
Sonia adalah putri sulung dari pasangan pak Daud dan ibu Rominah. Dia sekarang sedang duduk di bangku SMA. Bapaknya adalah seorang Manager di kantor miliknya sendiri. Sedangkan ibu Sonia adalah ibu rumah tangga biasa.
Sonia terbangun di tengah malam, dia gelisah seperti ada sesuatu yang melihat dia dari bilik jendela kamarnya. Sonia pun mendekati jendela dan melihat ke arah perkarangan rumah tidak nampak apapun. Kemudian dia menutup tirai jendelanya. Sonia pun berjalan menujuh dapur untuk mengambil air minum. Seketika saja hal aneh terjadi, lampu depan rumah nya pun berkedip sangat sering. Sonia semakin heran dengan apa yang dia lihat, dia pun langsung bergegas menujuh kamarnya kembali.
Hari pun mulai pagi, teman Sonia pun datang ke rumah nya untuk mengajak Sonia pergi bareng ke sekolah.
"Assalammualaikum" (tok tok tok, suara ketukan pintu).
"Iya waalaikumsalam, ehh nak Ayu silahkan masuk nak" (ujar ibu nya Sonia kepada Ayu).
"Maaf bu sonia nya udah bangun tidur belum?"
"Sepertinya belum nak, coba kamu lihat dikamarnya ya"
"Ohh iya bu baiklah".
Ayu pun menuju kamar Sonia, dan benar saja Sonia masih bergulung dengan selimut tidurnya. Ayu pun membangunkan Sonia.
"Hey Sonia bangunn, lu tidak pergi ke sekolah apa?"
"Nia buruan bangun, ntar kita telat loh ke sekolahnya" (ujar Ayu yang memaksa sonia dengan menarik selimutnya untuk membangun Sonia).
"Eemm iyaa bentar lagi yuu, nanggung nih" (sahut sonia sembari menggeliatkan badannya yang masih ingin tidur)
"Yasudah gue langsung pergi ke sekolah, di bangunin malah lanjut tidur, dasar". (pungkas ayu yang terlihat kesal dengan sonia).
"Eeh mau kemana Yu, bentar tunggu gue dong"
"Makanya bangun, udah tu langsung mandi Nia" . (paksa Ayu menyuruh Sonia agar lebih cepat bergegas).
"Yasudah tunggu gue sebentar nyonya Ayu yang cantik jelitaaa". (kata Sonia merayu Ayu agar tetap sabar menunggu).
Selang beberapa waktu, Ayu dan Sonia pun sampai ke sekolah. Sonia menceritakan kejadian yang di alami nya tadi malam kepada Ayu.
"Eh Yu, gue tadi malam risih banget tau ngga kenapa?"
"Emangnya kenapa lu, kayak serius amat"
"Gue kebangun tengah malam Yu, gue lihat arah jendela kamar gue itu kayak ada yang ngintipin gue Yu"
"Ahh mungkin itu halusinasi kamu nya aja soniaa". (ujar Ayu yang tidak percaya akan cerita si Sonia).
"Iya beneran kok Yu, terus gue lihat tidak ada apa-apa diluar jendela, tapi pundak gue terasa merinding setelah itu Yu".
"Ah masa sih, makanya jangan kebanyakan nonton film horror"
"Lah kok ngga percaya banget lu sama gue kampr*t"
"Kok ngegas, iya mana ada kan tengah malem orang ngintip lu tidur lagian kan pintu gerbang lu tegembok, agar rumah lu juga 3 meteran Nia".
"Iya maaf, makanya lu harus percaya sama gue". (timpal sonia untuk menyakinkan ayu).
"Terus kemudian setelah gue ambil minum didapur, tiba-tiba aja lampu depan rumah gue klap klip kaya lampu dj gitu Yu".
"Hhha ngga lucu banget si Yu. Itu akibat lu ngga cuci muka dulu setelah bangun be*o". (tandas Ayu yang masih tidak mau percaya).
"Yasudah deh terserah lu aja mau percaya atau tidak".
Sonia pun menyerah untuk menyakinkan si Ayu.
Jam istirahat pun tiba, tak sengaja bola basket mengenai kepala si Sonia, saat dia dan ayu lewat pinggir lapangan.
"Aww, siapa si yang lempar bola ini ke gue" (Sonia terlihat kesal dan marah).
"Udah Nia balikin aja bola nya ke mereka"(Ayu mencoba menenangkan Sonia).
"Tidak bisa gitu dong Yu, yang lempar bola ini harus minta maaf dulu sama gue".
