
Disini hujan ....
Males kluar jadi gue baik hati nih ...
Upload episod selanjut nya ...
Gappy reading ... readers ..
.
.
.
Tak terasa 1 minggu berlalu cepat , dan hal itu membuat mereka harus kembali lagi kesekolah . Selama mereka di skors tenang aja mereka tidak melupakan tujuan mereka untuk bisa mengubah image buruk yang ada di kelas 12 IPA 5 menjadi baik .
Mereka ber 6 masih berkomunikasi dengan teman sekelasnya untuk membentuk tim belajar menjadi 6 kelompok . Dan mereka sukses membuat perubahan kecil di dalam kelas itu . Soal ke 5 cowok tampan itu , firza selaku wakil ketua kelas belum bisa memasukkan nama mereka kedalam GRUP KELAS karena belum ada persetujuan dari Ketua kelas yaitu vanilla .
Vanilla masih ingin melihat bagaimana tingkah pemuda sombong yang tidak mau ditegur karena selama 1 minggu vanilla di skors Liano masuk full time cuma 1 hari .
Dan hari ini adalah hari dimana vanilla masuk .
Bel terdengar membuat para siswa yang tadinya bersantai , bercanda segera berhamburan untuk masuk kekelas nya masing-masing . Segera duduk rapi dan tidak membuat kegaduhan .
Berbeda dengan kelas 12 IPA 5 , baru 1 minggu ditinggal oleh kawanan vanilla . Sudah sekacau seperti sekarang .
"Gue bilang gue gak mau pindah anjing !!!" .tegas liano
"Asal lo tau ya .. ini kursi milik mereka yang hari ini udah mulai masuk !" .tegas firza tak mau kalah
"Lo setiap hari selalu larang gue buat duduk disini ... sepenting apa si mereka ngebuat lo semua takut kemereka !!!" .marah liano
Faldo yang tau sepertinya liano mulai emosi . Mendekati liano dan berkata ."tahan diri lo ini masih disekolah " .
"Gimana gue sabar . Gue duduk di kursi ini keliatannya sakral banget .... perkara kursi aja mereka ributin" .menatap tajam firza
"Ya karena itu kursi ketua kelas kita !!! Gara-gara tingkah lo sama kawanan lo .. kita semua dikelas ini kena imbas nya ".ucap bagas emosi
Sedari tadi ia cukup menahan emosinya . Sebab karena ulah ke enam lelaki itu kelas ini semakin buruk dimata guru dan siswa lainnya . Guru semakin jauh dan ditambah lagi kemarin bu jeni terlihat menangis ditaman belakang karena mendapat teguran dari pak roy selaku kepala sekolah .
"Itu masalah gua , gue juga yang bolos kenapa lo ributin si !!! Kaya lo gak pernah aja ..... " .kata liano
"Lo gak bakal ngerti . Karena lo baru disini . Lo gak bakal ngerti sama perjuangan kita semua disini ... sama mereka ber 6 .. yang lo tau itu kelas ini kelas buruk biang onar ... karena lo gak tau cerita sebenernya" .bukan bagas yang mengatakan ini . Tapi mia ....
"Persetan sama aturan .... lo tau kelas ini terlalu aneh untuk semua aturan yang berlaku ... bahkan sanksi yang harus diterima ... !!!" .
"Mana ketua kelas lo yang selama ini lo agung-agungkan!!!" .tantang liano pada semuanya
"Tahan no ,, lo berlebihan ." .ucap sadewa
"Gue ketuanya !!!" .ucap vanilla masuk dengan ke 5 temannya dengan keren .
Semua mata tertuju pada ke 6 gadis cantik berwajah tegas yang masuk langsung menghadap ke wajah liano beserta kawannya .
"Heh, cuma cewe " .kata liano mengejek
"Ada yang salah ?".tanya vanilla dengan wajah datarnya
Ya vanilla mengingat nya sekarang . Pantas saja saat dirinya melihat liano terasa tidak asing .
"Sorry buat waktu itu ... " .
