HII NAINA

HII NAINA
Episode 2



"Ayok nak silahkan masuk"


Lanjut Bu Sani menoleh ke arah pintu.


Tak lama masuk seorang murid baru yang di maksudkan oleh Bu Sani.


Nana masuk ke dalam kelas membuat Suasana kelas menjadi hening kala melihat dirinya yang berwajah cantik dan dibilang sempurna.Ia tentunya berdiri menghadap mereka semua yang nantinya akan menjadi teman nya.


"ini murid yang akan menjadi teman baru kalian, ayok nak perkenalkan diri mu?!"


Naina menjawab dengan anggukan, menghela nafasnya dan mulai memperkenalkan diri


"Kenalkan nama saya Naina Alexa Wijaya,saya murid pindahan dari Belanda,kalian boleh panggil apa saja yang penting sopan.ok terima kasih"


Naina kembali menghela nafas nya setelah memperkenalkan diri pada mereka semua,ia pun tersenyum ramah pada akhir perkenalannya.


Kelas kembali menjadi heboh setelah Naina memperkenalkan diri,apalagi saat Naina tersenyum... ukh!bikin tubuh gak sehat gara-gara kena penyakit diabetes,senyum nya itu manis banget.


"Ya ampun senyuman nya itu manis banget"


"Kelas kita jadi sorotan nanti"


"Bikin iri deh"


"Itu muka glowing banget,pake pelembap apaan ya"


"Muka kaya gitu di bilang cantik!?cantikan juga gue!"


Seperti itulah atensi mereka ada yang kagum tambah kagum dan ada pula yang iri,ya masa bodo.


Berbeda dengan murid yang lain yang sibuk menggosip,seorang mirid cowok yang duduk dibangku barisan ketiga dari belakang memilih untuk menenggelamkan kepalanya diatas lipatan kedua tangannya.Ia sama sekali tak terganggu dengan suasana kelas yang kacau.Dan sepertinya cowok itu yang tertidur dibangkunya tak menyadari kehadiran guru,karena tak lantas bangun sampai sekarang.


"Kalau gue panggil sayang gimana?bolehkan?"Teriak Bayu dengan gaya sok ganteng gitu dan keliatan alay gitu dah.


Mendengar hal itu sontak seisi kelas menatap wajah Bayu yang gak tahu malu itu,sedang yang di tatap malah cengar-cengir sendiri.


"Jangan mau Naina!mending sama gue aja,abwang Galang yang udah jelas ganteng dan baik hati,hee,he..."


"Woyyyyy!!sadar diri dong,muka kaya keset aja sok-sokan mau gebet Naina?!jangan mau Naina.Mereka berdua itu Playboy!"


Sahut seorang murid wanita yang tak kalah hebohnya dan di sambut gelak tawa teman yang lain nya.


"Halah Bayu kamu tuh kerjaannya kaya gitu mulu!lagian juga emangnya Naina mau di panggil sayang sama kamu tah?"


Bu Sani ikut menimpali.Yah seperti itulah anak didiknya yang muka tembok semua.


"Lah ibu mah gitu,emang jelas kok abwang Bayu itu ketua kelas yang paling ganteng"


Haduehh, ketua kelas nya aja kek gitu! apalagi para pengikutnya... ambyar.


"Sudah,sudah kalian itu bukanya diem!ngeributin apaan gitu?!"


"Oke Naina kamu boleh duduk dengan Nanda"


Lanjut bu Sani menoleh sambil menunjuk kursi kosong di dekat pintu yang di sebelah nya sudah di duduki oleh salah satu siswa wanita.


Naina mengaguk lalu berjalan menghampiri yang ditunjuk oleh bu Sani,belum sempat dua langkah,terdengar kembali suara ghoib yang menginterupsi langkah nya.


"Tunggu bu!"Ucap pria yang duduk dibarisan paling belakang dan disampingnya terdapat seorang pria yang tengah tertidur.Semua tatapan para murid mengarah padanya.


"Ada apa lagi Zaki?"Tanya bu Sani.


"Saya mau protes Bu, sama murid baru itu"


"Halah Zaki paling juga kamu gombal sama kaya Bayu kan?udah lah jangan harap"Ucap bu Sani paham akan tingkah satu persatu anak didiknya.


"Sudah kamu jangan ribut saja kerjaannya!"Tegas bu Sani.