Lalu tak lama kemudian salah satu cowok berbadan gagah dan berhidung mancung yang bermain basket tersebut, mendekat ke arah Sonia dan Ayu.
"Eh maaf ya ngga sengaja"
"Apa? ngga sengaja kamu bilang (Sonia pun marah) sakit tau ngga lu"
"Ihh dasar cowok ngga mau tanggung jawab loh ya, BANG*AT" (ucapan ke kesalan Sonia kepada cowok tersebut).
"Sudahlah Nia, lagian kan dia sudah minta maaf sama lu" (Ayu mencoba menenangkan Sonia).
Kemudian cowok tersebut pun langsung membawa bola sambil lari dari Sonia dan Ayu.
"Hey dasar lu cowok ngga bertanggung jawab, Banci lu yaa main kabur aja" (timpal Sonia yang masih saja marah).
"Sudahlah kita pergi ke kantin aja bentar lagi masuk". (rayu ayu agar sonia melupakan kejadian tersebut).
Mereka berdua sudah sampai di kantin sekolah.
"Eh Nia, ngomong-ngomong cowok yang tadi itu ganteng juga ya" (tanya Au tentang cowok yang bermain basket).
"Eh Yu, tampang cowok yang tidak bertanggung jawab seperti itu ngga ada ganteng-gantengnya di muka gue"
"Tapi bagi gue ni ya, dia itu udah tampan, berhidung mancung, gagah dan bisa main basket juga, benar-benar cowok idaman". (gumam Ayu tentang cowok tersebut).
"Dasar kamp*et lu Yu, teman lagi menderita lu nya ke girangan"
"Ghaa masih kesal aja lu Nia sama cowok tersebut".
"Ya iyalah dia aja ngga mau nolongin gue , belikan makanan dikantin kek apalah gitu".
"Dasar matre lu Nia hhhaa"
"Eeeh berani-beraninya lu ya bilang gue matre" (sambil mencubit lengan nya si Ayu)
"Hhe maaf boss" (ujar si Ayu).
Malam harinya, Sonia pun mengalami mimpi buruk. Dalam mimpinya, dia melihat ada seorang cewek yang meninggal secara tidak wajar. Terlihat dalam mimpinya cewek tersebut korban tabrak lari dan mayat nya dibuang di semak-semak jalan. Sonia pun terbangun lagi dari tidurnya. Tepat pada pukul 01.00 wib malam. Nafas nya pun tidak teratur. Dia kemudian bangun dan pergi mengambil minum di dapur. Tak lama kemudian, tiba-tiba saja tv di ruang tamu nya nyala. Dan Sonia menduga itu adalah ayahnya yang bangun untuk menonton bola.
"Ayahh, itu ayahkan yang hidupin tv".
kemudian sonia pun berjalan secara perlahan menuju ruang tamu.
"Yah, jawab dong yah itu ayah kan", da Sonia pun melihat tidak ada siapa-siapa yang menonton tv. Sonia gemetaran, jalan nya menjadi kaku dan ketakutan.
"Ngga ini ngga mungkin"
Sonia langsung mematikan tv nya kemudian dia langsung bergegas menuju tempat tidurnya.
Keesokan paginya Sonia bangun lebih awal dan mencari ibu nya.
"Bu ibuuu"
"Iya ibu di dapur"
dia pun menuju dapur dan menanyakan ayahnya.
"Ayah udah berangkat kerja ya Bu?" (tanya Sonia).
"Iya ayah kamu pergi lebih awal kata nya mau ada rapat penting di kantor"
"Ohh gitu ya bu"
"Kenapa kok tumben Nia nanyain ayah, bukan nya Nia itu paling males ketemu sama ayah?" (ujar ibu nya heran dengan tingkah Nia pagi itu).
"Gini bu, semalam kan Nia bangun, lalu ke dapur mau minum, tiba-tiba tv nyala, kirain kan ayah yang bangun bu"
"Ayah mu semalam tidak kemana-mana Nia, dia tidur nyeyak"
"Nia takut bu, kirain Nia semalam ayah, atau jangan-jangan itu hantu bu" (Nia memeluk ibu nya dengan ketakutan).
"Huuss ngomong apa kamu Nia, mana ada hantu di rumah kita" (ujar ibunya).
Sonia pun heran dengan apa yang terjadi padanya belakangan ini. Semua yang dia ceritakan tidak di percaya oleh orang-orang sekitarnya.
**Bersambung....
Selamat membaca semuanya. jangan lupa like dan bagikan cerita ini ya. bantu dukung saya untuk selalu mebuat novel Terimakasih 😊**