Horror Story

Horror Story
Boneka Aneh 3



Risa datang dengan hati yang gembira. Ia ingin melihat, apa ada orang yang ingin menjahatinya lagi. Kehadiran Risa membungkam semua murid yang ada disekitarnya. Mereka tak berani dengan Risa. Tidak ada yang berbuat sesuka hati padanya. Saat Risa memasuki kelasnya, terasa sunyi, tak seperti biasa. Risa tak peduli. Ia memilih duduk dibangkunya.


Saat pelajaran berlangsung, ia tak sengaja mendengar dua orang berbisik-bisik dibelakangnya. Ia penasaran apa yang mereka gosipkan. Ia bersandar pada kursi agar bisa mendengar suara percakapan mereka.


"Kasihan, ya, Vika. Aku tidak menyangka kalau dia bisa mati di kamar mandi." Bisik Chaca.


"Katanya sih terpeleset." Bisik Merry.


"Ah, gak mungkin! Aku dengar, dia udah mati saat di Kamar Mandi." Ucap Chaca.


"Eh, kalian pada bahas Vika, ya?" Tanya Victor, kepo.


"Ssst! Jangan keras keras!" Ujar Merry.


"Lah kenapa? Kan semua pada tahu kalau Vika mati di kamar mandi." Ucar Victor.


"Duh, anak ini. Kamu gak tahu, ya, kemarin Vika dan Risa bertengkar. Kudengar, Vika membully Risa, tetapi gak tahu kenapa Vika malah takut dengan Risa. Ia bahkan pucat saat melihat Risa." Terang Merry.


"Bagus, dong! Itu artinya Risa tidak dibully lagi oleh Vika dan kawan-kawan." Ucar Victor.


"Duh, nih, anak ya, gak ngerti juga. Kamu tahu gak, sejak kemarin, Risa tuh aneh. Ia tertawa-tawa sendiri, bahkan bicara sendiri. Saat ada orang datang dan mengganggunya, orang itu malah kena sial" Tukas Merry.


"Ih, merinding banget." Ujar Victor. Sesaat, Victor merasakan ada sebuah tangan yang mencengkeram lehernya. Cengkeraman itu sangat kuat hingga terdapat goresan pada leher Victor. Ia keluar dari ruang kelas tersebut dengan suara histeris. Tak hanya Victor, Merry juga merasakan aneh pada sekujur tubuhnya. Ia merasakan tubuhnya seakan ditindih oleh seseorang, namun lagi-lagi tak ada orang yang menindihnya. Ia melihat sekelilingnya dengan tatapan aneh. Chacha, teman sebangku Merry heran melihat sikapnya yang tak biasa.


"Kamu kenapa, Merry?" Tanya Chaca.


"Ah, Aku tidak apa-apa." Ucap Merry. Namun, ia merasakan keringat dingin pada sekujur tubuhnya. Karena merasa tak sehat, ia izin pada Guru untuk pergi ke UKS. Disana, ia terbaring seorang diri. Suasana UKS sangat sepi. Entah kenapa, tak ada satu orang pun berada disana. Merry berusaha tak peduli. Ia menutup kedua mata.


"Merry! Merry!" Panggil boneka Kesha padanya. Ia kaget dan melihat sekelilingnya, tetapi tak menemukan siapapun. Ia merinding. Dia tak menyangka UKS berubah menjadi tempat yang menyeramkan. Padahal, sebelumnya tidak. Merry tetap tenang dan tak peduli. Ia menutup mata kembali. Satu detik berlalu. Dua detik terlewati. Dan saat tiga detik, ia merasakan seseorang menyentuh wajahnya. Jemari nya menekan kulit wajah Merry hingga terkelupas. Merry merasakan perih yang menyiksa dirinya. Lalu, ia membuka mata kembali. Saat membuka mata, ia melihat sesosok penampakan yang mengerikan dengan mata yang penuh darah. Merry teriak histeris ketakutan. Ia


"Merry, tenang! Merry, tenang!" Ujar guru bernama Susan. Susan merupakan guru agama yang juga bekerja sebagai guru spiritual. Susan merasakan ada keanehan pada diri Merry. Ia merasakan Merry sudah ditandai. Ia menyentuh Merry, lalu melakukan pengusiran dengan membacakan mantra-mantra suci. Kemudian, Merry merasa tenang.


"Katakan, pada bu Guru sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Bu Susan. Merry pun menceritakan segala sesuatu keanehan sejak bergosip mengenai Risa. Merry juga menceritakan padanya soal kematian Vika serta teman-teman Vika yang dibuat tak berdaya oleh Risa. Saat itulah, Susan mengerti. Ia diam diam menyelidiki tentang Risa.


