HII NAINA

HII NAINA
Episode 7



"Nana bangun!!"


Kasya menggeleng pelan melihat putrinya yang masih terpejam di atas kasur dengan memeluk guling nya erat.Kedua mata Kasya beralih pada jam Weker yang tersimpan di atas nakas.Di sana jam sudah menunjukkan pukul 07:28 sedangkan Nana masih sibuk dengan mimpi nya.


Kasya mendekati putri nya.


"Nana bangun!!"


Tetapi tidak ada respon apapu dari Nana.


"Naina Alexa Wijaya!!"


Nana bergumam pelan lalu mengubah posisinya membelakangi Kasya tanpa sadar.Kasya berdecak sebal.


"Kalau kamu gak mau bangun aja! jangan harap uang jajan dan kunci mobil mama kasih!!"


Kasya mengancam Nana, memang ia tahu putrinya tak akan rela berangkat sekolah harus naik motor atau angkot, alasannya sangat banyak.Takut kepanasan lah,takut hujan lah,dan masih banyak lagi.


"Iya,iya aku bangun nih!tapi jangan sita kunci mobil aku!!"


Nana merespon cepat,ia bangkit dari kasur dengan mencebikkan bibirnya lalu berjalan menuju kamar mandi.


"Nah gitu dong!jangan mau nya di ancam Mulu,baru bangun"


Kata Kasya lalu keluar dari kamar putrinya.


"Apaan sih!mama aja yang sukanya main ancem, ancam Mulu!!"


Di dalam kamar mandi pun,Nana terus menggerutu.Apa salahnya coba,hanya suruh bangun pagi?lalu mandi?


********


Nana sudah siap dengan seragam nya,menuruni anak tangga berjalan menuju mama nya di ruang makan dan duduk di sana.Lalu ia meletakkan kepalanya di atas meja makan.


Kasya menggeleng melihat kelakuan putrinya itu.


"kenapa? masih ngantuk?"


"Hmm..."


"Ngantuk aja kerjanya,mau sarapan di rumah apa di bawa ke sekolah?"


"Aku gak lapar,cuma mau tidur"


"Yaudah kalau mau tidur mah,ke kamar aja gih"


"Beneran mah?"


Tanya Nana dengan mata membuka lebar menatap tak percaya mama nya.


Kasya mengangguk sambil menyiapkan sarapan untuk suaminya.


"Makasih ya Allah udah bukain pintu hati mama Nana yang rewel nya gak usah di tanya lagi tapi gitu juga Nana sayang, rezeki anak Sholeh gak boleh di tolak.Lumayan hari ini ga sekolah..."


Nana menengadah kan kedua tangannya ke atas.Lalu memeluk tubuh mama nya dan berjalan ria kembali ke kamar nya.


"Tapi jangan harap bisa bawa mobil lagi"


Ucap Kasya sedikit lembut tetapi menekan dan berhasil menghentikan langkah Nana yang baru saja menaiki dua anak tangga.


Nana memutar balik tubuhnya menghampiri mama nya kembali.


"Tuh kan mama mah kaya gitu..., mainnya anceman Mulu!"


Nana mencebikkan bibirnya kembali duduk di tempat semula.


Kasya tersenyum lembut.


"Yaudah sana berangkat sekolah,baru satu hari sekolah bawaannya udah males aja.Mau jadi apa nanti nya kamu??"


"Iron man!"


Kata Nana bangkit menghampiri mama nya,lalu mencium punggung nya sambil menengadah kan satu tangannya meminta sesuatu.


Kasya mengerutkan keningnya melihat Nana.


"Kan uang jajan nya udah di kasih?!minta apalagi?!"


Canda Kasya,ia juga tahu maksud Nana mengulur kan tangan padanya.


"Please deh mah,jangan becanda Mulu.Nanti aku telat gimana?mama mau nanti aku di hukum gara-gara telat? gak kan?"


"Iya,iya ih"


Kasya memberikan benda yang di pinta oleh Nana.Nana tersenyum setelah benda yang di inginkan nya sudah berada di tangannya.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikum salam"


Nana berlari menuju pintu utama dan langsung berjalan menghampiri mobilnya.


*******


Karena bel istirahat sudah berbunyi beberapa menit yang lalu.Nana dan Nanda sudah berada di kantin sekolah tengah duduk sambil menikmati semangkuk mie dan bakso.


"Eh,gue boleh gabung gak"


Ucap seorang murid cowok menghampiri tempat makan Nana dan Nanda,pria itu langsung duduk di samping Nana.


"Lo!"


Kaget Nana begitu pun cowok yang duduk di samping ikut terkejut.


Nanda mengerutkan keningnya.


"Lo berdua udah pada kenal?"


"Tunggu,tunggu.Lo bukannya cowok yang gue tabrak kemarin karena melintas gak lihat-lihat itu kan?!tapi sorry ya."


