HII NAINA

HII NAINA
Episode 4



Terlihat beberapa remaja yang masih mengenakan balutan pakaian sekolahnya,mereka sedang berada di Restoran siap saji.Meja yang sudah penuh dengan beberapa makanan dan minuman yang telah mereka pesan.


"Ren,Lo tadi di WC ngobrol sama siapa?"Tanya Galang sambil mengunyah makanan.Dan dianggguki oleh Zaki yang juga tengah menikmati makanan.


Sedang


orang yang di ajak bicara,hanya terdiam sambil memandang wajah kedua temannya itu.Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


"Oh ya... cewek baru itu cantik banget ya, menurut Lo pada Naina mau gak jadi pacar gue?"Ucap Galang menghayal jika Naina menjadi pacarnya.


'Takk!!'


Jitakan keras di dahi Galang yang diberikan oleh Zaki,dan Galang hanya meringis kesakitan sambil mengusap dahinya.


"Halu!!mana ada cewek secantik Naina mau sama muka tong sampah!kaya Lo!"Seru Zaki sambil tertawa puas,"Renal yang ganteng aja mana mau dia hee..."Ucapnya langsung dihadiahi tatapan tajam Renal.


Galang tak terima dengan celotehan dari Zaki,ia pun berkata "Apa Lo bilang muka tong sampah!sial!muka gue itu Handsome banget tahu!ya... kan Ren?!"Ucapnya memampang mimik wajah menjijikan.


"Ihh jijik banget sih muka Lo!!"Ketus Zaki sambil mengusap wajah milik Galang dengan tisu di Restoran,"Mak Markonah juga belum tentu mau sama Lo!"


Galang menoyor kepala Zaki,sambil berkata "Yaelah itumah ketuaan!!"seru Galang.


"Tapi, cocok buat Lo"Timpal Zaki sambil tertawa puas.


Renal menggidik melihat kedua temannya itu,ia beranjak dari duduknya kemudian berkata,"Gue cabut,udah di bayarin semuanya"Ucapnya langsung mengambil kunci mobilnya yang tergeletak di meja.


"Lah kok buru buru bro?"Ucap Galang,"Tapi Thanks traktirannya sering sering aja bro... hee..."Lanjutnya tertawa renyah dan dianggguki oleh Zaki.


Renal sudah melenggang dari dalam Restoran itu,ia keluar menghampiri mobil mewah miliknya.Masuk dan langsung menstater,kemudian melenggang dari area restoran itu.


Renal tersenyum kecut,saat tidak ada kehidupan lagi di rumah yang ia pandangi itu.Hanya teringat saat-saat bersama Keluarga lengkapnya,senyuman yang setiap saat Renal lihat kini telah sirna di bawa kegelapan.


"Aku rindu mama"Desisnya sambil memperhatikan area taman di mana ia dan mama-nya selalu menghabiskan waktu bersama.


Sebenarnya dua tahun lalu.


Linda,mama dari Renal.Telah bersiap-siap akan pergi keluar kota dengan niatan mengunjungi orang tuanya di Bandung.Renal memeluk erat tubuh Linda,entah mengapa ia tak ingin melepaskan pelukannya dari Linda.


"Ma, jangan pergi"Lirihnya tiba-tiba air matanya tumpah di pelukan Linda.


Linda sontak menatap wajah putranya itu yang tampak sedih,ia mengusap air matanya.Lalu berkata,"Sayang,mama kan hanya pergi cuma beberapa hari saja.Kenapa kamu harus menangis gini?"Ucapnya.


Air matanya kembali tumpah, dia kembali memeluk tubuh Linda.Linda membiarkan Renal menangis sesukanya.Ia memang sangat terkejut,ya bagaimana lagi Renal merupakan anak yang tidak cengeng.


"Nyonya,semua sudah siap"ucap pak sopir.


Linda melepaskan pelukan hangat Renal, karena sudah waktunya ia harus pergi.Mengecup kening putranya, menatapnya.Lalu berkata,"Jaga diri kamu,jangan nakal.Mama akan pergi, walaupun mama nggak ada,kamu masih ada papa"


Pesan itu membuat detak jantung Renal seakan-akan berhenti berdetak.Apa maksud nya? seakan-akan pesan itu pesan terakhir dari Linda.


"Hati-hati mah"


Pak sopir membukakan pintu penumpang.Linda pun masuk ke dalam mobil,dia membuka setengah kaca mobil.Tesenyum lembut,"Inget pesan mama"Ucapnya,"Assalamu'alaikum."


"wa'alaikum salam warahmatullah"


By.....