HII NAINA

HII NAINA
Episode 8



"Lah kok Naina pergi sih?"Ucap Nanda sambil menatap kepergian gadis itu.


"Itu semua gara-gara kalian semua,dah bikin dia badmood!!"


Setelah itu Nanda pun berdiri lalu pergi dari tempat itu meninggalkan mereka semua yang memasang wajah tanda tanya?


"Nan, Nanda.Jangan pergi dong,nanti abwang Galang kesepian,hhhh...."


Zaki menoyor kepala Galang.membuat cowok itu meringis kesakitan.


"Sakit gila!!"Cetusnya.


Sedang Renaldy, rahangnya mengeras, mengepalkan tangan lalu memukul meja sangat keras.Membuat Alesya dan dua temannya terkejut bukan main.


Renaldy berdiri kemudian pergi meninggalkan kantin dan tentu saja di ikuti oleh buntut nya, siapa lagi kalau bukan Galang dan Zaki.


Alesya menatap punggung cowok itu, pikirannya mulai kemana-mana.


Siapa sih tuh cewek? kenapa Rey semarah itu,liat cewek baru itu pergi?apa ada hubungan?tapi mereka kan baru aja ketemu?!


Alesya bertanya-tanya pada pikiran nya sendiri.


-------


"Sialan!!"


Nana terus saja mengumpat tentang kejadian tadi,ia juga bingung akan pikirannya mengapa harus semarah itu melihat Renaldy bersama wanita lain,bahkan tak bisa mengontrol diri nya sendiri.


"Nai,jalan jangan cepet-cepet dong"


Nanda berteriak dan berusaha mengejar cewek yang jalannya kaya kilat.


Nana sekali pun tak merespon teriakan seseorang yang menyerukan namanya itu, kalau bukan siapa lagi Nanda.


Dia berjalan terburu-buru sambil mengumpat dirinya sendiri,sampai tak sadar jika menabrak seseorang.Ia jatuh ke lantai dengan posisi pantat nya tak mulus mendarat ke lantai.


Untung saja orang yang di tabrak Nana tidak ikut terjatuh juga.Orang itu mengulurkan tangannya membantu Nana agar bisa bangun.


Nana mendongak menatap orang yang tadi ia tabrak,kini matanya membulat sempurna.Ia pun membalas uluran tangan orang itu lalu bangun.


"Kok Lo lagi sih?"


Ucap Nana sambil membersihkan rok nya yang kotor akibat terjatuh tadi.


"Ini kedua kalinya Lo nabrak gue,tapi kali ini Lo yang salah jalan kok pake cemberut gitu"Balas Zio tertawa.


"Naina!Lo kenapa?!"


Teriak Nanda setelah melihat Nana di bantu bangun oleh Zio dengan suara yang membuat gendang telinga terasa pecah,bahkan semua siswa langsung menutup telinga mereka rapat-rapat.Nanda berlari menghampiri mereka berdua,saat sampai ia langsung memeriksa kondisi Naina,membuat Naina jengah.


"Ada apa sih Nda? goyang-goyang tubuh gue?kan gue jadi nya pusing!"


"Gue mau mastiin aja kalo bagian tubuh Lo aman semua,gak ada yang ilang"


"Heh,ya kali cuma karena jatuh aja bisa ngilangin anggota tubuh!Gila Lo"


Nana menoyor pelan kepala Nanda membuat gadis itu meringis tapi masih memasang wajah watados nya yang menyebalkan.


"Ya kali aja, bagian tubuh Lo udah ilang di ambil sama si Rey.Hee...."Nanda tertawa puas melihat reaksi wajah mereka berdua.


"Ngomong apa sih!!Hee.."


Nana menekan setiap kata,sambil menginjak sepatu Nanda.Nanda kembali meringis,ia sangat menyesal berteman dengan cewek super duper galak kaya Naina,tapi sejak awal bertemu,Nanda sudah mulai sayang pada gadis ini.


