
"Gavin,,," panggil Gabriel
"hmmm,," balas Gavin
"apa kau sudah mandi?" tanya Gabriel
"sudah tadi dikamar tamu" ujar Gavin yang msih sibuk melipat celana panjang Gabriel
"pantas saja wangi,, kau pakai parfum apa?" tanya Gabriel
"tidak pakai parfum, ini pewangi yang ku masukkan ke bathtub" jawab Gavin
"apa kau menyukai wanginya?" tanya Gavin seraya mengelus rambut Gabriel
seketika Gabriel mematung saat diperlakukan seperti itu oleh Gavin, detak jantung nya berdegup kencang,,
"hey,, kenapa melamun?" tanya Gavin
"ah maaf,," jawab Gabriel yang langsung membuang muka karna malu,,
Gavin yang melihat pipi Gabriel merona pun langsung tersenyum,,
"apa kau malu?" tanya Gavin sambil memegang dagu Gabriel agar Gabriel menatapnya
"tidakk,," jawab Gabriel
"hahaha,, yasudah, tadi aku tanya apa kau suka wanginya?" tanya Gavin lagi
"ya aku suka aromanya yang sangat manis itu" ujar Gabriel
"hanya aku yang punya pewangi itu, karna itu diracik khusus untukku" seru Gavin
"jadi tidak ada yang jual?"tanya Gabriel
"tidak,, tidurlah sudah larut ini, besok kita akan menikah jadi persiapkan diri mu" goda Gavin yang kini berlenggang pergi keluar kamar untuk tidur di kamar tamu
"aakkkhhh aku bodoh sekaliii" pekik Gabriel yang menahan malunya,,
Gabriel pun tertidur diatas ranjang kamar Gavin, entah mengapa aroma tubuh Gavin melekat di kamar itu membuat Gabriel merasa nyaman,,
keesokan harinya Gabriel terbangun dari tidurnya dan menyadari kalau dia sudah berada di kamarnya, 'apa dia yang mengantar ku kemansion saat aku tertidur?' batin Gabriel
namun alangkah terkejutnya Gabriel saat melihat kamarnya sudah dihias dan sudah ada gaun gaun pengantin yang tampak simpel sesuai dengan kepribadian Gabriel
'ternyata pernikahan ini sudah disediakan oleh Dady dengan sangat matang, semoga pilihan ku ini adalah pilihan yang tepat' batin Gabriel
setelah jam menunjukkan pukul 14:00 WIB Gabriel dan sekeluarga pun datang ke rumah sakit dimana ijab Kabul itu dilaksanakan dirumah sakit karna keadaan dad max sedang memburuk,,
Gavin yang melihat Gabriel datang dengan anggunnya pun hanya menatap Gabriel tanpa berkedip sedikit pun, Gavin sangat kagum dengan kecantikan Gabriel...
