H I A T U S

H I A T U S
Jatuh Hati



**P****ada pukul 18.00, ayu dan sonia sampai ke rumahnya sonia. ayu masih terlihat kesal terhadap sonia. dia menghiraukan ajakan ibu sonia untuk mampir terlebih dahulu, yang kebetulan ibu sonia saat ini menunggu mereka di teras rumah.


"ee kenapa jam segini kalian baru pulang nak ayu" tanya ibu sonia.


"ngga papa kok bu, tadi jalan mampir dulu rumah temen" jawab ayu.


sonia pun turun dari motor dan berdiri di sebelah ibu nya.


"mampir dulu nak, bentar lagi adzan maghrib" ujar ibu sonia


"biarlah bu, lain kali aja.. lagian juga ntar ayu di cariin mama kenapa belum pulang" jawab ayu


"ohh yaudah kalo gitu nak, hati-hati dijalan nak ayu" tambah ibu sonia.


"terimakasih ya yu udah nganterin pulang" sahut sonia yang hanya diabaikan ayu.


"yaudah bu, ayu pamit pulang dulu bu"


Setelah hari itu, ayu jarang menjemput sonia. sonia pun tiap pagi ke sekolah naik angkot. Sesaat sampai di gerbang sekolah, sonia di godain oleh bagas dan leon sembari lewat di hadapannya.


"pagii cantiikk" ujar leon dan bagas


"eh apaan si kalian berdua" jawab sonia


Saat jam pelajaran, terlihat ayu dan sonia tidak saling menyapa. mereka hanya berbicara dalam hati nya masing-masing.


"kenapa ya ayu akhir-akhir ini ngga mau ngomong sama gue, apa dia masih marah karena ulah gue tempo hari" ujar sonia dalam hati.


"apa gue harus negur duluan sama sonia, ah ngga mungkin, dia yang harusnya duluan bicara sama gue" ujar ayu yang menunggu sonia memulai bicara duluan.


itulah kata dalam hati mereka berdua, yang terlihat canggung satu sama lain nya untuk berbicara duluan.


Istirahat pun tiba, kali ini ayu dan sonia menuju kantin tanpa bersamaan. ayu terlihat lebih duluan pergi bersama teman-teman kelas yang lainnya. tak lama kemudian, ayu terkena lemparan bola basket yang mengakibatkan dia terjatuh. sonia pun langsung lari setelah melihat ayut terjatuh tersebut.


"awas bola" kata pria yang bermain basket untuk mencegat ayu agar tak terkena bola.


"aww.. (teriak ayu yang kemudian jatuh)".


"ayuuuu... (sonia lari kepada ayu)".


tak lama kemudian pria yang tadinya di lapangan pun menghampiri ayu.


" heii kamu ngga papa kan" tanya pria tersebut.


ayu melirik pria tersebut,ternyata dia adalah pria yang sama ketika sonia terkena bola beberapa minggu yang lalu.


"eehh lu lagi lu lagii.. ngga ada kapok-kapoknya lu ya celakain kita ha" teriak sonia yang memarahi pria tersebut.


ayu pun berpura-pura pingsan.


"yu...ayuu bangun. lu pingsan yu, duh gimana ini.. eh lu mesti tanggung jawab ya *******" ujar sonia


"e ee iya iya kita bawa dia ke uks aja dulu" jawab pria tersebut dengan gugup.


kemudian ayu dibawa ke ruang uks untuk di obati dan agar dia segera bangun. sonia dan pria tersebt masih terlibat dalam percekcokan.


"eh lu, kenapa bikin masalah terus sama kita ha"


"ya gue ngga sengaja, namanya juga main bola kan. bisa saja bola mantul tersebut terlempar keluar lapangan" jawabnya


(andre, dalam hati sonia membaca nama di baju pria tersebut)


"ooh jadi andre nama lu"


"oh iya kenalkan gue andre" jawab nya sambil meyodorkan tangan.


"okee kita kenalan, gue sonia dan dia ayu, tapi ingat bukan berarti masalah lu sama kita selesai" jawab sonia sambil perkenalan.


kemudian ayu bangun dari kepalsuan pingsan nya, dan dia serasa sakit di bagian kepalanya untuk menarik perhatian andre.