Susan melihat Risa saat ia memasuki Ruang kelasnya. Ia merasakan ada aura aneh yang mengelilingi Risa. Aura yang sangat kuat dan berbahaya. Untuk itu, Susan memiliki rencana untuk mengadakan ulangan. Ia berkeliling untuk melihat hasil kerja murid-muridnya. Saat ia mendekati Risa, ia merasakan aura yang sangat kuat dan ia yakin aura itu berasal dari tas milik Risa. Ia memilih waktu untuk mengecek apa isi tas Risa.


Istirahat berlangsung, hal itu dimanfaatkan oleh Susan untuk melihat tas Risa, lalu ia menemukan boneka Kesha. Saat menyentuhnya, tubuh Susan terhuyung. Karena tak mau kalah, ia membaca mantra untuk menyerang boneka Kesha. Akan tetapi, boneka itu tak menyerah. Ia terus menggunakan kekuatan mistisnya untuk mengelabuhi Susan. Susan tak ingin kalah. Ia berusaha menang. Akan tetapi Susan kembali terlempar. Susan tak menyangka jika lawannya cukup kuat untuk bisa menyerangnya.


Ia tampak kaget, saat boneka Kesha berubah wujud menjadi lebih besar. Bentuk mata nya yang mengerikan, wajah yang berubah menjadi buruk rupa, serta cakaran kuku nya yang panjang."Sepertinya ini adalah wujud yang sebenarnya." Gumam Susan. Makhluk itu tertawa lebar padanya.


"Baru kali ini, ada seseorang yang membangunkanku. Sekarang, tamat riwayatmu! Hihihihi..."Makhluk tersebut melesat dengan cepat, ia berada dibelakang Susan, lalu melempar Susan seperti mainan kecil. Susan kesusahan untuk melawannya. Ia tak menyangka wujud aslinya sebesar itu. Kemungkinan, selama ini roh yang bersemayam dalam boneka itu bukan hanya satu roh, melainkan beberapa roh, sehingga saat mereka semuanya marah, mereka menunjukkan jati diri yang sebenarnya.


Susan mengucapkan mantra sekali lagi. Kali ini ia harus berhasil. Mulutnya berkomat-kamit. Ia mengitari makhluk tersebut sambil berjongkok, lalu ia menggambar lingkaran menggunakan kapur, dan makhluk itu lah sebagai titik tengah. Ia bergerak cepat agar makhluk itu tak keluar dari arena yang ia buat. Akan tetapi, makhluk tersebut terus melancarkan serangan yang berbahaya padanya. Badan Susan bergerak kanan kiri untuk menghindari serangan, tanpa perlawanannya. Kali ini, ia harus berhasil. Ia tak boleh kalah.


Kemudian, ia berdiri saat titik pertama bertemu dengan titik terakhir. Langkahnya mundur. Ia menyaksikan makhluk itu merasakan panas menggelegar. Dengan segala upaya, makhluk tersebut melawan, namun lingkaran yang dibuat oleh Susan bercampur mantra, membuatnya tak bisa bertahan lama. Pada akhirnya, makhluk itu hancur berkeping-keping.


Setelah itu, Susan memegang boneka Kesha yang tanpa roh. Ia menerawang boneka tersebut, untuk mengetahui asal muasal tempat boneka itu berada. Kemudian, ia hendak membawanya ke suatu tempat, tetapi Risa melihat hal itu. Risa mencegah Susan. Ia tahu kalau Risa masih berada dibawah pengaruh boneka Kesha. Ia berusaha menyadarkan Risa dengan mantra yang ia pelajari.


Saat itulah, Risa terlepas dari pengaruh jahat boneka Kesha. Risa pingsan. Susan membawanya ke UKS. Dan setelah itu, Susan membawa boneka Kesha ketempat yang seharusnya ia berada. Susan menyerahkan boneka itu pada sepasang suami istri yang berada di Rumah Sakit Jiwa. Mereka adalah pembuat dari boneka tersebut. Dia hanya mengembalikan pada titik semula. Sedangkan, sepasang suami istri itu senang melihat anaknya kembali pada mereka. Saat Susan pergi darisana, sejumlah roh tertarik pada boneka itu. Boneka Kesha kembali tersenyum dan siap bermain.


TAMAT-Boneka Kesha 3


**Like & Comment, ya...


Happy reading**~~