
Setelah mengantarkan Naya pulang, Pm langsung pergi ke salah satu bar karena Fares sahabatnya itu sudah mengechatnya sedari tadi.
"Res!" panggil Pm.
"Kemana aja lu baru datang?" tanya Fares.
"Sorry, tadi ada urusan sebentar," Pm menjawab sambil meneguk satu gelas kecil alkohol.
"Res, malam ini gua nginep ya di apartemen lu,"
"Lu ada masalah?" Pm hanya terdiam. Fares sangat mengerti Pm yang setiap ada masalah dengan bokapnya pasti dia selalu menginap di apartemennya, karena Fares tahu betul jika Pm sedang bertengkar dengan bokapnya dia selalu melampiaskan amarahnya dengan melemparkan atau membanting semua barang yang ada di kamarnya sehingga membuat kamarnya seperti kapal pecah dan akhirnya dia menginap di apartemen Fares.
Mereka berdua asik meminum alkohol di salah satu bar milik sahabat lamanya yang bernama Geri. Tiba-tiba pandangan mata Pm tertuju pada salah satu gadis yang tidak lain adalah Sisil, gadis yang akan di jodohkan olehnya.
"Res, gua ke sana dulu, ya." Fares pun mengangguk.
Pm mendekati gadis itu yang sedang meminum alkohol bersama teman-teman ceweknya dan ada beberapa lelaki juga yang menemani mereka.
"Lagi-lagi lu di sini!"
"Kak Pm! Ngapain Kakak di sini?!" teriaknya sedikit terkejut.
"Gua telepon Misil ya, biar lu dikirim keluar negeri," ucap Pm yang sudah mengeluarkan handphone-nya.
Sisil pun meminta Pm jangan menelepon Kakaknya. Lalu dia merengek tidak ingin pulang jika, bukan Pm yang mengantarnya pulang. Mau tidak mau Pm pun harus mengatarkan gadis yang baru lulus sekolah SMK ini kerumahnya. Sebelum pergi Pm meminta pada Geri agar mengawasi Fares jangan terlalu banyak minum alkohol. Jika, Fares terlalu banyak minum dan mabuk berat, maka, dia akan melakukan hal konyol seperti memeluk siapa pun yang berada di sampingnya atau di sekitarnya.
Di sepanjang perjalanan Sisil hanya menatap wajah Pm dan hatinya begitu sakit jika mengingat foto Pm dengan seorang wanita di malam itu. Pm yang merasa ditatap hanya fokus menyetir mobil tanpa melirik gadis itu.
Setelah mengantarkan gadis itu, dia mendapatkan telepon dari Geri bahwa Fares sudah pulang dari bar dengan keadaan mabuk berat. Pm lalu menuju apartemen Fares. Baru sampai parkiran dia melihat suruhan ayahnya sudah berada di depan apartemen Fares untuk mencarinya. Akhirnya Pm pun mengurungkan niat untuk masuk ke apartemen.
***
Pagi hari Fares terbangun. Dia sangat terkejut melihat seorang wanita yang berada di sofa kamarnya. Karena selama ini dia tidak pernah membawa wanita manapun masuk ke dalam apartemennya. Dia mendekati wanita itu. Dia semakin terkejut karena wanita itu adalah Naya.
Flashback on
Semalam walaupun Geri menahannya agar tidak banyak minum tetapi, Fares yang terkenal keras kepala dia terus minum alkohol sampai 20 botol. Ketika Geri ingin mengantarnya pulang, Geri melihat Fares sudah tidak ada di mejanya. Geri lalu berlari ke arah parkiran dan ternyata mobil Fares sudah tidak ada.
Sebelum Naya memasukan Fares ke dalam mobil tiba-tiba Fares memeluknya. Naya terkejut kembali dan dengan sekuat tenaga dia melepaskan pelukan Fares. Melihat Fares mabuk berat mau tak mau Naya mengantarnya pulang. Ketika di perjalanan ia bingung karena tidak tahu alamat rumah Fares. Dia ingin bertanya tetapi, Fares sudah tertidur sangat lelap. Akhirnya, dia menelpon Andre sang managernya.
Setelah sampai di parkiran apartemen Fares, Naya bingung harus bagaimana karena dia tidak akan kuat memapah Fares yang sedang tidur. Lalu dia meminta bantuan pada penjaga apartemen untuk membawa Fares ke kamar apartemennya.
Fares masih terlelap dalam tidurnya yang kini sudah berada di kasurnya. Sebelum pergi, Naya membuka sepatu dan menyelimutinya. Ketika Naya ingin melangkahkahkan kaki, Fares menarik lengannya dengan mata terpejam lalu memeluknya dengan posisi Naya di atas tubuhnya. Untuk kedua kalinya Naya harus melepaskan pelukan dari bosnya.
Naya yang sudah merasa lelah dan lututnya yang masih terasa sakit karena sebelum bertemu bosnya, dia mencari Misil yang katanya ada di sebuah bar tetapi sebelum Naya masuk ke dalam bar, dia bertemu dengan Fares terlebih dahulu. Dan akhirnya sekarang dia berada di apartemen Fares. Naya yang sudah lelah itu tertidur di sofa kamar Fares, dia mengurungkan niatnya untuk pulang ke kos-kosan karena jam sudah menunjukkan jam 2 pagi.
Flashback off
Fares masih tidak bisa mengingat kejadian semalam, dan dia berharap semoga tidak melakukan hal-hal konyol kepada Naya. Fares menggendong Naya ke kasurnya lalu dia membersihkan diri dan memasak sarapan.
Naya membuka matanya. "Kenapa ada di kasur?" gumamnya. Lalu dia keluar kamar.
"Sudah bangun?" tanya Fares yang baru selesai masak. Naya sedikit menganga melihat bosnya memakai kaos putih polos yang membuat tubuhnya terlihat sexy.
"Ayo, makan," ucapnya dan Naya duduk lalu dia melihat makanan di atas meja. "Ini, kan, makanan kesukaan gua," gumamnya.
Setelah selesai makan, Fares yang masih penasaran menanyakan tentang kejadian semalam. Naya pun menceritakan kejadian itu dengan polosnya, tanpa ada satu cerita pun yang ia lewati. Fares yang mendengarnya dibuat malu karena dia memeluk Naya. Lalu dia meminta maaf pada Naya karena sudah memeluknya dan sebagai tanda terimakasih, Fares meminta untuk mengantarnya pulang.
"Naya!!!" panggil Misil dengan wajah sedikit kesal karena temannya itu tidak pulang semalaman.
"Misil! Kamu gak apa-apa, kan?" tanya Naya melihat Misil di depan pintu kamar kos-kosan.
"Apanya yang gak apa-apa? Kamu semalam dari mana saja?"
"Semalam aku mencari kamu. Kamu bilang kamu di salah satu bar."
"Bar??" Naya pun mengangguk.
Naya menceritakan kejadian semalam yang sehabis bertemu Pm, ia mendapatkan chat masuk bahwa Misil sedang berada di bar, lalu menyuruhnya untuk ke sana Dan endingnya dia bertemu dengan bosnya yang sedang mabuk berat dan akhirnya dia pun terpaksa bermalam di apartemen bosnya.
Setelah mendengar cerita dari Naya, Misil meminta maaf karena handphone-nya hilang entah kemana setelah semalam dia keluar sebentar untuk pergi membeli makan. Misil juga menasehati Naya agar dia tidak terpancing lagi oleh pesan seperti itu walau pesan itu di kirim langsung oleh teman atau sahabatnya sendiri, karena bagi Misil bar itu adalah sebuah tempat yang harus dihindari bagi seorang wanita.