Zio mengerutkan keningnya melihat reaksi wajah Nanda yang seperti sedang kesakitan.


"Lo kenapa Nda?"Zio bertanya.


"Enggak kok,kita pergi dulu ya.By Zio"


Ucap Nana tersenyum manis sambil melambaikan tangan,lalu menarik tangan Nanda pergi meninggalkan Zio yang masih mematung.


Detak jantung Zio seketika berdebar kencang melihat senyuman manis Nana,ia meraba dadanya sambil menatap kepergian gadis itu.Kali ini gadis itu telah membuat Jantung nya tak sehat.


------


Bel masuk sudah berbunyi,Nana dan Nanda sudah duduk di tempat nya menunggu kedatangan seorang guru.Tak butuh waktu lama sosok pria paruh baya,dengan kepala botak,berkumis,dan juga memiliki perut yang buncit.Tengah berjalan masuk ke dalam ruangan kelas.


"Selamat siang anak-anak"


Ucap Pak Dodi guru bahasa Indonesia,ia menjatuhkan tubuhnya ke kursi tempat ia mengajar dengan menghadap ke anak didiknya.


"Siang pak..."


Antusias semua murid di kelas itu.


"Tumben Rey and friends gak bolos"Tukas pak Dodi saat mata telanjang nya melihat tiga makhluk yang gak pernah masuk pada saat jam pelajaran nya sedang duduk manis di kursi nya.


"Lah bapak ini gimana sih?kita masuk kelas di komen,kita gak masuk kelas juga di komen.Kan saya juga mau tobat pak,masa iya mau nakal Mulu,hee"Jawab Zaki sambil tertawa.


"Saya rindu sama bapak.makanya saya gak bolos,Hee.. "Sahut Galang sambil tertawa.


Sedang Renaldy tak ikut-ikutan menyahut pak Dodi,ia hanya menompangkan wajah nya ke arah samping dengan tatapan menatap wajah gadis di sebrang sana yang tengah tertawa melihat ocehan kedua temannya.Terdengar tawa kecil Renaldy saat melihat ekspresi wajah Nana.


"Apaan tuh si Galang sama Zaki,ngomong gak ada fae---- eh eh Nai,Lo di liatin Mulu tuh sama Abwang Rey"


Refleks Nanda membelokkan perkataan nya saat mendapati Renaldy tengah menatap Nana dengan senyuman yang tak pernah di berikan ke pada orang lain.


Nana mengikuti arah pandang Nanda.Saat manik matanya bertemu dengan manik kelam mata Renaldy, Nana langsung memalingkan wajahnya.Tetapi Nanda heboh tetapi dengan intonasi nada yang rendah.


"OMG... OMG... Rey beneran liatin Lo Nai!"Nanda menggigit kuku jarinya tak percaya.


Sebenarnya yang membuat Nanda heboh bukan karena cowok itu memandangi Nana, melainkan senyuman cowok yang melelehkan hati setiap orang yang melihatnya.Kecuali Nana,dia malah nampak gelisah mengetahui kalau Renaldy sedari tadi memandang nya.


"Hutss,jangan berisik kasian pak botak gak ada yang dengerin"


Nana mencubit paha Nanda, hingga membuat gadis itu meringis sambil menatap sebal wajah Nana.


"Anak-anak Minggu kemarin kita sudah belajar tentang pantun,jadi hari ini kita gak usah nyatet"


Pak Dodi memberi info pada anak didik dan di sambut baik oleh mereka semua, apalagi kalau bilang gak usah nyatet.


"Waw bapak mantap aku sih YESS"


"Bapak baik hati deh, ganteng pula walau botak,Hhhh..."


"Saya jadi gak mau bolos deh kalau tiap ketemu pelajaran bapak, apalagi tiap hari Free kek gini,He... Hee.."


"Tapii... hari ini kita akan latihan,Hhh... gimana?gimana bapak baik kan?Hhh... gak usah di jawab saya memang baik hati kok Hhh.... Hhh..."


