
Setelah beberapa menit diperjalanan akhirnya Gaby dan Gavin pun sudah sampai di depan gerbang kampus Gaby, disana telah ada 3 gadis yang menunggu kedatangan Gaby dan Gavin,,
"hay by,," sapa salah satu dari mereka
"Hay juga,, udah lama nunggu nya?"
"tidak,, hanya sebentar"
Gaby pun masuk ke kampus bersama ketiga teman nya setelah berpamitan dengan Gavin,, Gavin yang melihat istri kecil nya itu sudah masuk pun kembali meneruskan perjalanan menuju ke kantor miliknya,,
selang 30 menit akhirnya Gavin pun sudah berada di ruangan nya dan menandatangani berkas penting,,
"tok tok tok" terdengar suara ketukan pintu dari luar, "masuk" ujar Gavin
"selamat pagi tuan,," sapa seorang gadis cantik yang bukan karyawan di perusahaan Gavin
"siapa kamu? kamu bukan karyawan di sini" tanya Gavin tanpa melihat ke arah gadis cantik nan seksi itu,,
"saya sekretaris baru anda tuan"
"no, saya sudah punya sekretaris pribadi, jadi kamu pergi lah ke tempat lain,, dan ingat saya tidak suka dengan karyawan yang mengenakan pakaian tak pantas seperti itu" Gavin merasa miris melihat gadis itu,,,
'cantik, tapi gatel,, masih mending istriku' batin Gavin
"maaf tuan tapi saya disuruh kemari oleh tuan bagus,," jawab gadis itu yang tak lain adalah Bianca
"saya tidak suka penolakan,, pergi sekarang kau membuat mataku sakit dengan menunjukkan belahan mu itu" cibir Gavin
Bianca yang mendengar itu pun merasa kesal dan langsung pergi tanpa permisi terlebih dahulu,, Gavin yang melihat kepergian Bianca pun langsung bernafas dengan lega,,
sementara itu di kampus Gaby sedang didekati oleh Deny, ya, Deny yang sangat jatuh cinta dengan Gaby itu,,
"den,, kamu sebaiknya jangan dekati aku lagi, aku bukan gadis lagi aku sudah bersuami" ujarnya
"by,, aku tau kamu sebenarnya tidak mencintai hubungan mu dan suamimu,, kau ceraikan saja suami mu aku jauh lebih baik dari dia,, aku yakin kau akan bahagia bersama ku" jawab Deny
plaakkk
sebuah tamparan dari Gaby mendarat dengan sempurna di pipi Deny, Gaby tidak suka jika suaminya itu dihina oleh lelaki manapun,,
"jaga ya ucapan mu, aku bersikap lembut padamu bukan berarti kamu bisa bicara seenaknya,, pernikahan itu hubungan yang sakral dan tidak bisa ditawar tawar,,"
"aku sangat bahagia bisa hidup dengan lelaki yang perhatian seperti Gavin, dan yang perlu kamu tau, Gavin jauh lebih baik dari kamu" Sambungnya
setelah mengungkapkan itu Gaby yang merasa kesal pun kembali ke kelas nya untuk mengambil tas miliknya,,
"loh by, mau kemana?" tanya Tania
"mau ke tempat Gavin,, aku mau ketemu dia" jawab Gaby
"lah terus kuliah mu gimana?, 20 menit lagi kelas kedua akan dimulai by" ujar Kirana
"izinin aku ya girl, aku pengen banget ke tempat Gavin mau cerita banyak,, please" bujuk Gaby
"hmm ya sudah pergilah bertemu suami tercinta mu itu" sahut teman nya
"halo sayang,," Jawa Gavin dari sebrang telvon
"ha? kau akan kemari,, bukanya ada jadwal hari ini kenapa bolos sayang"
"aku mau ketemu kamu,, ayolahh kali ini aja aku bolos nya,, aku pengen banget ke tempat kamu"
"hm baiklah Jack akan menjemput mu,, tunggu dan jangan pergi kemana-mana"
setelah itu pun Gaby menunggu kedatangan Jack,, bertengkar dengan Deny membuat gaaby pusing dan ingin bertemu dengan suami nya itu,, entah sejak kapan Gavin sudah menjadi tempat untuk Gaby bergantung,,
tak berselang lama Jack pun sampai,,
"silahkan nona" ujarnya sambil membuka pintu mobilnya
"thanks Jack" jawab Gaby
30 menit perjalanan menuju ke kantor Gavin membuat Gaby mengantuk dan akhirnya tertidur di dalam mobil,, saat sudah sampai Jack pun dilanda kebingungan karna bingung harus membangunkan Gabriel atau menggendong nya
"Jack apa kau sudah sampai?" tanya Gavin dari sebrang telvon
"sudah tuan tapi nona sedang tertidur dan saya bingung harus. bangunkan atau menggendong nya" jawab Jack
"jangan sentuh istri ku, aku akan Kebawah untuk menjemput nya,," begitulah Gavin
Gaby yang merasa terusik pun mulai mengerjapkan matanya melihat jelas wajah Gavin yang dingin dari bawah,,
setelah memandang wajah Gavin Gaby pun langsung tersenyum dan memeluk Gavin, menempatkan wajahnya ke dada bidang Gavin,,
kini Gavin dan istrinya sedang berada di ruangan nya untuk membahas apa saja yang ingin Gaby bahas,,
"aku marah sekali padanya, bisa bisanya dia menghina seorang Gavin yang tak lain adalah suami ku,,," gerutu Gaby
Gavin yang terus mendengarkan ocehan tidak penting istrinya pun tersenyum,, Gaby yang duduk dipangkuan Gavin pun terus mengoceh meluapkan unek unek yang ada dihatinya,,
"Gavin,," sapa Gaby yang tengah memeluk Gavin
"hemm" jawabnya
"aku lelah, bolehkah aku tidur?" tanya Gaby
"kita keatas sekarang,," seru Gavin sambil mengangkat tubuh Gaby untuk keatas agar Gaby bisa tidur dengan tenang,,
Gavin pun meletakkan tubuh Gaby ke atas ranjang miliknya dengan perlahan,, Gaby yang sedari tadi sudah tertidur didalam bekapan suaminya pun tak terusik sama sekali,,
"tidurlah sayang,," seru Gavin sambil tersenyum dan mengelus rambut Gaby perlahan,,
setelah memastikan Gaby tertidur Gavin pun keluar untuk kembali ke ruang kerjanya karna ada beberapa berkas yang belum selesai karna tertunda dengan ocehan istri kecilnya,,
...----------------...
***Hay para readers,,
maaf yaa telat upload,, Mimin sedang disibukkan dengan kegiatan yang mendesak,,
maaf juga jika alur cerita nya kurang menarik,, bantu support guys,, jangan lupa vote yaa
happy reading guyss***,,