
Namaku Cindy, aku adalah seorang gadis desa yang merantau ke kota. Selama 3 tahun aku bekerja di kota sebagai karyawan tetap di salah satu perusahaan besar. Aku tidak pernah bertemu dengan keluarga ku semenjak pergi ke kota, paling aku hanya berhubungan dengan mereka melalui hp.
Pada tahun ke 4 semenjak aku merantau, aku memutuskan untuk pulang ke desa ku. Aku pun melakukan perjalanan ke desa ku menggunakan mobil pribadi. Bisa dibilang aku sudah menjadi orang yang sukses sekarang.
Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh, akhirnya aku tiba di desa ku. Hamparan sungai dan sawah terbentang di sepanjang jalan. Biasanya di kota aku hanya mencium aroma kendaraan, dan pabrik. Tapi saat sampai di desa aku menikmati udara sejuk yang selalu kurindukan saat di kota.
Dan saat masih menikmati keadaan desa ku yang cukup banyak berubah, mata ku pun tertuju ke sebuah tol yang cukup besar. Aku pun memberhentikan mobil ku dan menatap lamat-lamat tol itu. Aku masih ingat cerita dari warga sekitar mengenai tol itu.
Semenjak aku kecil tol itu sudah terkenal, tidak hanya dari warga sekitar tapi juga dari kalangan orang yang berkunjung di desa ini. Menurut rumornya tol itu dihuni oleh makhluk tak kasat mata. Oleh karena itu, tidak boleh ada yang melintas dari tol itu padahal jika melewati tol itu jalan menuju ke kota lebih cepat sampai.
Dulu pernah ada seorang pekerja konstruksi yang buru-buru ingin pergi ke kota, karena takut terlambat dia pun melewati tol itu untuk pergi ke kota. Keesokan harinya dia ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan di simpang masuk tol itu. Pekerja itu seperti habis mengalami kecelakaan. Warga sekitar pun membawa nya ke rumah sakit. Saat dia sudah sadarkan diri dia pun mengatakan kalo dia hampir sampai ke kota tapi sebelum benar-benar keluar, dia melihat seorang perempuan dengan rambut panjang mengenakan pakaian warna putih melintas di hadapannya. Setelah melihat sosok itu dia sudah tidak ingat lagi apa yang terjadi.
"Neng Cindy" Sapa seseorang yang membuat lamunanku berhenti
"Eh Bi Tuti"
"Wah Neng Cindy udah sukses ya sekarang"
"Alhamdulillah Bi"
"Bagus lah neng masih ingat sama desa sendiri"
"Aku anggap itu pujian Bi"
"Hehe"
Aku pun sampai di rumah lama ku. Keluarga ku menyambut ku dengan suka cita. Tidak terlalu banyak perubahan selama 3 tahun terakhir di rumah ku itu.
Selama 3 hari aku di desa, aku hanya menghabiskan waktu membantu keluarga ku dan juga jalan-jalan menghirup udara segar.
Pada hari keempat aku jalan-jalan mengitari desa menggunakan mobil. Ketika hari sudah mulai malam aku memutuskan untuk pulang. Dan di saat perjalanan pulang, aku melewati tol yang terkenal angker itu. Awalnya aku hanya melewati nya. Tapi saat aku melihat sosok anak kecil menangis di simpang tol itu, aku segera menghampiri nya.
"Dek..." Sapa ku membuka kaca mobil ku
"Kak...Mainan ku terlempar ke sana" Ucap anak itu menunjuk boneka yang ada di samping pohon beberapa meter di dalam tol itu
"Kok bisa terlempar ke sana dek?"
Jalanan pun mulai sepi karena sudah gelap, karena tidak tega melihat anak itu menangis aku pun segera menyetir mobil ku masuk ke dalam tol itu. Saat itu aku langsung teringat cerita pekerja konstruksi yang ditemukan secara memprihatinkan di tol itu.
Tapi aku merasa lega karena hanya akan masuk beberapa meter saja ke dalam jadi tidak akan ada yang terjadi pikirku. Ketika mobil ku sudah sampai di boneka anak itu, aku pun segera turun dari mobil ku dan bergegas mengambil boneka itu.
Saat aku sudah berada di luar mobil, hawa dingin langsung menyelimuti tubuh ku. Segera kuambil boneka itu dan kembali masuk ke dalam mobil. Tapi ketika aku ingin membuka pintu mobil ku, aku melihat sosok perempuan putih terbang di belakang ku dari kaca mobil. Aku pun langsung pingsan saking takutnya.
~
~
Keesokan harinya aku terbangun di dalam mobil ku. Aku melihat kalo aku masih berada di tol itu. Aku pun segera keluar dengan kecepatan tinggi dari tol itu. Ketika sudah sampai di rumah keluarga berteriak melihat ku.
"Cindy!!!" Teriak mereka panik
"Ada apa?" Tanyaku heran
"Dari mana saja kau?!" Tanya abang ku
"Aku semalam ketiduran di jalan"
"Semalam apanya? Kenapa kau tidak kabari orang rumah? Kau sudah gila membuat kami semua panik? Bagaimana kalo ada yang terjadi pada mu?!!" Ujar Tante ku
"Maaf Tante"
"Yang penting kau sudah pulang Nak" Ucap ibuku
Mereka pun menyuruh ku untuk membersihkan diri.
"Lira, mengapa mereka begitu panik? Sampe tante juga ada di sini?!" Tanya ku pada adekku
"Tentu saja kami semua panik. Kakak kan sudah menghilang selama seminggu"
"Apa?? Seminggu?!!"