
Pagi harinya Daniar segera memberesi barang-barangnya. dia harus segera pindah dari rumah itu. kemungkinan Dhika akan kembali lagi untuk mengambil Zian.
Pagi-pagi sekali Rendra sudah berada di rumah kontrakan Daniar. dia membantu mengemasi barang-barang daniar.
"sudah selesai semua mas. tinggal nunggu mobil pic up nya datang."
"aku udah dapet rumah yang cocok buat kamu Nia. aku carikan yang dekat sama sekolahan-sekolahan biar kamu masih bisa jualan."
"makasih banyak ya mas.aku ngrepotin kamu lagi."
"mama Kita mau temana?"
"mau kerumah baru sayang?"
"asiiikk lumah balu!!!" Zian tampak loncat-loncat kegirangan.
"Papi papi.. Nanti Yian tinggalnya bareng papi ya" celoteh Zian pada Rendra.
"Iya sayang" mendengar ucapannya Rendra, Daniar melotot ke arah Rendra. Rendra tertawa geli melihat tingkah Daniar.
"mobil pic up nya udah datang mas. ayo kita berangkat"
"kamu sama Zian ikut mobilku aja Nia"
"Iya mas"
Sepanjang perjalanan Daniar dan Rendra tak saling bicara.hanya celotehan lucu dari Zian yang mendominasi suasana.
beberapa saat kemudian mereka tiba di rumah yang lumayan besar bercat putih dan pink warna kesukaan Daniar. sepertinya rumah ini didesain khusus untuknya. dari luar sudah kelihatan cantiknya. apalagi dalemnya.
"mas, ini terlalu besar buat aku dan Zian. sewanya berapa ini mas?nanti kalau aku ga bisa bayar gimana?"
"kamu tenang aja Dan. ini rumahku koq. kamu bayar aja semampumu.lagian kalian juga ga akan lama tinggal disni."
"kenapa mas? koq bisa?" Daniar mulai khawatir mendengar yang diucapkan Rendra terdengar menakutkan.
"hahaha.. kamu takut ya Nia?"
"karena sebentar lagi kamu dan Zian akan tinggal dirumahku".
"maksudnya? ga ngerti aku deh mas."
"hadeh... dikode in aja masih ga ngerti juga." Rendra menggaruk rambutnya gemas dengan sikap Daniar. "lugu apa polos sih kamu "
"nanti malam aku jemput ya. aku masih pengen ngenalin kamu sama seseorang Nia"
"siapa sih mas?"
"udah ntar juga tahu koq"
Sebenarnya Daniar tadi tahu kemana arah pembicaraan Rendra, tapi dia pura-pura polos saja. tapi Daniar tidak mau berharap terlalu banyak. dia juga belum siap untuk menjalin hubungan yang baru dengan seseorang lagi. apalagi sekarang prioritasnya adalah Zian. dia sudah tidak mau lagi memikirkan cinta-cintaan seperti anak muda. Daniar bisa dapat uang untuk makan dan bayar sewa rumah saja sudah Alhamdulillah. dulu sewaktu dia menjadi istri, prioritasnya adalah suami dan anak , sekarang dia menjadi ibu rumah tangga dan pencari nafkah keluarga.
*******
pukul 7 malam Rendra sudah siap didepan rumah Daniar. padahal baru 5 menit lalu dia bilang mau jemput.eh tiba-tiba sekarang orangnya sudah ada di depan pintu. Daniar tidak tahu saja kalau rumah mereka berada dalam satu komplek perumahan.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
"udah siap Niar?"
Daniar melihat kekanan kiri depan rumahnya. tapi tidak ada mobil yang terparkir disana.bukannya Daniar matre tapi tidak biasanya Rendra tidak naik mobil.
"lho mas kesini naik apa tadi?" tanya Daniar keheranan.
"Naik Kaki Nia. alias jalan kaki. walking-walking aja ya." Rendra memang selalu bertingkah konyol. tak heran Daniar selalu tertawa kalau bersama Rendra.
Daniar mengikuti arah kaki Rendra melangkah.tidak ada 5 menit mereka sudah sampai di rumah Rendra.
"lho koq disini?beneran mas?"
"iya lha emang rumah siapa lagi? ayo masuk. ibu sama ayahku udah nunggu" Daniar tercengang. ternyata rumah rendra hanya beda blok saja dengan rumah Daniar. "Dasar laki-laki aneh" ;bisik Daniar dalam hati.
tok tok tok
"Assalamualaikum"
"waalaikumsalam" tiba-tiba perempuan paruh baya membukakan pintu untuk mereka bertiga.
"ayo silahkan masuk Daniar" rupanya ibunya Rendra sudah tahu namanya. Daniar jadi malu karena sama sekali belum tahu nama bapak dan ibunya Rendra
"Terimakasih bu"
mereka diajak Bu lely makan malam bersama.
"jadi kapan kalian mau menikah?"
"uhuk uhuk.. Daniar kaget mendengar pertanyaan bu Lely.
"secepatnya bu. Rendra kemaren juga udah sempat ketemu sama ibunya Daniar bu. kalau Daniar menerima Rendra, Rendra akan segera temuin orangtua Daniar di kudus bu.
makan malam berlangsung dengan lancar . Daniar minta izin untuk pulang. Rendra mengantarnya sampai dirumahnya.
"selamat malam tuan putri.. mimpi yang indah ya. mikirin babang Rendra juga boleh" Daniar tersenyum.Rendra dan Daniar sudah seperti sepasang kekasih. namun Daniar tidak mau berpacaran lagi. walau ucapan Rendra di depan orangtunya membuktikan kepada Daniar kalau Rendra benar-benar serius.
******
"Pak, ibu lega Rendra sudah dapat pengganti Larisa.
"Ibu tahu ga kalau apa yang ibu lakukan itu menyakiti hati Rendra"
"yang penting mereka sudah berpisah sekarang."
"Gara-gara fitnah ibu, Larisa dan Rendra bertengkar hebat
"ibu fitnah apa bu tentang Larisa?"
Ibunya Rendra kaget mendengar penuturan Rendra.
"ayo bu cepat katakan apa yang ibu sembunyikan dari Rendra!!"
Rendra merasa berdosa kepada ibunya. karena sudah membentaknya.
"duduklah nak.kita harus bicara. tapi jangan marah sama ibu ya nak"
Rendra mendengar penjelasan ibunya dengan seksama..betapa teganya ibunya ikut andil dalam kehancuran rumah tangganya. Pantas saja waktu itu Larisa tidak mengatakan sepatah kata pun. ternyata ada sesuatu yang terjadi diantara mereka. dan itu terjadi karena ibunya yang merencanakan agar Rendra dan Larisa bercerai.
*******