
"Jack,, coba kau cari tau tentang Bianca,, kenapa dia bisa masuk ke perusahaan ku,," pinta Gavin
"baik tuan",,
'bianca bisa jadi masalah dalam rumah tangga ku dan Gaby, aku tidak ingin dia seperti dulu lagi,,
tak terasa hari pun sudah menjelang senja,, Gavin yang sudah menyelesaikan tugas nya pun beranjak untuk melihat istri kecilnya,,
"sayang,,, apa kau sudah ba-"
Gavin menggantungkan kata² nya saat melihat Gaby sedang mengganti pakaian nya,, melihat Gavin sedang diambang pintu ruangan itu pun membuat Gaby panik dan langsung menutupi tubuh nya yang hanya memakai dalaman saja,,
"gavinnnn keluaarrrr" pekik Gabriel
Gavin pun tak banyak bicara langsung menutup pintunya dan dengan jantung yang berdetak kencang Gavin bersandar di dinding luar ruangan itu
ceklekk,,
"Gavin apa kau masih disana?"
"ya sayang apa kau sudah selesai? aku ingin mengajak mu ke mall untuk belanja"
"hemm aku mau, tapi beliin yaa"
Gavin pun membalas nya dengan anggukan
di dalam mall kemudian
Gaby tidak melepaskan genggaman nya dari tangan Gavin, membuat Gavin tersenyum bahagia melihat tingkah laku istrinya itu,
"sayang apa kau lapar?"
"ya,, aku ingin makan seafood Gavin"
"baiklah ayo kesana"
mereka pun sampai di tempat restoran di mall itu untuk memakan seafood yang diinginkan oleh Gaby
Gaby pun makan dengan lahap saat pesanan mereka datang, membuat Gavin gemas saja,
"pelan pelan makan nya by" seru Gavin
"enak Vin aku suka,,"
"baguslah jika kau suka by,, emm aku ke toilet bentar ya by"
"jangan lama-lama"
"iya sayang,," Gavin pun pergi untuk ke toilet setelah satu kecupan mendarat di kening Gabriel
Gaby sempat terhanyut dan bengong saat diperlakukan seperti itu oleh Gavin, setelah itu bibir Gaby menaik ke atas membentuk satu senyuman yang manis,,,
'hmm enak banget, Gavin emang the best deh milihin resto yang enak,,'
'aku pengen beli baju deh kayaknya,,, bentar lagi kan ada acara, nanti deh aku bilang ke Gavin,," batin nya
setelah selesai makan Gaby pun masih menunggu Gavin yang sudah 20 menit pergi dengan alasan ke toilet, membuat Gaby khawatir saja,,
ditempat lain
"jelaskan padaku kenapa kau mengincar ku" suara yang berat dan menawan itu menggelegar di ruangan itu yang diyakini adalah suara Gavin
"aku hanya disuruh oleh mereka" jawab Bianca
"heh,, kenapa bos mu itu selalu menempatkan sampah sepertimu untuk melawan ku,," sambung Gavin
"Jack, bereskan dia aku akan menemui istriku, dia pasti khawatir dengan ku,,"
"baik tuan muda"
"sayang,, maaf lama nunggunya"
"sudahlah, ayo belanja, kamu ingin beli apa"
"mau beli gaun deh, buat. ke acara nikahan temen kampus aku"
"baiklah,,"
mereka pun ke lantai 3 untuk mencari dress,,
"pilih lah mau yang mana by"
"okee, kamu tunggu disitu dulu ya Vin"
Gavin pun mengangguk setuju
"selamat sore, ada yang bisa kami bantu?" sapa resepsionis
"mau cari dress kak"
"baiklah, karyawan kami akan mengantar mbak ke tempat dress, silahkan" tutur kata resepsionis
setelah memilih dress yang dirasa cocok untuk Gaby, Gaby pun mencobanya satu persatu untuk diperlihatkan kepada gavin
dress pertama
"hemm,, kurang cocok by, ganti" ujar Gavin
dress kedua
"kurang pas,, ganti" serunya lagi
dress terakhir
"nahh, ini aja deh by lebih bagus di kamu nya"
Gaby pun tersenyum manis karna dress yang ia pilih masuk pada selera Gavin,,
"kamu gak milih baju Vin? ayolah pilih,,, kita bisa ke pesta bareng,," pinta Gabriel
"baiklah, pilihkan saja yang senada pada gaun mu by" ujar Gavin sambil tersenyum manis melihat ke arah Gaby
tak terasa hari sudah larut, kini Gaby dan Gavin sudah berada di kamar mereka, bersiap² untuk tidur namun Gaby masih enggan untuk tidur dan memilih bersandar di dada bidang suaminya itu
"by, ayo tidur udah malam, besok ada jam kuliah kan,,"
"sebentar lagi Vin, aku masih ingin seperti ini"
"ya sudah lanjutkan"
"Vin,,,"
"hemm,,, apa by?"
"apa kau bahagia bersama ku?" tanya Gaby
"tentu,, kau adalah sumber kebahagiaan dan kekuatan ku"
Gaby tersenyum puas dengan jawaban Gavin,, lama kelamaan Gaby pun tertidur di dalam dekapan Gavin yang membuat nya merasa aman dan nyaman,,
"hallo tuan muda,, saya sudah selesaikan tugas saya, Bianca sudah saya asingkan di pulau terpencil seperti yang anda inginkan" ujar Jack dari sebrang telvon
"good job boy,, aku suka dengan cara kerjamu Jack" jawab gavin