HII NAINA

HII NAINA
Episode 6



Di tengah perjalanan,Naina tidak bisa mengontrol laju motornya ketika melihat seorang pria dari kejauhan tengah menyebrang jalan dengan santainya.Melihat hal itu sontak membuat Naina menghentikan motornya secara mendadak, Untung saja tidak sampai menabrak dan terjatuh.


Pria itu juga sangat terkejut, sampai ia terjatuh ke aspal.Untungnya saja Naina sudah ahli mengendarai motor jika tidak, kemungkinan akan patal.


"Astagfirullah"ucap Naina,ia mematikan mesin motornya lalu membuka helmnya.Ia turun untuk menolong dan meminta maaf.


"Eh sorry... sorry,gue nggak sengaja.Ada yang luka nggak? atau lecet gitu?apa perlu kita kerumah sakit aja, takutnya ada yang terluka gitu?!"Cerocos Naina sambil membantunya berdiri.


Pria itu tercengang mendengar pertanyaan Naina,yang sudah bisa di katakan seperti reporter.Tetapi ia tidak sebal melainkan terkekeh geli melihat gadis di depannya yang sangat panik.


Pria itu tampan dan memang seusia dengan Naina,ya jadinya Naina memanggilnya seperti teman sebaya.


"Lo kenapa ketawa?"Setelah melihat pria di depannya yang tertawa,bukannya menjawab pertanyaan nya.


"Nggak,gue bingung aja.Mau jawab yang mana dulu,Lo kalau nanya banyak bener"


Naina nyengir kuda.Memang benar kali ini Naina ngomong nyerocos kaya kereta api, mungkin saja belum sampai selesai bicara ia sudah di tinggal pergi oleh orang.


"Yaudah jawab yang mana aja"Ucap Naina sembari memalingkan wajahnya,ia benar-benar malu.


"Iya, gue nggak apa-apa kok.Tapi sorry juga ya,gue jalan gak nengok kanan kiri dan hampir buat Lo jatuh juga"


"Oh yaudah kalau nggak apa-apa,gue cabut dulu.Sorry sekali lagi ya...."Pamit Naina menghampiri dan menaiki Motornya,memakai helm dan langsung melanjutkan motornya itu.


Tinn.....


Pria itu tersenyum sembari menatap punggung Naina yang sudah hilang dari pelupuk matanya.Ia menggeleng,lalu berjalan kembali.


****


Hujan rintik turun yang makin lama semakin membesar,membasahi seluruh atmosfer bumi.Naina menghentikan laju motornya,lebih tepatnya meminggirkan motornya.Ia pun segera berlari menuju halte bis,itu pun untungnya saja hujan turun tepat di mana tempat itu ada halte.


"Sialan!kalau aja tuh cowok gak pake nyebrang segala,kan gue nggak bakal kehujanan gini"Umpatnya.


"Memangnya siapa yang buat Lo kesel?"Sahut seseorang.


Naina terkejut,setelah mendengar ada yang menyahutinya.Ia pun menoleh ke arah sumber suara tersebut,ternyata benar.Naina tidak sendiri,melainkan ada orang lain lagi yang kini tengah duduk di kursi halte sambil memainkan ponselnya.


Naina menggertak kan giginya,ia tak suka dengan pria itu.Memangnya siapa pria itu? mengapa Naina sangat kesal padanya?apakah Naina tak sadar sebelumnya ada orang di halte tersebut?!.


"Bukan urusan Lo!!"Kini nada suaranya pun berubah seperti dengan raut wajahnya.


Renal,ia pria itu memang benar Renal.Sebenarnya ia juga kehujanan setelah berjalan-jalan di dekat kompleks perumahan nya,dan berhenti di halte yang sebelumnya juga tidak ada orang lain.


Pria itu berhenti memainkan ponselnya,dan memasukkan ke kantung celana jeans nya.Ia berdiri menghampiri gadis yang kini membuang muka, enggan menatapnya.


Naina merasakan jika pria itu menghampirinya,ia mendengus kesal."Lo mau apa!"Selidiknya.


"Kalau ngomong jangan buang muka,nggak boleh.Nggak sopan"Tegur Renal.


"Siapa peduli!!"


Renal semakin mendekatkan wajahnya ke telinga Naina.Seketika saja bulu kuduknya meremang bahkan hembusan nafas Renal pun sangat terasa.Pria itu kemudian membisikan sesuatu,yang membuat jantung Naina berdegup kencang.


Renal terkekeh melihat reaksi Naina.Setelah itu pria itu berlari menerobos hujan yang masih sangat deras.Naina masih melamun, bahkan kepergian Renal pun ia tak tahu.


"Nggak mungkin!pasti ini mimpi!gue yakin ini pasti mimpi!!"Ucapnya sambil menyakinkan dirinya dengan cara menepuk-nepuk pipinya berkali-kali.


"Tapi sakit"Desisnya setelah merasakan pukulan yang ia berikan pada pipinya.


By....