
Boneka Aneh (Bagian 1)
Belasan tahun yang lalu, ada sebuah keluarga yang kehilangan anak mereka satu-satunya. Kedua pasangan suami istri ini, merasa kesepian tanpa keberadaan anak sewata wayang mereka. Mereka membuat boneka cantik yang memiliki kemiripan yang hampir sama dengan puteri mereka. Mereka menganggap boneka itu sebagai anak mereka sendiri.
Selain itu, pasangan suami istri ini memperlakukannya seperti anak manusia pada umumnya. Sang ibu yang memakaikan pakaiannya. Ia juga menyiapkan sarapan, berkeyakinan agar arwah anaknya tak kelaparan. Tak lupa, wanita itu juga memandikannya dengan penuh kasih sayang, seolah merawat anaknya sendiri.
Tak hanya itu, sang ayah tiap kali pulang kerja, selalu mencium boneka tersebut. Ia mengusap kepalanya sambil mengecup keningnya. Sang ayah juga membelikan banyak mainan dan main bersamanya, seolah benda itu adalah anaknya. Kerap kali, ia menyanyikan lagu tidur atau menceritakan dongeng pada boneka tersebut. Ia tak pernah lelah dan selalu tersenyum pada boneka itu.
Keanehan yang terjadi pada keluarga tersebut, mengundang prihatin yang mendalam. Para tetangga mereka memanggil psikiater untuk menangani sepasang suami istri itu. Dan akhirnya, pasangan tersebut dibawa dan dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Akan tetapi, boneka yang mereka namakan sebagai Kesha, tetap berada di Rumah itu hingga boneka yang awalnya kosong, kini terisi dengan arwar Kesha.
Karena Rumah itu kosong, hal tersebut dimanfaatkan oleh pihak lainnya. Ia menyamar sebagai salah satu keluarga dari pasangan suami istri itu, meyakinkan para tetangga akan menjaga dan merawat rumah itu dengan baik. Ia bersikap baik pada mereka dengan memberikan nasi kotak atau kebutuhan yang lainnya. Mereka berpikir, dia adalah pria yang baik.
Tak ada satu orang pun yang curiga terhadapnya. Akan tetapi, kepercayaan mereka disalahgunakan. Ia menggunakan rumah tersebut untuk tempat penculikan. Mara, gadis kecil berusia 10 tahun diculik olehnya dan membawa gadis itu ke Rumah tersebut. Penculikan itu bukan berdasarkan untuk menebus dengan harga yang mahal. Ia menculik Mara untuk menjual seluruh organ dalam tubuhnya.
Tangan dan kaki Mara terikat. Mulutnya diikat menggunakan kain. Ia tak bisa berteriak minta tolong. Disaat ia tak berdaya, ia melihat boneka kesha duduk manis seakan boneka itu menatapnya. Sepintas, Mara melihat boneka kesha bergerak. Lalu, boneka itu terjatuh tanpa ada yang menyentuhnya. Seperti ada seseorang yang menolong Mara, ikatan yang melekat pada tubuhnya, terlepas begitu saja. Kini, Mara terlepas dari jeratan yang menyiksanya.
Mara mengambil boneka kesha, lalu menatapnya dengan penasaran. Anehnya, boneka itu merespon. Boneka kesha berbicara pada Mara selayaknya 'ia ada'. Mereka bahkan bermain bersama, tertawa bersama, hingga bernyanyi bersama. Tak terasa, pria yang mencuri Mara kembali ketempat itu. Pria tersebut kaget saat melihat ikatan Mara terlepas. Mara tak menyangka pria itu akan kembali padanya.
Pria tersebut menarik paksa Mara hingga mengikatnya kembali. Boneka kesha yang dipegang Mara terjatuh dilantai. Pria itu memegang pisau, hendak mengambil organ tubuh Mara. Akan tetapi, leher pria itu seakan tercekik. Pencuri tersebut kaget saat melihat boneka K**esha mencekiknya dengan kuat. Ia berusaha keluar dari belenggu yang menyiksanya.
Pria itu berlari ketakutan sambil mengarahkan pisau kearah boneka tersebut. Boneka Kesha tertawa cekikikan. Saat pria itu membuka pintu, ia terseret. Rasa takut terus bermunculan. Ia merasakan darah segar keluar dari pelipisnya. Tak butuh waktu lama untuk menghilangkan nyawa pria tersebut.
Kejadian itu membuat suasana semakin mencekam. Mara yang awalnya mengira boneka itu lucu, kini ia berinisiatif untuk keluar darisana. Ia merinding melihat boneka Kesha begitu sadis menghilangkan nyawa seseorang.
