
Perkenalan karakter:
Naina Alexa Wijaya
Nama:Naina Alexa Wijaya
Kelas : X1 IPS 2 (Murid pindahan)
Hobi :Berdiam diri, bernafas.
Kelebihan:Cantik,jutek gak semua orang bisa,pintar,ramping,kulit putih,bibir tipis, suka-suka gue.
Kekurangan : Gak bisa move on dari mantan.
Renaldy Anggara Firman
Nama : Renaldy Anggara Firman
kelas :X1 IPS 2
hobi : Basket, Putsal, keluar jam pelajaran,bolos,datang sesukanya (anak sultan mah bebas).
Kelebihan : Terlalu ganteng,pinter males pamer,tinggi,mancung,dan masih banyak lagi.
kekurangan : Telah menyakiti hati Nana.
Nanda Alesya Sadewo
nama : Nanda Alesya Sadewo
kelas : X1 IPS 2
hobi : Gosip.
kelebihan : Cantik,baik hati,pintar lumayan lah,imut dan manis.
kekurangan : Kadang loading kalau di ajak serius.
Galang Prawidja
nama : Galang Prawidja
kelas : X1 IPS 2
hobi : Ngaca merasa paling ganteng, basket, Putsal,godain cewek,nggak taat peraturan,pedean, suka-suka gue.
kekurangan : gak ada katanya juga.
Zaki Kalendra
nama : Zaki Kalendra
kelas : X1 IPS 2
Hobi :Apaan aja yang penting gue seneng.
kelebihan : kalau kelebihan gue 11 12 sama kaya kawan gue,bro.
kekurangan : Gue merasa kalau gue gak ada kekurangannya,wkk.
___________
Mentari kembali menampakkan cahayanya cahaya yang begitu terang itu masuk melalui celah celah tirai putih itu. Membangunkan gadis yang tertidur dengan lelapnya setelah semalaman ia terjaga.
Pintu kamarnya terbuka,menampakkan seorang berusia paruh baya seorang itu memandang penuh kasih
sayang pada gadis itu.kemudian dia berjalan menghampiri dan berdiri dengan membuka tirai putih,agar cahaya matahari lebih menerangi seisi ruangan itu.
"Sayang,bangun nak udah siang "Ucap lembut orang itu seraya membelai lembut rambut sang gadis.Karena ada yang menyentuh dahinya,sang gadis itu membuka pasang mata bulatnya,tatapannya masih sayup.
"Ayok nak bangun"Ajak orang lagi sambil membelai lembut rambut sang gadis yang masih mengumpulkan nyawanya.
Kemudian gadis itu membuka sempurna mata nya dan mengusap lembut wajah nya,dia bangun dan merenggangkan otot-otot nya.
"Mom jam berapa?"Tanya sang gadis bersuara serak khas orang yang baru terbangun dari tidurnya.
Ternyata seorang paruh baya itu adalah,Kasya Wijaya.Seorang mama bagi Naina.Ia menatap putri tunggalnya sambil tersenyum.
"Jam 06:30 wib"
Nana melotot,iya gadis itu Naina tetapi sering di panggil Nana oleh orang terdekat nya saja.
"Mama... kenapa gak bangunin aku sih"
Teriak Nana frustasi,menepuk pelan dahinya,menghempas selimutnya ke sembarang tempat.kemudian langsung berlari terbirit-birit ke kamar mandi untuk biasa ritual paginya,bro..
"Ya,kamu kok di bangunin nya lama.Harus mama teriak-teriak dulu!"
Omel Mama,setelah itu ia melenggang pergi dari kamar dan menutup pintunya. Ia melangkah menuju ruang makan untuk menyiapkan sarapan pagi.
--------------
Nana sudah siap dengan balutan seragam putih abu-abu nya,dengan rambut yang di kucir seperti buntut kuda.Ia menuruni tangga menuju meja makan di mana mama papa nya sudah duduk dan menunggu di sana.
Menghampiri mereka berdua,ia menarik salah satu kursi yang berhadapan langsung dengan papa nya.
"Gimana tidur kamu, nyenyak?"
Tanya pria paruh baya,yang tak lain adalah papa nya Naina.Mahendra Adi Wijaya.Papa Naina adalah seorang pengusaha sukses dengan bisnis yang sudah mengakar hampir ke penjuru Indonesia.
"Biasa aja"
"Makasih mom"Lanjutnya,setelah mama nya menyediakan sarapan pagi nya.
"Masa iya?"
Ledek Adi,pasalnya Nana baru saja kembali dari Belanda itu pun di bujuk oleh mama nya dengan susah payah.
Kasya menggeleng melihat suami nya yang selalu meledek putri tunggalnya."Ehm!mau ngobrol aja nie?gak mau makan?"
"Apaan sih ma!orang papa nih yang gajakin aku ngobrol aja"
Sahut Naina sambil memasukan kasar sesendok nasi ke dalam mulut,bahkan sampai terdengar benturan antara gigi nya dan benda besi,sendok.
Papa nya hanya terkekeh geli melihat wajah putrinya yang imut,dan melanjutkan menikmati sarapan pagi.
___________
Tin... Tin....
