HII NAINA

HII NAINA
Episode 5



Sore harinya, terdengar kabar yang menegangkan.Membuat Renal harus menerima status sebagai anak Piatu.Mobil yang di naiki oleh Linda mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju neneknya di Bandung.


Kabar itu membuat Renal sangat terpukul, menurut nya Linda lah yang paling sayang kepadanya.Apalagi papa yang sibuk akan pekerjaan nya dan tak pernah ada waktu untuk Renal.


"Eh,den Renal ngapain di luar aja?ayok masuk"Tegur wanita paruh baya,itu asisten rumah tangga keluarga Fernan.Atau biasa di panggil Bi Tati.


Renal terbangun dari lamunannya,ia hanya tersenyum kecut.Kemudian lelaki itu berjalan memasuki rumah,yang tampak seperti tidak ada kehidupan.Ya... walaupun di sana banyak asisten rumah tangga dan para bodyguard, tetapi baginya rumah itu sangat sepi.


Pria itu masuk ke dalam kamarnya, merebahkan tubuhnya di atas kasur.beberapa detik berlalu,pria itu bangun dan menghampiri nakas dan mengambil sebuah benda yang terbingkai indah.Menampilkan gambar seorang gadis dengan senyuman konyolnya.


Poto siapa itu? mengapa Renal tersenyum setelah melihatnya?


"Udah lama kita gak ketemu,ternyata Tuhan adil mau mempertemukan Lo sama gue lagi"Ucapnya sambil mengusap Poto itu,lalu tersenyum.


"Gue janji gak akan biarin Lo pergi lagi,Naina"


__________


__________


"Mama,di mana kunci motor aku"teriak Naina frustasi.Gadis itu sedang sibuk mencari kunci motor,entah kenapa jika Naina sedang ada fikiran.Ia tidak bisa berfikir secara jernih, bawaannya ingin marah-marah saja.


"Coba kamu cari di laci!"balas Kasya.


Gadis itu sedang berdiri,ia kemudian membuka laci yang berada di kamarnya sesuai perintah mama-nya.Tetapi benda yang di carinya tak kunjung ketemu.


"Ini yang kamu cari?"Tanya Kasya yang muncul di ambang pintu kamar,dengan mengangkat tangan menunjukkan sebuah benda yang dicari oleh putrinya.


Membalikan badan sambil tertawa renyah,"Hee... iya itu"Naina menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Makanya kalau nyimpen itu yang bener!"pesan Kasya dengan memberikan kunci motor kepada Naina.Ia pun melenggang dari kamar putrinya dan kembali ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaan nya.


----


Setelah melihat pada cermin penampilannya sudah rapi,Naina mengambil jaket yang tergeletak di kursi belajarnya.Ia keluar dari kamar,menuruni beberapa anak tangga menuju ruang tamu.


"Mah,aku pergi dulu ya"Pamit Naina sambil mencium punggung tangan Kasya.


"lho kamu mau kemana?ini udah sore,mana mau turun hujan lagi?!"Tanya Kasya khawatir.Ya memang benar cuaca di luar sudah sangat mendung, kemungkinan besar akan segera turun hujan.


"By mama, assalamualaikum"Teriak Naina yang sudah menghilang di balik pintu.


"Wa'alaikum salam,anak ini ngeyel kalau di bilangin orang tua"


Gadis itu menuju ke arah motornya yang sudah terparkir rapi,mana boleh ketinggalan sama benda yang paling penting untuk melindungi kepala.Gadis itu memakai helm,ia pun segera melajukan motornya, membentang jalan dengan cepat.


Di tengah perjalanan,Naina tidak bisa mengontrol laju motornya ketika melihat seorang pria dari kejauhan tengah menyebrang dengan santainya.Melihat hal itu sontak membuat Naina menghentikan motornya secara mendadak,untung saja tidak sampai menabraknya.


Pria itu juga sangat terkejut, sampai ia terjatuh ke aspal.Untungnya saja Naina sudah ahli mengendarai motor jika tidak, kemungkinan akan patal.