Sorak gembira mereka berhenti kala mendengar suara pak Dodi yang menggema ke seluruh ruangan kelas,semua siswa mendelik tajam ke arah guru botak itu.


"Seumur-umur baru kali ini gue ketemu guru botak, nyebelin pula!"Batin Nana.


"Iya pak,gak adil itu mah.Kalau gitu bapak gak baik hati!!"Bayu pun ikut menimpali.


"Bener tuh pak!!"


Semua murid di kelas pun ikut mengiyakan protes mereka berdua.


"Bapak kasih tugas gak banyak kok hanya 40 aja,5 nya esai.Baik kan bapak?ayok buruan siapin kertas dan pulpen di meja.Bapak kasih waktu lima belas menit,harus udah selesai semua tugasnya"pak Dodi tak menghiraukan protes anak didik nya itu,ia tetap akan memberikan tugas pada mereka hari ini.


"Saya belum belajar pak"


"Nanti aja ya pak ngasih tugasnya"


"Pak tiba-tiba buku saya ilang,terus pulpen nya abis pak."


"Bapak kan belum ngopi?saya beliin ya pak? gratis ini mah khusus buat bapak,asal gak jadi ngasih tugasnya."


"Lah pak banyak banget tugasnya, pulpen saya udah mau masuk UGD nih..."


"Boro-boro mau ngerjain tugas 40 soal,5 biji aja saya harus semedi dulu...!"


Berbagai macam alasan yang di lontarkan setiap murid agar pak Dodi mengundurkan niatnya.


"Satu! kalau masih ada yang protes bapak kasih tugasnya nambah, gimana baik kan bapak?Hhh... dua!tig--"


"Nanti dong pak,belum juga ngambil pulpen!"


Yang waktu malem belajar langsung sujud syukur dan yang waktu malem sibuk main PS gak peduli sama belajar atuh siap aja sujud sungkur,Hhh....


Nana menyambut baik ucapan pak Dodi,untung saja ia punya mama yang bawel yang teriak-teriak memintanya untuk belajar,Hhh... makasih My Mother.Pikirnya.


Mereka semua mau tak mau harus ikut mengerjakan tugas yang di berikan oleh pak Dodi.Galang dan Zaki sibuk masing-masing mencari contekan pada siswa yang menurut nya pintar.Bayu sih tenang di sampingnya ada Bad boy yang pintar tapi gak sombong siapa lagi jika bukan Renaldy.


"Woy Bay, gue nyontek mana buruan"


Zaki menepuk pelan pundak Bayu, memberi kode keras agar cowok di depannya memberikan contekan.


"Ehm!gak boleh ada yang nyontek, kalau ketahuan bapak tambahin tugas nya!"


Ancam pak Dodi melirik ke arah Zaki, membuat cowok itu kikuk. walaupun ia sibuk akan pekerjaannya tetapi akan terus mengawasi gerak-gerik anak didiknya.


"Pak!"


Renaldy mengangkat satu tangannya.


Pak Dodi pun melirik pada Renaldy,ia membuka kacamata."Ada apa Rey?"


"Saya boleh pindah tempat duduk gak? saya kan pintar takutnya mereka semua yang gak mau usaha nyontek sama saya pak"


Keluh Renaldy sambil melirik pada ketiga temannya yang tukang nyontek gak mau usaha itu. Sombong dikit gak apa, banyak juga baik pikirnya.


Pak Dodi berpikir, benar juga.Ia manggut-manggut."Benar juga,kamu mau pindah ke mana?duduk sama siapa?oh duduk sama murid baru aja ya, gimana Naina?"Pak Dodi beralih menatap gadis yang tertegun itu.


"Bapak pinter banget cowok ganteng itu cocok duduk sama cewek cantik, makasih deh... bapak memang baik hati dan juga pengertian."Renaldy menyambut antusias.


"Lah kok sama saya pak?nanti Nanda duduk sama siapa?"protes Naina tentunya tak setuju akan ajuan pak Dodi.