Suara klakson mobil mewah merah menggema tengah memasuki area parkir sekolah,SMA NUSANTARA.SMA swasta yang berfasilitas lengkap bertaraf internasional.Tidak hanya itu,SMA ini juga sekolah favorit di kota Jakarta,banyak orang tua yang rela mengeluarkan banyak uang demi putra putri nya sekolah di sana.Tidak hanya itu Sekolah ini tidak sembarang menerima anak didik.
Tak lama kemudian,pintu terbuka yang menampilkan sosok wanita cantik dengan kacamata hitam yang bertengger di hidungnya dan earphone yang melekat di telinganya,membuat wanita itu menjadi pusat perhatian siswa yang lain. Ditambah lagi ia melepas ikat rambutnya dan membiarkan rambutnya terurai, semakin menambah aura cantik nya.
Wanita itu melepaskan kacamata nya, matanya mulai menelusuri sekolah baru nya itu.Nana?ya,gadis itu memanglah Naina.
Awal sekolah pun Naina sudah membawa kendaraan,padahal dirinya berada di ibu kota belumlah lama.Tetapi sudah cukup berani tuk membawa mobil di jalan raya yang notabene nya sering macet,anak sultan mah bebas.
Ia mulai menyusuri koridor sekolah baru nya ini,banyak sekali yang menatapnya untung saja tak copot tuh mata.Sebenarnya Naina sangat risih bila di pandang tak biasa,ia ingin seperti murid yang lain, biasa.
Naina terus melangkah dan tujuan nya saat ini adalah kantor kepala sekolah.Tak butuh waktu lama untuk menemukan kantor kepala sekolah,karena ia bisa menanyakan kepada siswa yang melintas.
Ia sudah berada di dalam ruangan kepala sekolah,untung saja kepala sekolah SMA NUSANTARA itu salah satu teman papa nya.Yang bernama Pak Gunawan,ia jadinya tak segan untuk bertanya.
Beberapa waktu ia sudah menghabiskan waktu mengobrol bersama pak Gunawan, akhirnya dia memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan dengan pak Gunawan.Karena waktu terus berputar dan sebentar lagi akan berbunyi bel masuk,Naina izin pergi untuk mencari kelasnya.Tetapi,belum sempat Naina keluar dari ruangan itu.Pak Gunawan menghentikan langkahnya dan meminta nya untuk tak pergi mencari kelas nya Sorang diri.
Ternyata benar saja bel masuk berbunyi menggema ke seluruh Antero sekolah,para siswa antusias untuk masuk kelas mereka masing-masing.Tetapi,ada pula yang nakal,tak taat aturan dan memilih bolos dengan cara memanjat pagar sekolah.
Sekarang kita kembali ke kelas X1 IPS 2,para murid di kelas itu terlihat sedang heboh entah apa yang mereka hebohkan sampai guru mapel masuk ke dalam kelas.
"Oy makhluk pengisi kelas ini harap jangan berisik, sebentar lagi Bu Sani akan segera masuk!!"
Ketua kelas pun lantas memberi info pada teman-teman agar tenang jangan berisik dan mengganggu kelas yang lainnya.
"Apaan sih!ganggu aja dasar ketua kelas gak bis---"Sahut Galang terpotong tak terima bila sang ketua kelas sok mengatur, bukannya itu tugas sang ketua kelas?
"Gak bisa apa, Galang?"
suara yang berasal dari pintu kelas.
"Eh,ibu cantik ternyata udah datang"Galang tertawa hambar melihat sang wali kelas sudah masuk, bahkan mendengar ocehannya.
"Selamat pagi anak-anak,yang ibu cintai dan banggakan"
Sapa seorang wanita paruh baya yang sedang melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas itu.
"Pagi Buu....."
Antusias para murid meladeni sapaan guru mapel sekaligus wali murid mereka,tetapi tetap saja ada anak yang nakal tak mau duduk rapi dan tenang.
Bu Sani meletakkan buku di meja,buku yang tadi ia bawa.
"Oh ya, sebelum kita mulai pelajaran pagi ini.Ibu mau memberikan info kalau kelas kita akan kedatangan teman baru"
Bu sani memberikan informasi kepada anak didiknya, sambil berdiri menghadap mereka semua.
Uhh... jangan ditanya lagi bagaimana suasana kelas saat ini?sudah pasti sangat heboh! apalagi jika kedatangan murid baru.
"Murid barunya cewek apa cowok?"
"Semoga aja murid cowok ganteng Aamiin"
"Jangan bilang cewek tadi,yang body nya goal banget muka mulus kaya prosotan di Ancol?"
Begitulah kegaduhan murid,menebak sana menebak sini.
Bu Sani menggeleng melihat respon anak didiknya,yang udah gaduh sana sini melebihi pasar hanya meributkan siapa yang menjadi teman baru mereka.
"Syutt... jangan pada ribut ngapa?!cuma mau kedatangan murid baru aja ributnya kaya pasar!!udah, pada diem!!"
"Yah ibu namanya juga kepo,kan gak boleh di tahan kalau kepo itu,ya kan gaesss?"
Timpal Zaki yang juga ikut berkomentar,dan di iya kan oleh teman-temannya.
"Udah,udah Zaki kamu ikut-ikutan saja.Kasian murid barunya nungguin di luar!"Lerai Bu Sani.
"Ayok nak silahkan masuk"
Lanjut Bu Sani menoleh ke arah pintu kelas.
Bersambung....