
3 Tips Meringankan Efek Samping Pasca Imunisasi Anak. Jangan Panik, ya, Mum!
Imunisasi anak tidak sepenuhnya lepas dari efek samping, yang terkadang menjadikan orangtua enggan mengimunisasikan anaknya.
Imunisasi anak merupakan kewajiban setiap orangtua untuk memenuhi hak sehat putra-putrinya. Tak dapat dipungkiri jika imunisasi terbukti dapat memberikan perlindungan menyeluruh dari penyakit-penyakit berat. Seperti Difteri, Polio, Campak, dan lainnya.
Imunisasi anak tidak sepenuhnya lepas dari efek samping. Tentu, setiap imunisasi akan menghadirkan efek samping yang terkadang membuat orangtua enggan mengimunisasikan anaknya. Padahal, efek samping imunisasi jauh lebih kecil dibandingkan jika si Kecil terpapar virus liar. Dan, Mum tak perlu khawatir jika si Kecil menunjukkan gejala sakit pasca imunisasi. Berikut beberapa tips meringankan efek samping imunisasi.
A. Demam
Demam merupakan reaksi yang acap kali terjadi setelah si Kecil diimunisasi. Dan itu merupakan hal yang cukup wajar. Mengingat tubuh si Kecil mengalami paparan virus untuk memicu antibodinya. Mum tak perlu panik jika si Kecil mulai menunjukkan gejala demam. Karena itu artinya antibodi si Kecil sedang bekerja.
Mum hanya perlu memastikan si Kecil tetap nyaman dan mendapat asupan cairan yang terjaga. Jika si Kecil mulai rewel, Mum bisa memberikan obat penurun demam dengan dosis yang sesuai dengan umur. Tetap mandikan si Kecil menggunakan air hangat untuk tetap menjaga kebersihan badannya, dan tidak menimbulkan infeksi sekunder akibat kuman di sekitarnya.
Karena itu, sebagai catatan, jangan mengimunisasi si Kecil jika sedang dalam keadaan sakit atau demam.
B. Bengkak
Bengkak kadang terjadi pada bagian tubuh si Kecil yang mendapat suntikan. Hal ini cukup normal, terlebih jika saat imunisasi si Kecil melakukan gerakan berontak atau melawan. Mum bisa memberikan kompres air dingin pada bagian yang bengkak hingga terasa nyaman.
Jika si Kecil baru saja mendapat imunisasi BCG, Mum tak perlu panik jika pada bekas tempat suntikan mengalami pembengkakan yang cukup lama. Vaksin BCG memang menimbulkan papula (bisul kecil) setelah 2-6 minggu imunisasi. Bisul kecil tersebut tidak perlu diapa-apakan, ya, Mum. Karena itu merupakan reaksi normal tubuh terhadap vaksin. Dan biasanya akan segera sembuh perlahan dengan meninggalkan parut ringan.
Namun, bila papula membesar diikuti pembesaran kelenjar regional (aksila), segera bawa si Kecil ke dokter.
C. Re-hidrasi
Untuk si Kecil yang masih menyusu, berikan terus ASI tanpa perlu dijadwal.
Persiapan Sebelum Imunisasi si Kecil
Pemberian imunisasi sangat penting sekali, Mum. Imunisasi mengajarkan sistem imunitas tubuh untuk mengenali virus berbahaya. Sekaligus membentuk antibodi alami sebagai perlawanan. Dengan begitu, imunisasi dapat menjaga si Kecil dalam jangka waktu panjang tumbuh kembangnya.
Mempersiapkan si Kecil sebelum diimunisasi sangat diperlukan sekali, Mum. Terpenting lagi adalah, orangtua harus menginformasikan kondisi seperti di bawah ini kepada dokter sebelum imunisasi dilakukan.
1. Memiliki alergi pada obat-obatan tertentu.
2. Pernah mendapat KIPI pada imunisasi sebelumnya.
3. Mendapat pengobatan steroid\, kemoterapi\, atau radioterapi.
4. Pada 30 hari atau 1 bulan sebelumnya mendapat imunisasi dengan vaksin yang mengandung virus hidup (vaksin campak\, rubella\, poliomielitis)
5. Pada 3 bulan sebelumnya menerima transfusi darah.
6. Menderita penyakit yang berhubungan dengan penurunan imunitas\, seperti leukimia\, kanker\, HIV/AIDS.
Nah, Mum, jangan segan-segan bertanya dan mencari info berkaitan imunisasi anak. Dan sebaiknya, Mum mencari info dari pihak yang kredibel dan terpercaya agar tidak ragu-ragu lagi untuk mengimunisasi si Kecil.