H I A T U S

H I A T U S
STORY 7



Sesampai di rumah.......


Aku buru-buru ke kamarku untuk menjumpai Rafael.


Krek....


Aku membuka pintu kamarku, lalu menutup nya. Aku celengak-celenguk, untuk mencari keberadaan RAFAEL. Heran deh, ketika di cari seperti ini. Dia nya gak muncul, eh tiba gak dicariin dia muncul secara tiba-tiba.


"Rafael...." Aku memanggil dia.


"Rafael...." Sekali lagi aku memanggil nya, tetapi dia tidak muncul juga.


"Rafael............" Dengan nada kesal.


Hush....


Aku disini Aurel.


Yaelah, rupanya dia sudah berada di kasurku.


"Gimana-gimana, ceritain dong" aku mendekati nya dan memasang wajah penasaran.


Rafael pun melihat ku dengan wajah imutnya. Apaan sih, sok cute banget.


Ehm.... Kalau kamu mau tahu, ikut aku ke dua tahun yang lalu. Kata RAFAEL.


"What??" Aku tersontak kaget.


"Bagaimana caranya??" Aku mengangkat sebelah alisku.


Sebelum itu, kamu harus tutup mata terlebih dahulu. Sebelum aku bilang buka, kamu jangan buka ya... Kata RAFAEL manis.


"Oke oke..." Memasang wajah malas.


Aku pun mengikuti apa yang di bilang Rafael. Gak tahu, bakalan jadi seperti apa. Yah, aku sih nurut aja demi menjalankan misi aneh ini dan keluar dari masalah ini.


Sekarang kamu bisa buka matamu. Kata RAFAEL.


Aku membuka satu persatu mataku. Dan, semuanya begitu tampak berbeda. Sekarang aku sedang berada di sekolah.


"Ini kan sekolah ??" Kataku kepada Rafael.


Rafael hanya mengangguk dan menyuruh aku untuk fokus melihat siswi yang minta pertolongan kepadaku.


"Aku lihat, aku lihat dia." Aku pun memberitahukan kepada Rafael.


Mana Aurel. Rafael celengak-celenguk.


"Itu tuh loo..(menunjuk ke arah siswi itu) yang barengan sama cowok."


Itu dia... Rafael menyipitkan matanya.


Sepertinya, Rafael merasakan hawa-hawa yang tidak mengenakkan di dalam siswi itu. Tiba-tiba, aku menanyakan sesuatu kepada Rafael.


"Eh, Rafael. Dari tadi orang lewat di depan kita, kok gak ada respon ya..." Kataku heran.


Ha, oh iya. Aku lupa beri tahu kamu, hehehe.... Rafael menggaruk-garuk kepalanya.


"Beritahu apa ?" Aku memiringkan bibirku.


Rafael pun memberitahu kepadaku, bahwa aku sekarang tidak terlihat oleh mata telanjang manusia. Atau bisa di bilang, aku berwujud arwah.


"What?, Ini gak mungkin. Aku gak mau mati..." Aku tersontak kaget.


"Terus... Nanti ibuku nyariin aku gimana? Baru, dia lihat aku dalam keadaan yang tidak bernyawa??" Panik sekali.


Kamu tenang aja, ini semua udah aku atur kok. Jadi, ibumu tidak akan menemui mu selama kita masih disini. Kata RAFAEL.


"Kamu, yakin??"


Rafael mengangguk dan menyruh ku untuk mengikuti siswi itu. Yah, kami ketinggalan jejaknya dong. Kami pun berjalan di sepanjang koridor sambil mencari siswi itu.


Berhenti Aurel (Rafael pun menghentikan langkahku) bukan itu dia ya... Dia menunjuk ke arah siswi itu.


Apakah dia suka membuat onar di sekolah?? Kata RAFAEL.


