
Terdapat adegan 18+ harap bijak membaca
"Gaby, aku pulang duluan ya," pamit Tania
"loh, gak bareng aku aja tan?" tanya Gaby
"nggk deh, aku dah ditunggu tuh dibawah, Dady ku jemput aku" ujar Tania
"hati²ya tan" ujar Gabriel sambil memeluk Tania
"thanks Gaby" balas Tania,
"saya pamit dulu tuan, permisi" pamit Tania pada Gavin dan the Boyz
"sayang aku mau pulang, aku ngantuk" rengek Gabriel
"tidurlah diatas sayang" ujar Gavin
"baiklah,, kalo pulang jangn lypa bangunin yaa" ujar Gaby yang langsung berlari kecil ke atas dan tak lupa mencium pipi Gavin sebelum pergi,, membuat the Boyz panas saja
"Vin, kau memang sudah jadi bucin akut deh kayaknya" gumam gio
"kau akan tau rasanya saat kau diperhatikan oleh istri mu kelak" ujar Gavin
"kalian lanjut lah, aku ada kerjaan" sambungnya
the Boyz pun hanya mengangguk dan kembali mengobrol tentang Tania yang tampak cantik itu,,
sedangkan Gaby diatas sedang terlelap dalam tidur nya,, ruangan itu penuh dengan aroma tubuh Gavin yang membuat Gabriel merasa aman dan nyaman,,
tak terasa hari pun sudah pukul 17:00 WIB, the Boyz sudah pulang dari 1 jam yang lalu, sedangkan Gavin masih menunggu Gaby hingga bangun,, karna merasa Gaby tidak kunjung bangun Gavin pun menggendong nya ke parkiran dimana mobilnya berada,,
mobil yang ditumpangi oleh Gavin dan Gabriel pun melaju dengan kecepatan sedang, memecah jalanan sekitar yang tampak sedikit ramai karna jam pulang kantor,, tiba² Gaby terbangun dan menggeliat dipangkuan Gavin, Gaby pun memeluk Gavin dengan posesif hingga membuat Gavin tersenyum dan membalas pelukan hangat dari Gaby,
"sayang, kau ingin beli apa mumpung lagi diluar nih" tanya Gavin
"aku ingin pulang dan tidur sambil memeluk mu" Jawab Gabriel
"kau ini,,, kau tidak ingin beli makanan atau barang apa gitu?" tanya Gavin lgi
"tidak, aku ingin terus bersama mu" jawab Gabriel
saat sudah sampai di rumah mereka, Gavin pun menggendong Gaby lagi karna Gaby ingin digendong,,
"sayang mandilah dulu setelah itu kau boleh tidur lagi" seru Gavin
Gaby pun berjalan menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya,,
setelah beberapa menit Gaby pun keluar dengan handuk kimono nya,, rambut yang basah membuat kesan seksi saat dilihat,,,
Gavin yang melihat itu pun langsung menganga terpesona dengan keindahan yang dilihatnya,,
"kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Gaby
"tidak apa, kau cantik dan seksi,, apa kau ingin menggodaku dengan itu?" ujar Gavin
"apaan sihh, aku mau ganti baju dulu" jawab Gabriel
tanpa aba-aba Gavin pun langsung memeluk Gabriel hingga keduanya terjatuh ditempat tidur,,
"Gavin lepasin,," seru Gabriel sambil memberontak namun usahanya sia², karna tenaganya tidak sekuat Gavin
"Gavin geli,, aku mau ganti baju dulu,,,,,"
belum selesai bicara kini Gavin pun mencium bibir Gabriel dengan lembut, membuat Gaby seperti disengat listrik,,
lama kelamaan ciuman itu pun semakin menuntut,, tangan Gavin pun sudah mulai nakal dan menjalari Setiap inci tubuh Gaby, Gaby yang merasa geli sekaligus aneh dengan sentuhan Gavin pun menggeliat dan tanpa disadari gerakan Gaby membuat Gavin semakin tertarik,,
Gavin pun menggendong Gaby dan ditidurkan di ranjang,, Gavin pun mengurungnya dan kembali mencium setiap inci tubuh Gaby, satu persatu pakaian Gaby pun sudang dilepaskan oleh Gavin, kini Gaby pun sudah telanjang bulat membuat Gavin menelan Saliva nya susah payah, namun Gavin kembali sadar dan bertanya pada Gaby
"by, apa kamu siap?" tanya Gavin
Gaby pun hanya mengangguk saja tanpa disadari pipi Gaby merona karna menahan malunya, Gavin pun sudah tidak sabar dan segera meluncurkan aksinya,,
Gavin pun sudah ingin melakukan penyatuan namun ditahan dengan pertanyaan Gaby, "apa itu sakit?" tanya Gaby, "aku akan melakukan nya pelan²" jawab Gavin Gaby pun mengangguk dan Gavin pun mulai melakukan nya,
"akkhh,,, sakit" gumam Gabriel
Gavin yang tak tega pun mengurungkan niatnya untuk mendapatkan hak nya,,
"kenapa berhenti?" tanya Gaby
"kamu menangis, aku gak suka kamu menangis" ujar Gavin
"tidak apa, aku ingin" jawab Gaby malu malu
malam itu pun dipenuhi dengan suara ******* Gaby dan erangan kenikmatan dari keduanya,,
2 jam kemudian pun mereka menyudahi nya,, kini Gavin pun membaringkan tubuhnya di samping Gaby
"terimakasih sayang" ujar Gavin yang memeluk tubuh Gaby yang sudah terlelap karna kecapekan
pagi hari
"morning sayang" sapa Gavin yang bangun terlebih dahulu
"awww,,," pekik Gabriel saat hendak turun dari tempat tidur
"kenapa sayang?" tanya Gavin khawatir
"sakit,," jawab Gabriel
"sini kulihat" pinta Gavin
"nggk usah Vin,," ujarnya
"udah lah sini,,, berdarah sayang,, kita periksa kedokter yaa, aku panggil Jenifer kemari" ujar Gavin yang terlihat khawatir
"tidak usah Gavin, aku mau mandi aku baik baik saja" tahan Gaby saat melihat Gavin yang ingin menghubungi dokter Jennifer
Gavin pun menggendong Gaby ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya,, mereka pun mandi berdua setelah itu Gavin pun mengeringkan rambut Gabriel,,
setelah itu mereka pun turun kebawah untuk sarapan bersama sebelum pergi kekantor dan kekampus,,
"Gavin, terimakasih sudah membolehkan aku kerja" seru Gabriel
"sama sama sayang, asal kau dengan ku aku pasti suka" ujar Gavin
"ayo aku sudah selesai makannya, keburu telat aku ada jam pagi ini" pinta Gabriel
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...