"Gue di depan lo , lo mau apa ?" .tanya vani
"Ini kursi sekarang udah jadi milik gue , dan mereka semua" . Mengedarkan pandangan ."ngelarang gue buat duduk disini . Itu perintah lo kan " . Tegas nya
"Iya . Kenapa ?" .
"Oh dan peraturan yang ada disini itu tidak masuk akal sama sekali ..... bisa lo hapus peraturan itu ibu ketua" .kata liano
"Siapa lo nyuruh-nyuruh gue ?" .
"Gue udah baik-baik ya bilang ke lo . Dan lo kek nya gak mau pake cara baik-baik " .liano mendekat mengikis jarak antara dirinya dan vanilla .
Vanilla yang berada didepannya tidak merasa takut sama sekali .
"Asal lo tau FELIX ARELIANO TRIJAYA , lo dan kawanan lo itu gak pernah tau , alesan gue bikin aturan kaya gitu " . Ucap vanilla mendekat kearah liano . Spontan liano memundurkan tubuhnya
Vanilla mendorong tubuh liano dengan jari telunjuk nya ."lo gak tau seberapa perjuangan mereka buat dianggap ada disekolah ini " .
"Lo gak tau gimana kerja kerasnya kita selama ini buat ilangin image buruk dikelas ini " .
"Lo gak tau susah nya kita semua buat ngilangin kebiasaan buruk kita buat jadi lebih baik " .
"Lo gak tau sedihnya wali kelas kita setiap rapat guru kelas kita selalu dibilang biang onar , buruk dan kelas nya berandalan " .
"Lo gak pernah tau setiap ada masalah kelas ini selalu dibilang pelaku nya . Dan lo gak tau atau gak sadar guru yang ngajar kita cuma bu jeni padahal masih banyak guru yang nganggur "
"Mereka milih main ponsel dari pada ngajar dikelas ini , karena apa ? Karena mueid dikelas ini bodoh , badung dan gak punya masadepan " .
"Dan pastinya lo gak tau kan .... kalo setiap bu jeni selesai ngajar di kelas ini ... beliau harus pulang .. menyusui anaknya yang masih bayi ... beliau rela membagi waktunya buat kita .. biar kita pinter .... dan apa yang lo lakuin sama kawanan lo itu !!!!!" . Ucap vanilla terengah-engah karena ia saat ini benar-benar emosi
"Lo bolos seenak jidat lo , tanpa mikirin temen kelas lo yang mati-matian berjuang ngejaga nama baik kelas ini ... lo seenaknya ngerusak perjuangan mereka " .
"Dan terakhir ... kemarin bu jeni nangis hampir dikeluarin gara-gara kelakuan lo , coba pikirin ... bu jeni punya anak yang harus dibiayai .. bu jeni itu single parent .... anaknya dititipin ke ibunya yang udah tua ..... kalo bu jeni dipecat .. gimana nasib anaknya sama ibunya .. karena bu jeni tulang punggung mereka ..... !!!" .
"Apa lo ... lo ..lo dan lo yang mau biayain kehidupannya ... " .tanya vanilla pada liano dan temannya
Vanilla tertawa keras "hahaha , gue lupa .. lo aja gak mikirin kita semua apa lagi hidup bu jeni .... terlalu jauh ..tidak dalam jangkauan lo ye kan" .kata vanilla
Stella mendekati vanilla , memeluk tubuh adiknya itu mencoba menenangkannya . Faldo yang baru tersadar karena sedari tadi dirinya terlalu fokus dengan vanilla , melihat stella .
"Sabar , ayo duduk jangan peduliin mereka " .ucap stella
"Gue mikirin perjuangan mereka la, gue gak mau usaha mereka sia-sia karena kelakuan mereka itu" .ucap vanilla dengan tangisan yang entah kapan sudah bisa membasahi pipi merahnya .
"Gue tau , tapi kita bisa slesein masalah ini baik-baik " .ucap stella
"Lo tenangin diri dulu ya , biar lo bisa berfikir jernih gak pake emosi ... nanti cantik lo luntur lagi" . Ledek stella
"Iihhh kakak mahhh, ... emangnya make up bisa luntur" .kata vanilla tersenyum .
"Gini aja lo panggil gue kakak " . Kata stella