
Peluh keringat bercucuran membasahi paras ayu wanita itu. duduk diantara para pedagang yang sedang menunggu peruntungan rezeki dari anak-anak yang pulang sekolah. sambil menggendong putra semata wayang nya, dia tak letih mencari sesuap nasi untuk dirinya dan anaknya.
Inilah takdir yang harus dijalani. dia lelah, sangat lelah tapi dia tak mau mengeluh demi anaknya yang sekarang sudah berumur 3th.
setiap harinya dia membuat es mambo susu dengan rasa buah-buahan. karena hanya itu yang bisa dia buat sekarang untuk menyambung hidupnya . wanita lulusan sarjana manajemen itu tak malu apalagi gengsi untuk mencari nafkah dengan berjualan diarea sekolah dasar. untuk bekerja di kantor mungkin bisa saja dia melamar kesana. tapi dia masih memikirkan anaknya nanti akan bersama siapa kalau dia kerja kantoran. sedangkan dia hanya sendiri dikota besar itu. kota yang sangat kejam melebihi ibu tiri
jangan tanya dimana sang suami yang harusnya menjadi tulang punggung keluarga. yang harusnya mencarikan nafkah untuk dia dan anaknya.
wanita itu sangat benci dengan mantan suaminya . ya sekarang wanita itu sudah menjadi janda. di umur yang baru 27th, miris sekali dia sudah menjadi janda. suaminya menikah lagi dengan perempuan lain. ya dengan dalih perempuan itu lebih cantik dan pintar karena menjadi wanita karir. tidak seperti Daniar yang hanya ibu rumah tangga biasa. Itulah takdirnya. harusnya laki-laki bangga dengan istri yang diam di rumah mengurus suami dan anak. tapi suami Daniar malah lebih memilih perempuan yang berkarir di luar rumah. alasannya adalah dia menganggap wanita yang hanya dirumah saja itu wanita yang tidak berguna .
"mama, tenapa ngelamun?"
"eh ya nak, maaf mama nyuekin kamu y?"
"ndak tok ma,, itu ada kakak mau beli es ma. "
"rasa coklat aja bu 2"
"ini esnya kak.makasih ya". anak itupun pergi menghampiri orang yang sedang menjemputnya. sepertinya wajah itu tak asing bagi Daniar. tapi dia lupa siapa pria itu karena hanya melihatnya sekilas.
"mama Zian laper.. "
"Zian mau makan sekarang?" Zian mengangguk dan tersenyum manis. walau hatinya sedih, Daniar tetap bahagia karena masih ada Zian yang hak asuhnya jatuh ke tangannya. y jelas karena mantan suaminya juga tidak mengharapkan Zian ikut dengannya. karena istri barunya keberatan dengan kehadiran Zian.
Zian adalah cahaya untuk Daniar. selepas ketuk palu perceraian 1th yang lalu, Daniar tak membawa harta apapun dari sang mantan suami. karena Daniar tidak bekerja, jadi tidak ada pembagian harta gono gini. dan Daniar hanya punya sedikit tabungan untuk menyewa rumah kecil dan modal usaha. syukurlah berjualan di SD-SD penghasilan Daniar sangat cukup untuk makan sehari-hari. dan yang penting dia bisa membawa Zian untuk berjualan. ini adalah awal setelah akhir dari pernikahan dahulu.
Zian juga tipe anak yang penurut. dia malah sudah bisa membantu Daniar melayani anak-anak yang membeli es waktu sangat ramai. Zian juga tidak pernah rewel.