
Teng... teng...
Suara bel istirahat berbunyi dan terdengar nyaring di telinga semua murid SMA Nusantara,Semua siswa langsung berhamburan keluar dari kelas dan tujuan utama mereka adalah Kantin dan perpustakaan.
Kini Naina dan Nanda tengah berada di kantin sekolah, mereka duduk dengan meja yang sudah penuh makanan.Itu semua bukanlah milik Naina melainkan milik Nanda.Naina masih saja memikirkan hal tadi pagi pasalnya pria yang di perintahkan keluar dari kelas oleh Bu Sani tak kunjung masuk kelas.
Nanda yang sedang makan pun mengalihkan perhatian menatap wajah Naina, kemudian berkata "Naina,Lo gak makan?"Tanyanya sambil memasukkan Bakso ke dalam mulutnya.
Naina terdiam beberapa saat,kemudian dia mendongak menatap wajah Nanda yang masih asyik dengan makanan nya.Lalu berkata,"Eh.. eh..gue boleh nanya gak?"serunya.
"Uhuk... uhuk,Lo kan udah nanya"ucapnya sambil mengunyah makanan, lalu melanjutkan menikmati makanan nya.
Naina terdiam sambil memandang wajah Nanda penuh dengan kekesalan,"Maksudnya gue mau menanyakan tentang cowok yang namanya Renal itu lho!"Kesalnya.
Lagi-lagi Nanda batuk sambil melotot menatap wajah Naina, hampir matanya keluar,Kemudian Nanda duduk merapat mendekati Naina dan berkata "What!Lo mau tahu tentang Renal?gue harap jangan deh!!"Serunya.
Naina menaikan alisnya menatap heran,mengapa ia tidak boleh tahu tentang pria itu?memangnya kenapa?kan dia hanya ingin tahu saja?!begitulah yang tersirat di benak kepala nya.
Nanda pun menjelaskan tentang pria itu,dia makin merapat kan tubuhnya dengan tubuh Naina,lalu berkata "Jagi gini lho,Renaldy Anggara Firman itu---"ucapnya yang terpotong oleh Naina,belum sempat Nanda melanjutkan ceritanya tentang pria itu.Naina sudah menepuk pundaknya.
"Tunggu... tunggu! siapa namanya?coba ulangi?!"Ujar Naina sambil menatap wajah Nanda penuh penekanan.
"Renaldy Anggara Firman"Jawabnya santai dan kembali menikmati semangkuk bakso yang telah dianggarkan.
Naina terdiam sejenak kemudian berkata,"Renaldy Anggara Firman, jangan-jangan dia lagi..."Monolognya.
Ternyata monolog Naina terdengar oleh Nanda,ia pun langsung menanyakan nya "Lo kenal Renal?"Tanyanya benar benar membuat Naina terkejut.
"Aneh bener!tapi maksud akal juga omongannya"Batin Nanda sambil mangut mangut.
"Hei"tegur Naina setelah melihat Nanda mangut mangut sendiri.
Nanda pun menceritakan sepenuhnya tentang pria yang bernama Renaldy itu,tapi tak banyak sepenuhnya yang Nanda ketahui tentangnya.Tetapi Naina dapat mengambil kesimpulan bahwa dia memang telah berubah dan tak seperti dulu lagi.
ke dua gadis itu memutuskan untuk kembali ke dalam kelas, karena bel masuk sudah berbunyi menandakan berakhirnya jam istirahat.Nanda Masuk ke dalam kelas sedang Naina pergi ke kamar kecil,biasalah dia itu bengseran orangnya.
Beberapa menit di kamar kecil, pintu terbuka menampakkan gadis cantik.Naina memutuskan kembali ke dalam kelas tapi tiba-tiba saja ada yang mencekat tangannya.Dan membuat Naina terkejut kala melihat siapa yang menarik pergelangan tangannya.
Naina menggibaskan tangannya dan berusaha pergi akan tetapi orang itu tak membiarkan Naina pergi.pria itu melangkah maju mendekati Naina, Naina ikut melangkah mundur tetapi dia tertahan kala tubuhnya sudah menabrak tembok.Dia dibuat terpojokkan,deru nafasnya terasa oleh Naina.
"Lo kenapa sekolah disini?"Tanyanya sambil memandang wajah Naina,"jangan bilang kalau Lo gak bisa jauh dari gue?"
"Lo udah pergi ninggalin gue,dan... gue gak akan buat Lo pergi lagi dari gue Nana"
"Nggak!!"teriak Naina frustasi sambil menginjak rem mendadak dan mengakibatkan dia mendapat umpatan dari pengendara lain yang berada di belakang nya.
"Woy bawa mobil yg bener!!"
"Kalau ngerem yang bener!!!"
"Tinnn....!!!"
"Berisik banget!!"Kesal Naina dalam mobilnya,ia pun langsung menjalankan mobilnya.