HACKER Vs AXILOS

HACKER Vs AXILOS
26



Wahhh .. maaf ya kalau ceritanya gak nyambung ...


Autor masih belajar ..


Jangan lupa like


Komen


Vote


Share ..


Selamat membaca ....


Langit yang tadinya cerah , tiba-tiba menggelap . Semua orang yang tadinya sedang berada diluar berlarian sekedar mencari tempat berteduh .


Namun disini semua orang masih berdiri ditempatnya dengan darah yang semakin tercampur dengan air hujan . Mereka enggan bergerak karena aura vanilla begitu kental akan kemarahan .


Secara tiba-tiba pula petir menyambar dengan hebat. Seperti ada sesuatu yang ingin disampaikan . Satu persatu kilatan petir menunjukkan eksistensinya . Memberikan rasa takut bagi pendengarnya .


Namun ditempat ini seorang gadis tengah berdiri angkuh menatap langit dengan sengit . Tangan yang terkepal kuat hingga menciptakan luka diantara jarinya.


Tatapan tajsm kembali menghunus pada seseorang yang berada dibawah kaki jenjangnya.


Aura yang pekat akan kemurkaan benar-benar membuat orang disekitarnya merasa mual . Perlahan gadis lain mendekat .


"Van ,tenangin diri lo ".kata stella


Vanilla tersenyum miring . "Ha...ha..ha tenang !!!".bentak vanilla ."kenapa kalian semua menjadi orang yang bodoh ,teledor!!!!" . Bemtak vanilla kembali .


Semua diam .tak berani berkutik ataupun menjawab vanilla . Karena saat ini vanilla benar-benar murka .


"GARA-GARA KALIAN YANG TAK PERNAH MAU MENDENGARKANKU . LIHAT !!!!!".


"ORANG YANG SAYA CINTAI HARUS MENJADI KORBAN NYA".


"SAYA MENJAGA KALIAN MATI-MATIAN . TAPI KALIAN SEMUA MEMBUAT SAYA INGIN MATI SEKARANG !!!.". Bentak vanilla


"Saya menyuruh kalian tetap diam buksn tanpa alasan dan rencana ." .vanilla mulai terisak .


"Saya tidak ingin kalian terluka seperti ini . Hanya karena masalah masa lalu kalian yang terlalu bodoh !!! KENAPA KALIAN EGOIS !!!!" . Diakhir kaliamat vanilla kembali menaikkan volume nya .


Dada mereka terasa tersayat² saat vanilla mengatakan itu semua . Ingin menyesal namun terlambat . Ingin marah namun tak mengubah apapun .


Vanilla mengangkat katana nya tinggi-tinggi , menggenggam katananya dengan erat , memejamkan mata nya dengan rapat mengumpulkan segala kemarahannya , kekecewaan , dan kesedihannya pada diri sendiri . Menyesali segala sesuatu yang terjadi hari ini .


Vanilla secara tiba-tiba mengayunkan katananya memenggal kepala yang sedari tadi berada dikakinya tepat diantara leher dan tubuhnya .


Darah terus mengucur , benar-benar membuat lautan darah yang luas . Bau anyir darah semakin myeruak pekat menembus indra penciuman .


Petir semakin menampakan eksistensinya ,mendukung segala apa yang dilakukan vanilla .


Vanilla yang biasa menampakan wajah imut ,periang dan senyumnya kini vanilla terlihat mengerikan dengan tatapan membunuhnya , raut wajah yang datar ,terkadang dengan smirk yang mengerikan .


Tidak mungkin mereka mendekati vanilla dengan keadaan seperti ini . Karena mereka semua yang berada disitu juga baru melihat sisi gelap vanilla .


Jika saya tetap diam .


Jika saja tidak terpancing .


Jika saja tak egois .


Namun kata itu semua mereka hanya mampu menyimpannya dengan penyesalan mereka ..


Disini vanilla yang paling terluka . Ke 3 orang yang dicintainya terluka dan sedang terancam nyawanya secara bersamaan .