Nana bertanya sambil menunjuk Wajah cowok itu.


"Nusuq bener nih cewek kalo ngomong"


Batin cowok itu,sambil menaik turunkan alis nya sambil menatap wajah Nana.


"Oh ternyata Lo juga murid di sini juga?tapi kok gue gak rasa Lo itu asing banget?!"Cowok itu bertanya.


"Oh ya Zi,ini Naina teman baru gue sekaligus murid baru di sekolah ini"Ucap Nanda memperkenalkan Nana pada cowok yang bernama Zio itu.


"Oh Lo mur---"


Zio tak melanjutkan perkataan nya, matanya menoleh dan mencari tahu sebab mengapa kantin yang tenang tiba-tiba menjadi riuh heboh terutama para cewek.Dia tersenyum sinis menatap pintu kantin yang di mana Renal Dkk bersama kedua temannya tengah memasuki pintu kantin.


"Ya ampun Rey ganteng banget"Nanda memuji ketampanan Renaldy.


Nana tak menggubris perkataan Nanda, tatapan nya kini tertuju pada sosok gadis yang sedang bergelayutan manja di lengan milik Renaldy,gadis itu bernama Alesya.Mata nya mulai memanas dan tersirat rasa cemburu yang membuat dada nya sesak seperti tertusuk benda tumpul.


"Naina,Lo kenapa?"


Tanya Zio saat melihat reaksi wajah gadis di sebelahnya seperti sedang memendam rasa marah.


"Nggak!"


Nada bicara Nana berubah dua kali lipat,membuat Nanda dan Zio tertegun.


"Eh gue cabut dulu ya,ada urusan soalnya"Pamit Zio pada kedua gadis itu.


Nanda mengangguk sambil tersenyum manis sedang Nana sedikit pun tak merespon.


Saat Zio berjalan menuju pintu kantin,ia berpapasan dengan Renaldy dan teman-temannya.Menatap tajam pria itu,lalu kembali berjalan.


Bukan Renaldy yang balik menatap tajam Zio melainkan Galang dan Zaki yang menatap remeh cowok itu.


"Nai, Naina...."


Ucap Nanda menggoyang-goyang kan lengan Naina membuat gadis itu kesal tambah kesel.


"Apaan sih!!"


Renaldy datang tiba-tiba datang dan langsung duduk di samping Nana.Membuat gadis itu terperanjat kaget.


"Kita nebeng ya,tempat yang lain udah pada penuh"


Zaki dan Galang duduk di tempat Nanda.Membuat gadis itu berdecak sebal pada dua pria ini,tatapan tak suka semua murid di kantin tertuju pada meja mereka.


"Nanda,udah makan belum?"Zaki bertanya sambil menyentuh dagu Nanda manja-manja gimana gitu.


"Wey!Zak,ini gebetan gue.Jangan di tikung!!"Galang menimpali.


"Apaan sih Lang,selagi janur kuning belum melengkung apa salahnya gue nikung Lo,Hee.."


"Ngapain Lo berdua duduk di sini?!kan tempat yang nganggur masih banyak!! bacotan Lo berdua bikin gue pusing tau gak!"Sebal Nanda.


" Eneng Nanda kalo marah bikin abwang Galang makin cinta deh..."


"Kalau pusing, pingsan.Kan masih ada gue yang bopong Lo ala bridal style gitu,hee..."


Galang menoyor kepala Zaki,tak terima jika gadis incarannya di tikung Si Playboy akut Zaki.


"Nanda,itu gebetan gue pokoknya"


Ucap Galang sambil merangkul pundak Nanda,dan membuat gadis itu menggidik jijik dan langsung menjauhkan tangan Galang dari pundaknya.


"Bener tuh kata Nanda, mending kita pindah aja yuk Rey..."


Sahut Alesya manja dan masih saja bergelayutan manja di lengan Renaldy, membuat Nana yang mendengar nya sangat muak,ingin sekali menjotos wajahnya.


Kenapa Nana harus marah?bukan kah cowok itu bukan siapa-siapa nya?.


"Diem!!Lo aja yang pindah!!"


Renaldy meminum bekas minuman Nana, membuat gadis itu menggeram sebal.


"Kalau mau minum beli sendiri dong! jangan ambil punya gue!!"Geram Nana bangkit dari tempat nya sambil memukul keras mejanya.


Renaldy tertegun mendengar suara gadis itu yang benar-benar bukanlah Naina yang ia kenal dulu.


"Heh,Lo cewek baru jangan songong dong!!"Alesya menimpali sambil menunjuk wajah Nana.


Nana tersenyum devil berdecak sebal pada gadis itu."Oh! sorry kalo Lo yang kesinggung!gak guna!!"


Setelah itu,Nana pergi meninggalkan tempat itu.Renaldy menatap punggung gadis yang masih ia cintai itu.Ia sangat tahu jika sebenarnya Nana cemburu pada Alesya.


Bersambung....