"Ya ampun kapan gue bisa duduk? bisa-bisa mati berdiri gue dengerin omongan mereka"


Batin gadis itu,ia pun langsung duduk di tempat yang tadi di tunjukkan oleh bu Sani.Saat sampai di tempat nya,ia menatap teman sebangkunya tersenyum manis,dan meletakkan tas di meja dan ia menjatuhkan tubuhnya ke kursi.


"Hai nama gue Nanda Alesya Sadewo"


Gadis di sebelah Naina mengulur kan tangannya memperkenalkan diri.


Naina menoleh malas,dia masih menghargai gadis itu.Jadinya Naina membalas uluran tangan Nanda,"Naina"Ucap malas Naina.Kini mata Naina ia edarkan seisi kelas dan di dapati semua murid yang juga menatap wajahnya,dia hanya membuang muka menganggap semuanya tidak ada.


"Bu"


Bu Sani mendongak mencari sumber suara yang memanggil nya,ternyata itu Galang.Mau apalagi nih anak? ganggu aja!


"Ada apa Galang?"


"Emm... kita jangan belajar ya Bu,hari ini aja kita free belajar.plisss?otak saya tuh udah mau meledak tiap hari harus belajar Mulu"


Galang menyampaikan keluh kesah nya,jika di ingat lagi anak satu ini sejujurnya jarang masuk kelas.Jika masuk kelas palingan cuma ngabsen doang udah ngabsen keluar bersama teman-temannya.


"Halah masuk kelas aja jarang kamu! sok-sokan kepalanya mau meledak.Alesan aja kerjanya!!"


Galang kalah telak oleh omongan Bu Sani.


"Beh,ibu.Nusuq banget kalau ngomong"


"Udah,udah no coment! kamu Galang gak usah ganggu konsentrasi yang lain!kalau sekali lagi coment ibu kasih hukuman!!"


Galang hanya diam tapi dia bukan kalah telak hanya saja ngga mau dosa sama guru sendiri, apalagi gurunya udah tua kasian takut darah tinggi.


Tetapi tetap saja memang susah di omongin.Mereka malah asyik dengan kesibukan mereka masing-masing tanpa mendengarkan penjelasan yang di berikan oleh Bu Sani.Bu Sani memutar balik tubuhnya menatap muridnya, tiba-tiba....


"RENAL!!BANGUN!!"Akhirnya bu Sani sadar jika salah satu anak didiknya tengah tertidur pulas dikelas dan tak memeperhatikan dari tadi.


Deg!


Tiba-tiba jantung Naina seperti berhenti tak berdetak lagi,tatkala mendengar nama yang mungkin ia lupakan satu tahun lebih.Kenangan yang sudah Naina kubur bersama masa lalunya,bahkan demi move on dengan Dia Naina rela bersekolah diluar negri,tapi gimana lagi terlanjur bosan dan memilih kembali kenegara kelahirannya.


"Semoga jangan dia"Gumam Naina mulai diterpa kekhawtiran mengingat masa lalunya,bahkan wajah Naina tak bisa menyembunyikan kegelisahannya,dia terlihat sangat pucat.


Nanda yang melihat wajah gadis disebelahnya,sontak saja ia melotot,"Lo sakit?"Tanya Nanda sambil memegang dahi gadis itu,dia tambah melotot karena suhu tubuh Naina."Kita keUks yuk"


Naina makin gemetaran dan berusaha menyembunyikan itu semua,"Gak usah gue gak a-apa-apa kok"Balas Naina.


"Yakin?"


Naina mengangguk dan Nanda hanya menghela nafas pasraha.


Siswa yang bernama Renal itu pun akhirnya bangun,matanya membulat sempurna saat seluruh teman temannya menatapnya.Pertama kalinya Renal tidur dikelas,bahkan saat guru telah tiba.


"CUCI MUKA SANA!!"Teriak Bu Sani menunjuk kearah luar kelas.


Pria itu mengusap kasar wajahnya,dia berdiri dari kursinya,teman sebangku Renal pun memberi jalan agar Renal dapat keluar.Renal melangkahkan kaki menghampiri pintu keluar.langkahnya ia hentikan kala melihat sosok siswi yang duduk dibangku paling depan dekat pintu kelas yang menundukkan kepalanya,Renal mengamati siswi itu,ia rasa seperti mengenal sosok didepannya itu.


"SEDANG APA RENAL!!"Bu Sani berteriak keras dengan mata yang melotot,ihh.. menakutkan.


Renal menggelengkan kepala dan melanjutkan langkahnya yang telah teriterupsi.


Bersambung.....