Vanilla meninggalkan mereka tanpa mengucapkan sepatah kata . Sepertinya vanilla butuh waktu untuk sendiri .


Berulang kali mereka mengucapkan maaf .namun tak vanilla hiraukan . Biarlah mereka merasakan apa yang vanilla rasakan .


Mereka memutuskan kembali kerumahnya masing-masing sekedar menenangkan diri mereka atas apa yang terjadi hari ini .


Sedangkan stella , dewa dan suta mereka segera menuju kerumah sakit , sebelum vanilla pergi , vanilla memerintahkan anak buahnya untuk memberitahu keluarganya dimana ke 3 nya dirawat .


🌸Dirumah sakit🌸


Sumasuta dan bella memasuki ruangan dimana sang putra dirawat . Hati keduanya terasa begitu sakit dan sesak saat melihat putranya sedang diambang kematian , alat yang saling menempel pada tubuh aliano , mata terpejam rapat , terbaring lemah .


Suta yang terus menyalahkan dirinya sendiri , karena ulahnya anaknya menjadi korban . Tak kuasa menahan tangis , suta menangis dipelukan sang istri . Meminta maaf pada bella .


"Maafkan aku bella , karena kebodohanku putra kita seperti ini " . Ucap suta


Bella menggeleng ," ini salah kita berdua , kita berdo'a saja untuk yang terbaik sayang" . Suta mengangguk mengiyakan ucapan istrinya .


Sedangkan diruangan lain seorang gadis cantik dan pria paruh baya sedang memandang dalam dua orang yang tak beda jauh dengan liano .


Segala alat yang menopang kehidupan keduanya terpasang lengkap ditubuh dan kepala mereka . Seorang wanita yang tertidur dengan wajah pucat alat yang terpasang , dan infus yang menetes lancar menjelaskan keadaan mereka sedang tidak baik-baik saja .


Meski alat yang berada ditubuh Rose tak sebanyak catur dan liano , tetap saja mereka merasa hancur .


"Bunda". Lirih stella


"Maafin stella , stella gagal jaga bunda , stella gak berguna , maafin keluarga stella ya ... mereka terlalu serakah ... mereka udah bikin bunda dan catur kaya gini .. maafin .." . Kata stella terbata-bata dengan air mata yang terus mengalir .


Stella berpindah ke ranjang sebelah , memang catur dan rose ditempatkan di satu ruangan . Itupun atas perintah vanilla .


Vanilla sendiri entah pergi kemana .


"Tur , ayo bangun dong kalo lo tidur terus siapa yang jadi bank gue sama vani .. siapa yang bakal jadi penitipan uang ... tur .bangun ya gue mohon .." .diakhir kalimat ucapan stella melambat . Rasanya sakit sekali melihat orang yang dicintainya tak berdaya .


Stella tak kuasa menahannya lagi . Dirinya berlari meninggalkan mereka diruangan tersebut . Stella terus berlari menuju mobilnya , mencari tempat dimana dirinya bisa meluapkan segala emosinya .


"Sayang , maafinn aku " . " ayo bangun kita cari vanilla sama-sama" .ucap dewa


"Kamu cantik meski sedang tertidur . Lihat sayang . Dia putra kita" .dewa melihat kearah catur


"Dia sengaja nemenin kamu tidur , sebenarnya apa yanģ sedang kalian lakukan disana hm .. apa kalian terlalu lelah?" .dewa terus saja mengajak istrinya berbicara , mengusap surai nya dengan lembut , menciumi setiap inci wajah teduh istrinya . Berharap ada keajaiban .


Berganti mendekati sang putra , "boy" .


"Sampe kapan kamu tidur , nanti tea dijodohin sama orang lain kalo kamu gak bangun-bangun, ayah mohon ... bangun" .dewa memegang tangan putra nya . Menciuminya dan berdoa semoga mereka berdua cepat sadar .