"Nah bener tuh pak,nanti Nanda duduk sama siapa?mending Rey gak usah pindah. Rey jangan pindah dong kita nanti nyontek sama siapa?"Timpal Galang tetapi di akhir kalimat nya ia menarik tangan Renaldy dan berbisik kecil,berkode.


"Gimana pak?setuju kan kata Galang?"Zaki bertanya.


Saya harus pisahin anak kembar nakal ini,siapa tahu aja setelah ini mereka pada ngandelin usahanya sendiri gak pake nyontek.


Pak Dodi berargumen pada pikiran nya sendiri.


"Cukup!bapak udah putusin kalau Renaldy akan duduk dengan Naina,dan Nanda duduk duduk sama Bayu.Gak ada kata protes lagi!!"


Nana menelan Saliva nya kasar, cowok yang harus ia hindari kini malah duduk di samping,mau tak mau ya harus mau.


"Cuma jam bapak aja kan?saya nggak betah duduk Deket curut belum mandi itu!!"Protes Nanda.


"Lama juga gak apa kok pak,malah saya suka duduk sama cewek cantik,Hhh..."Bayu menyahuti sambil tertawa jahil.


"Ya Lo suka,gue nya jijik!"Nanda menggidik jijik pada Bayu.


"Udah jangan pada debat,buruan tukar posisi duduk"Lerai pak Dodi.


Akhirnya Nanda dan Renaldy pindah tempat duduk.Cowok itu tersenyum miring melihat ekspresi wajah Gadis itu.Ia duduk di samping Nana dan mulai memperhatikan saksama wajah Nana dari dekat bahkan sangat dekat.


Jantung Nana berdebar kencang,ia menyadari jika cowok itu terus menerus menatap wajah.Tetapi Nana mengondisikan dirinya dan jantung nya agar tak bereaksi berlebihan begini,tapi ia tak bisa. Pikirnya.


"Lo mau liatin gue Mulu?gak diisi tuh tugas"Gumam Nana dengan tatapan yang masih tertuju pada kertas putih dengan berbagai pertanyaan yang menunggu di coret itu.


Bukannya mengalihkan pandangannya, cowok itu malah terkekeh kecil melihat wajah Nana yang mulai bersemu merah.


"Kenapa ketawa?"Tawa Renaldy terdengar oleh Nana,ia agak risih bila terus di pandang tetapi jangan ditanya lagi bagaimana kondisi jantung nya,seperti ingin meledak begitu saja.


"Gue gak ketawa kok,cuma heran aja liat muka Lo makin cantik tapi sayang gak selembut dulu, padahal gue rin---"


"Diem gak!!"


"Gue mau diem asalkan Lo maafin gue"


"Udah"


"Bagus deh, berarti bisa balikan lagi"


"Mimpi!"


"Gue terus mimpiin Lo setiap saat,apalagi mengingat masa-masa waktu SMP.Lo itu perhatian banget sama gue,tapi sekarang Lo udah berubah"


"Suka-suka gue!"


"Iya gue masih suk---"


"Diem gak!!"


Gadis itu replek dengan berteriak keras,bahkan membuat semua murid melontarkan tatapan nya pada Nana.Tentu saja Nana harus menanggung malu,tetapi ia tetap tenang.


"Ada apa Naina?!"pak Dodi bertanya pada gadis itu.


Nana menutupi wajahnya dengan kertas tugasnya,ia sangat malu ingin pergi dari sini detik ini juga.


"Eh sorry pak, sebenarnya saya hanya replek aja tugasnya udah selesai,Hee...."Nana tertawa hambar.


Renaldy semakin ingin tertawa keras melihat reaksi gadis itu, yang amat terkesan menggemaskan.menurutnya.


Nana mendelik tajam pada cowok itu.Ingin rasanya pergi dari tempat ini sekarang juga, menghilang dari bumi!.


Bersambung.....