"apakah semua sudah datang?" tanya penghulu
"sudah semua pak" jawab max
"baiklah bisa kita mulai sekarang?" tanya pak penghulu
"sudah pak" jawab Gavin
"ayo tuan Marcell, silahkan mewalikan dan menikahkan putri anda" ujar penghulu
"bismillahirrahmanirrahim, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Gavin Fabrizio bin Maxi geolendra dengan anak kandung saya Gabriella Angelina binti Marcell Alexander dengan mahar 70000 US Dollar dengan seperangkat alat sholat dan emas 10 gram dibayar tunai"
"saya terima nikah dan kawinnya Gabriella Angelina binti Marcell Alexander dengan mahar yang tersebut dibayar tunai" ucap Gavin dengan yakin
"sahhh" seru semua orang disana,,
kini Gavin dan Gabriel pun sudah resmi menjadi suami istri,
"saat Dady sembuh nanti kita akan adakan resepsi pernikahan yang megah" ujar Gavin
"terserah mu saja, yang penting sekarang kesehatan dady" jawab Gabriel
sementara itu
"aaakkkkkhhh,,," pekik seorang gadis
"kenapa Gavin bisa berbuat seperti itu padaku, bisa²nya dia menikah dengan gadis lain selain aku" sambungnya,,
gadis itu bernama Bianca, Bianca adalah mantan Gavin yang dulu Gavin putuskan karna ketahuan selingkuh dengan rekan bisnisnya di apartemen Bianca,,
"aku akan membalas semua ini Gaby, tunggu saja waktunya" gumam Bianca sambil tersenyum licik
Malam hari di mansion geolendra
"lagi² aku lupa membawa baju ganti" gumam Gabriel
tak lama Gavin pun keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang dengan rambut yang basah membuat Gabriel melihat dada bidang dan perut sixpack nya,,
"aakkkhhh" teriak Gabriel
"hey,, kenapa kau teriak Gaby?" tanya Gavin
"kenapa kau telanjang dada seperti itu, kau menodai mataku" pekik Gabriel
"kau harus terbiasa karna kita sekarang sudah sah menjadi suami istri" balas Gavin
"mandilah lalu beristirahat, kau pasti lelah mengenakan gaun yang berat ini seharian" pinta Gavin sambil mengelus rambut Gabriel
Gabriel yang sempat terbuai dengan sentuhan Gavin pun langsung tersadar dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya,, dia lupa tidak membawa handuk dan tidak membawa baju gantinya,,
"whatt,, aku lupa membawa handuk dan aku juga lupa kalau aku tidak bawa baju ganti" gumam Gabriel
"aduhhh bodohnya akuuu,, apa Gavin masih ada didalam yaa?" sambungnya sambil mengintip keluar
"apes banget sih,, Kok Gavin gak pergi²sih" lirihnya yang kini masuk kembali kedalam bathtub, karna merasa nyaman Gabriel pun tertidur di dalam bathtub,,,
"kenapa dia lama sekali mandinya?" gumam Gavin
karna merasa khawatir Gavin pun akhirnya mendobrak pintu kamar mandi untuk melihat apakah Gabriel baik²saja,,
saat pintu terbuka betapa terkejutnya Gavin saat melihat Gabriel tertidur di dalam bathtub dengan keadaan polos tanpa memakai sehelai benang pun, Gavin sempat tertegun sejenak kemudian sadar kembali dan langsung berusaha membangunkan Gabriel namun Gabriel tidak kunjung bangun,,
Gavin pun mengeluarkan Gabriel dari dalam bathtub dan meletakkan nya diatas ranjang, saat hendak menyelimuti tubuh polos Gabriel, tiba² Gavin kehilangan kendali dan menyentuh gunung kembar milik Gabriel namun dia sadar kembali dan langsung menutupi tubuh Gabriel dengan selimut,
'Gavin,, ayo dong tahann, jangan sampai menyentuh tubuhnya walaupun tubuhnya begitu menggoda, tapi ingat dia belum mencintai mu jangan sentuh dia dulu" gumam Gavin yang sedang mengambil kemejanya dan memakai kannya pada Gabriel,,
"cepatlah kemari, istriku pingsan saat berada didalam bathtub" pinta Gavin
"aku akan segera kesana, tenanglah, dan coba bangunkan dia, jika tidak bangun kasih dia nafas buatan" balas dokter Jennifer dari sebrang telvon
"baiklah,," jawab Gavin menutup telvon nya,,
Gavin pun mencoba membangunkan Gabriel dengan lembut, sambil mengusap rambut Gabriel yang masih basah,, karna tak kunjung bangun Gavin pun mencoba memberikan nafas buatan,,
saat Gavin Hendak mencium bibir Gabriel tiba² Gabriel terbangun dan akhirnya mereka pun tak sengaja berciuman beberapa detik,
Gabriel yang tadinya sempat terbuai pun langsung tersadar dan memalingkan wajahnya tidak ingin menatap Gavin,,