"aduuhh"


"ehh ayu udah sadar lu" kata sonia


"kenapa kepala nya" sahut andre


"ngga tau ni, mungkin kepala gue masih pusing" jawab ayu


"lu kenapa si yu masih aja ngabaikan gue" tanya sonia yang mencoba untuk memperbaiki persahabatan mereka


"awas pelan pelan bangunya" andre spontan langsung menolong ayu untuk bangun.


ayu menatap mata andre seketika itu terjadi, dan andre pun menatap matanya juga. sonia terlihat tidak suka dengan apa yang dia lihat di hadapannya.


(si andre beneran pria ganteng yang gue lihat selain cowok-cowok lain, lalo gue jadi pacarnya pasti bahagia sekali, tapi dia kira-kira udah punya pacar belum ya) ayu berbicara dalam hatinya .


"eh kalian berdua ngapai pandang-pandangan kagak jelas.. bukan muhrim dengar" ujar sonia


"eh risih banget lu nia jadi orang" timpal ayu yang kemudian andre melepaskan tangan nya ketika ayu sudah bisa duduk di tempat tidur tersebut.


"maaf ya atas kejadian hari ini, kalo misalkan lu masih ada keluhan boleh minta langsung sama gue" ujar andre pada ayu sembari memberi nomer hp nya


"ohh iya ngga apa kok ndre, bentar juga gue bakal baikan kok"


"udah simpan aja nomer gue siapa tau penting" timpal andre


"yasudah kalo udah kelar, ayo kita kembali ke ruangan" sahut sonia.


Dari ruang uks, mereka menuju kelas masing-masing. andre adalah anak kelas 12 yang mengambil jurusan IPA, sedangkan ayu dan sonia mereka juga kelas 12 namun mengambil jurusan IPS.


ketika kejadian yang di alami oleh ayu tadi siang disekolah, dia pun slalu terbayang dengan ketampanan andre. malam itu dia mengirim pesan singkat pada andre.


(*duhh kenapa gue mikirin andre mulu dari tadi,, apa gue beneran jatuh hati sama andre. aah ngga mungkin secepat ini.. kenapa ngga gue coba telpon dia aja ya siapa tau di*terima telpon dari gue) dalam hatinya.


isi dari percakapan ayu dan andre malam itu.


"hallo.. *ini siapa ya"


"ini gue ayu"


"eeh ayu, kenapa yu kepala mu masih sakit atau lu barusan pingsan lagi*"


andre yang terlihat khawatir pada ayu.


"*ngga kok ndre, maaf ya kalo gue ganggu"


"ngga masalah kok yu, lu nya itu kenapa bilang dong kalo ada sesuatu"


"beneran kok gue ngga kenapa-napa ndre"


"yasudah kalo gitu besok gue jemput lu dirumah , sebagai randa maaf dari gue"


"eeh ngga usah ndre, gue bisa kok pake motor"


"biar gue jemput aja ya"


"tapi bagaimana dengan sonia ndre"


"sonia naik taxi aja besok*"


akhirnya besok pagi andre menjemput ayu ke rumahnya agar mereka pergi ke sekolah bareng.


"pagi tante, ini bener rumah nya ayu" tanya andre pada mama nya ayu yang kebetulan baru mau berangkat ke kantor


"iya kenapa.. kamu siapa nya ayu?" tanya mama nya ayu judes


"iya tante saya temannya ayu"


"panggil aja, ntar dia keluar. soalnya saya buru-buru" ujar mama nya ayu


tak lama kemudian, ayu keluar.


"eh andre, kenapa ngga manggil gue ..udah lama nunggu nya" tanya ayu


"baru sebentar kok, tadi gue ketemu ibu lu, dan katanya lu bentar lagi keluar makanya gue tunggu aja di depan" jawabnya.


"oh yasudah kita berangkat aja soalnya bentar lagi masuk"


"oh iya baiklah tuan putri" ujar andre yang sedikit merayunya.


ayu dan andre akhirnya menjadi teman dekat, di mulai pada hari hari dimana dia menjemput ayu dirumah nya.


**Bersambunggg....


selamat membaca cerita nya ya. semoga semakin menarik dan jangan lupa like nya kalo kalian suka.


terimakasih 😊**