Aku pun menjelaskan tentang perilaku kakak kelas yang jahat itu. Dia suka sekali membully murid-murid lain, terkadang dia mengunci mereka di kamar mandi, dan dia juga pernah menyiram siswi lain dengan air keras sehingga membuat wajah siswi itu melepuh. Dan seramnya lagi, apabila ada yang berani mendekati cowoknya dia gak bakal tinggal diam. Dia akan membunuhnya, ketika waktu malam hari tiba.


"Ih, seram amat deh." Aku bergidik ngeri menceritakan tentangnya.


Dan kamu lihat, di belakang nya itu ada siapa? Kata RAFAEL.


(Aku pun menyipitkan mataku) "seorang perempuan berambut panjang." Kataku.


Dia itu adalah Nyi lamper. Konon katanya, apabila ada wanita yang dia sukai dia bakalan masuk ke tubuh dan memanfaatkan tubuh tersebut untuk kejahatan. Jelas Rafael.


Aku pun menelan Saliva ku, dan bulu kudukku berdiri ketika mendengarkan penjelasan dari Rafael.


"Jangan-jangan, tolong akuu..." Kata siswi itu.


Tiba-tiba, Nyi lamper melihat ke arah kami. Rafael pun menyuruh ku untuk menunduk, supaya nyi lamper tidak mengetahui kami.


Ustt... Kata RAFAEL.


Aku pun mengikuti apa yang di bilang Rafael. Sepertinya, dia tidak melihat kami. Kami pun melihat mereka, dengan keadaan wajah setengah. Eits ! Bukan berarti kepala badan dan setengah wajah kami gak ada ya. Cuman, kami tidak mau terlalu menampakkan diri kami. Agar dia tidak mengetahui kami.


Kau harus mati, hahahaha... Kata Nyi lamper.


Dia pun membawa siswi itu kebelakang sekolah. Kami pun mengikuti mereka dari belakang.


****


Sampai lah kami di belakang sekolah. Kami melihay mereka dari kejauhan, dan tidak berani mendekatinya.


Enyalah, kau dari muka bumi ini.


Nyi lamper menusuk perut siswi itu. Darah pun mulai menyemprot ke wajahnya. Sepertinya, dia merasakan kepuasan dalam dirinya. Dia mulai merobek-robek kulitnya dan menyayat-nyayat dagingnya. Dia pun mulai meminum darah dan memakan daging siswi tersebut. Sungguh menjijikkan, ini membuat ku ingin muntah.


Nyi lamper pun mengetahui keberadaan kami dan menyeretku ke hadapannya.


Apa yang sudah kalian lakukan.


Mulutnya yang terus mengunyah daging siswi itu dan bibirnya yang lebih dengan darah.


"A....a...aku" (dia mencekik ku)


Napas ku terasa sesak, dan perlahan demi perlahan mataku berubah menjadi putih.


**Aurel..... Rafael mendatangi ku.


Lepasin Aurel. Kata RAFAEL**.


Rupanya, kau disini juga. Balas Nyi lamper.


Dia pun melemparkan ke tembok belakang sekolah.


"Au..."


Akhirnya, aku bisa bernapas. Rafael pun mendekatiku.


Kamu gak papa, kita kembali ke dunia mu. Kata RAFAEL.


Dia pun menyuruh ku untuk menutup mataku dan kami pun menghilang cepat dari hadapan Nyi lamper.


••••


Akhirnya, kami sampai di rumahku. Rafael menyuruh ku untuk istirahat.


Kamu istirahat, dulu ya. Jangan pikirkan yang tadi. Kata RAFAEL


Sebetulnya, aku masih ingin mempertanyakan kepada RAFAEL tentang Nyi lamper. Kenapa dia bisa kenal dengan Nyi lamper? Apakah, mereka memiliki hubungan? Tapi, aku tidak sanggup untuk bertanya kepadanya. Aku pun istirahat dan pergi untuk tidur.


Note : Nyi lamper, hanya setan dari imajinasi saya. Dan tidak ada di dunia nyata. Kalaupun ada, mohon maaf saya tidak mengetahuinya.