"Kesha, a..aku pu..pulang dulu, ya." Ucap Mara sambil ketakutan melihat boneka kesha.
"Jangan! Ayuuk, kita main saja disini selamanya!"
"Pa...Pa dan M..Mama.. ku sedang me..mencariku." Ucap Mara terbata-bata. Tatapan boneka kesha terlihat marah. Semua benda yang berada disekeliling Mara bergerak dengan sendirinya. Mara tak tahu harus berbuat apa. Ia hanya meminta maaf pada boneka kesha. Seketika itu, benda yang bergerak, kini terdiam.
"Ayo Mara, kita main lagi!" Ujar boneka kesha. Mara menelan ludah. Mau tak mau, ia menuruti permintaannya. Setelah berjam-jam mereka habiskan waktu untuk bermain, Mara terlihat lelah. Wajahnya pucat.
"Kesha, aku lapar. Aku ingin makan." Ucap Mara dengan suara lemah.
"Tutup matamu, Mara!" Ujar boneka Kesha. Mara menutup kedua matanya.
"Kenapa hanya dilihat? Ayo makan!"
"Eh. I..iya Kesha." Mara makan dengan lahap. Ia berpikir, boneka kesha tidak sejahat yang ia pikirkan. Boneka Kesha masih memiliki rasa kebaikan tersendiri. Kebaikannya membuat Mara betah tinggal di Rumah tersebut. Akan tetapi, ia merasa bosan. Mara ingin keluar Rumah untuk menikmati udara segar. Mara tak ingin bermain dengan boneka Kesha. Melihat raut wajah Mara yang berbeda, dia menatap Mara dengan marah. Mara mencoba mengalihkan perhatian boneka Kesha.
"Ke..Kesha kita main diluar, yuuk! Aku ingin berada diluar." Ucap Mara.
"Kamu tidak ingin kabur dariku, kan?" Tanya boneka Kesha dengan tatapan gelisah.
"Ti...Tidak kok. A..Aku tidak akan meninggalkanmu." Ucap Mara meyakinkannya.
"Ayo! Bawa aku keluar." Ucapnya dengan semangat. Mereka pun keluar dari tempat tersebut. Mara lega, dia bisa menghirup udara bebas diluar. Ia merasakan sinar matahari yang menyinari wajahnya. Ia tersenyum. Mara berputar-putar seolah-olah ia berada ditengah hujan. Orang-orang disekitarnya merasa aneh dengan Mara. Mereka tak berani mendekati Mara. Tak hanya itu, Mara juga berteriak sambil tertawa. Ia hanya senang. Akan tetapi, tatapan orang disekelilingnya semakin takut. Mereka mengira, dia gila.
Keanehan tak terjadi dua kali, mereka melihat Mara seakan berbicara pada dirinya sendiri. Padahal, dia sedang berbicara pada boneka Kesha. Keanehan demi keanehan yang terjadi pada diri Mara, tak membuat orang lain mendekatinya. Akan tetapi, seorang ibu berusia 50 tahun an datang pada Mara karena kasihan.
"Dik, kamu sendirian saja. Mana orang tuamu?" Tanya ibu tersebut. Mara bingung mau jawab apa karena boneka Kesha ada bersamanya.
"Ah... I...Itu Ibuku sedang membeli beras disana." Mara menunjukkan sebuah toko kecil yang berada tak jauh darinya.
"Ayoo aku antar ke ibu mu!"
"Ga..Gak usah. Terima kasih, Bu." Mara pergi meninggalkan ibu tersebut. Wanita itu menatap Mara dengan heran. Tanpa disadari, Mara berkeliling sudah menghabiskan dua jam. Hari semakin sore. Ia ingin pulang, namun tak ingin kembali ke tempat itu. Ia ingin pulang ke Rumahnya, tetapi tak tahu kearah mana ia pergi.
Mara mendapatkan ide. Ia mencari sebuah keramaian. Ia melihat anak-anak Sekolah berdesakan untuk pulang. Kesempatan itu digunakan oleh Mara untuk melepaskan boneka Kesha. Semakin lama, Mara hilang ditengah kerumunan itu. Boneka Kesha terjatuh dan kotor terkena injakan mereka. Saat itu, seorang gadis imut memungutnya. Ia membersihkan bagian boneka itu yang kotor. Ia mambawanya pulang. Boneka lucu dengan sejuta aura mistis berada didalam Rumahnya. Kini, dia siap untuk bermain.
Boneka Aneh (BAGIAN 1) TAMAT
Like and comment, please...
Bagi yg mau memberikan kisah cerita horror, harap comment dibawah, ya.. Cerita yang paling menarik, akan di buat pada episode selanjutnya.
Happy Reading Guys~~