengetahui kabarnya dan sudah melakukan beberapa tindakan pencegahan korban jiwa.


"Terima kasih atas kerja keramu, Alvic. Aku akan mengambil alihnya sekarang. Kalau begitu, tolong urus masalah pangan dan tempat tinggal warga" Ujarku pada Alvic yang berada di tempat kejadian.


Sementara itu dari kejauhan, Arce datang dengan cepat. Melesat terbang menggunakan sayapnya dengan kecepatan tinggi.


"Ada apa?" tanyaku.


"Para Goblin datang dan menawarkan bantuan. Mereka bilang, mereka tidak bisa diam saja sementara Styx yang telah membantu mereka butuh bantuan" Lapor Arce.


"Warga akan sedikit merasa tidak nyaman dalam situasi saat ini. Mereka mungkin kena imbasnya juga. Apa kau sudah menjelaskan hal ini pada para Goblin?" Jelasku sedikit khawatir.


"Sudah, Lord. Tapi mereka terus bersikeras, mereka bilang itu bukanlah masalah besar" lanjut Arce.


"Ya sudah, biarkan saja mereka. Tapi tolong awasi mereka selalu, jika situasi tiba-tiba memburuk, bawa mereka kembali ke gunung."


Itu yang aku pikirkan sebelumnya, tapi ternyata keadaan menjadi lebih baik daripada yang aku duga. Setelah menyelesaikan beberapa masalah, aku kembali ke barat Styx, aku menemukan para Goblin yang bekerja dan membantu dengan baik.


"Awalnya warga sedikit risih karena kehadiran mereka. Tapi itu hanya berlangsung sebentar, Lord. Para Goblin membantu dengan sangat baik, mereka bekerja dengan sangat keras hingga warga mendekati mereka duluan."


Yep, senang mendengarnya. Setelah kejadian Harley, aku mengumumkan tentang para Goblin yang aku biarkan tinggal di Gunung Styx. Topik itu hangat selama beberapa waktu karena mereka takut aku malah tertipu. Tapi, sekarang seperti akan berbeda.


Styx menutup dirinya dari luar tapi tidak sepenuhnya begitu. Kami Demon, juga makhluk yang suka bersosialisasi. Kami hanya melakukannya dengan cara yang berbeda demi melindungi kaum Demon.


Memang sering disalahpahami, tapi semua itu tergantung dari sisi mana kita melihat situasinya. Satu sudut pandang saja tidak cukup untuk memutuskan tempat seseorang.


...****************...


"Ohoho, ternyata kami tidak perlu khawatir pada Goblin itu. Mereka membantu kita dengan sangat baik. Aku juga sempat berbicara dengan salah satu dari mereka, ternyata mereka punya kisah yang begitu buruk dan menyayat hati" jelas Leon setengah mabuk di Bar tempat dia biasa berkunjung.


"Benar, pencarian korban juga berlangsung dengan cepat karena Indra liar mereka. Kita perlu berterima kasih atas itu pada para Goblin" sahut temannya yang duduk di sebelahnya.


"Jadi begitu, baguslah. Aku pikir itu ada bagusnya juga untuk kita" Ujarku ikut tenggelam dalam pembicaraan mereka. Lagi-lagi sambil memakan beberapa cemilan kacang yang enak ini.


"Ehh?? Lord?!! Aduhh, kenapa anda ke Bar lagi?!! Anda kan belum cukup umur, hiks" Seru Leon sambil bersendawa.


"Aku hanya mampir dan melihat keadaan kota seperti biasa. Cemilan kacang di kastil juga sudah habis, aku datang untuk membelinya" Celetukku kesal.


Selagi kami berbicara dan bercanda, Arce tiba-tiba muncul dengan wajah khawatir. Tidak biasanya Arce datang menemuiku di waktu istirahatku. Apa ada hal buruk yang terjadi?


"Ada apa?" tanyaku pada Arce, lalu mengajaknya keluar dari Bar.


"Itu bukan bencana alam, Lord. Seorang Goblin pergi mencari makanan ke atas gunung dan disana dia menemukan sebuah jejak yang aneh dan melaporkannya pada Anne. Lalu, saat saya dan Anne memeriksanya, jejak itu adalah bekas penghancuran yang disengaja. Seseorang telah menyerang Styx, Lord."