Horror Story

Horror Story
6.Teman Astral



Putri ku bernama Lizzy, dia sudah menjadi seorang yatim pada umurnya 3 tahun. Sekarang dia berumur 5 tahun. Seperti kebanyakan anak seumurannya Lizzy sangat suka bermain. Dan memang lokasi rumah baru kami juga dekat dengan taman bermain anak-anak.


Akhir-akhir ini aku tidak bisa meluangkan waktu untuk bermain dengan nya karena sibuk dengan pekerjaan di kantor. Jadi mau tidak mau Lizzy harus ditinggal sendiri sampe pekerjaan ku selesai.


"Lizzy sayang...Mama sepertinya lebih lambat pulang daripada yang biasanya"


"Tidak masalah kok ma"


"Lizzy gak apa-apa ditinggal lebih lama?"


"Tidak...Lizzy punya teman kok"


"Oh ya? Siapa nak?"


"Namanya Rico. Dia laki-laki seumuran denganku Ma, dia tiap hari menemani ku sampe mama pulang"


"Baguslah kalau begitu, tapi mengapa kau tidak pernah mengajaknya main ke sini?"


"Setiap mama pulang dia juga sudah pergi"


"Apa rumahnya juga di dekat sini?"


"Iya katanya rumahnya juga di dekat sini Ma"


"Baguslah kalo begitu. Kalo begitu Mama berangkat kerja dulu ya sayang"


"Iyaa Ma"


Akupun pergi ke kantor dan meninggalkan Putri ku itu. Sekarang aku lebih lega meninggalkan nya karena mengetahui bahwa dia mempunyai teman yang selalu menemaninya.


Dan sudah selama seminggu Lizzy selalu menceritakan tentang anak yang bernama Rico itu padaku. Sebenarnya aku sangat ingin bertemu dengannya, dan terkadang aku juga lebih cepat pulang agar bisa menemuinya. Tapi setiap aku pulang, aku hanya melihat Lizzy sendirian berada di taman. Dan saat aku bertanya dia bilang kalo anak yang bernama Rico itu baru saja pulang.


Karena penasaran aku pun memutuskan untuk tidak pergi ke kantor pada hari itu.


"Mama kok belum pergi?" Tanya Lizzy


"Mama hari ini libur Nak"


"Serius ma?"


"Iyaa, jadi seharian ini mama akan menemani Lizzy bermain"


"Horee...Asyik"


"Kau juga bisa mengajak teman mu yang bernama Rico itu"


"Benarkah Ma?"


"Iyaa Nak"


"Kalo begitu kita langsung ke taman saja"


"Mengapa kita harus ke taman, kau bisa mengajak nya ke sini. Kita akan memakan cemilan bersama"


"Hmmm,, Ya sudahlah kita aja yang ke sana"


"Iyaa Ma"


Lizzy pun menggandeng tangan ku ke taman yang tidak terlalu jauh dari rumah kami itu, Dan saat kami tiba di taman, Lizzy memanggil seorang anak kecil seumurannya yang sedang bermain pasir.


"Rico"


Anak itu pun berbalik dan tersenyum.


"Haii Rico, hari ini aku mengajak Mama ku untuk ikut bermain"


Anak yang bernama Rico itu pun hanya tersenyum lagi


"Nak Rico, saya mama nya Lizzy. Terimakasih ya Nak sudah menemani Lizzy saat saya tidak ada"


"Iya Tante" Jawabnya dengan suara yang serak


"Nak Rico sedang sakit?"


"Tidak Tante"


"Jadi Nak Rico tinggal di mana?"


Rico pun menunjuk rumah yang berada di ujung taman tersebut.


"Orang tua Nak Rico ada di rumah?"


Rico pun hanya menggelengkan kepala nya sembari tersenyum


"Kata Rico orangtuanya udah gak ada Ma" Jawab Lizzy


"Maafkan Tante sudah bertanya seperti itu Nak"


Dia pun hanya tersenyum lagi


Lizzy dan Rico pun bermain bersama sepanjang hari. Sedangkan aku hanya memperhatikan mereka dari kursi taman. Aku memang merasa cukup aneh dengan Rico, karena dia jarang sekali bicara hanya tersenyum setiap ditanya.


Ketika hari sudah menjelang sore, akupun memanggil Lizzy agar segera pulang.


"Lizzy, sudah mulai sore Nak. Kita pulang yuk"


"Yah...sayang sekali. Ya udah deh, aku pulang ya Rico"


Dia pun hanya tersenyum lagi.


Akupun segera membawa putriku pulang dan saat berbalik ke belakang, aku melihat Rico sudah tidak ada lagi. Aku pun memerhatikan rumah yang ditunjuk Rico tadi, seharusnya dengan jarak segitu dia masih nampak ketika dia berjalan pulang. Saat itu aku tidak terlalu memikirkannya.


Saat sudah jam 9 malam, Lizzy tiba-tiba ingin dibelikan coklat. Memang rumah kami juga cukup dekat dengan supermarket. Akupun segera pergi ke supermarket. Dan di saat perjalanan pulang aku melihat Rico sedang berdiri di depan rumahku.


Saat aku hendak menyapanya, anak itu sudah berlari ke rumah orang-orang dengan menembus jendela mereka.