GABRIELLA

GABRIELLA
BAB 1



"dad, Gabriel gak mau dijodohkan sama dia, kenapa sih jodoh jodohin aku sama orang lain, aku masih mau kuliah dad" ujar seorang gadis yang berusia 19 tahun dan bernama Gabriella,,


"kuliah setelah menikah juga gak masalah, pokoknya kamu harus mau nikah sama anak temen Dady itu, orangnya baik, ramah, sopan, kasian Gabriel temen Dady itu sedang sakit keras dan dia ingin melihat anaknya menikah" bujuk tuan Marcell pada putrinya itu


Gabriel pun berlari ke kamar dan mengunci pintunya dari dalam, hati Gabriel sungguh sangat ingin menentang keras keinginan Dady nya itu, tapi Gabriel tidak bisa melakukan itu


"sudahlah sayang jangan dipaksakan, kasihan Gabriel nanti bisa depresi loh"ujar nyonya Tamara yang tak lain adalah ibu Gabriel


"tapi aku dan tuan max sudah berjanji untuk menikahkan Gabriel dengan anaknya nax honey" jawab Dady Gabriel


disisi lain


"hahh,,, menikah?" pekik Gavin


"iya sayang, Dady ingin lihat kamu menikah sebelum Dady pergi nak" bujuk tuan max pada Gavin anak nya


"tapi dad aku belum ingin menikahi wanita manapun, Gavin masih ingin bekerja dan mengurus perusahaan kita" seru Gavin


"kamu bisa mengurus perusahaan setelah menikah nak, ayolah kapan lagi kamu menuruti keinginan Dady" ujar max


"Huhh,, baiklah aku akan menikah tapi kenalin dulu yang mana calon ku" nbalas Gavin,


momy adrina pun menunjukkan foto seorang gadis pada Gavin, seketika Gavin pun tersenyum lebar melihat bahwa yang akan dinikahi adalah Gabriella mantan adik kelasnya dulu yang sempat mengisi ruang hatinya,,



Gabriella Angelina


'ternyata itu kamu, sekian lama aku mencarimu dan akhirnya aku menemukan mu dan kita pun dijodohkan'batin Gavin


dulu saat masih jaman SMA Gavin sempat tertarik pada Gabriella sebab Gabriel terkenal dengan sikapnya yang ramah, murah senyum dan menawan,, namun saat Gavin ingin menyatakan cintanya Gabriel sudah dipindahkan ke Jerman oleh Dady nya,,


setelah itu Gavin mencoba mencarinya namun hasilnya nihil,,


"baiklah aku akan menerima perjodohan ini" seru Gavin menatap kedua orang tua nya yang tampak semringah,,,


sementara itu


"oke aku akan terima perjodohan ini tapi tunjukkin dulu orang nya yang mana, aku gak mau nikah sama om om" gerutu Gabriel


momy Tamara pun menunjukkan foto Gavin pada Gabriel,, terlihat Gabriel cukup lega karna tidak dinikahkan dengan om om



Gavin Fabrizio


'setidaknya orangnya cukup ganteng dan yang penting bukan om om' batin Gabriel


"bagaimana?"tanya Marcell


"baiklah aku akan menerima perjodohan ini"ujar Gabriel


tampak tuan Marcell dan nyonya Tamara tersenyum bahagia,,


keesokan harinya


"Whattt,,, seriusan kamu dijodohin?" tanya Kirana salah satu sahabat Gabriel


"iya nih, tapi aku udah liat calon ku dan orangnya cukup tampan dan yang penting bukan om om" ujar Gabriel


"iihhh selamat yaa Gaby(panggilan istimewa)" ucap Tania pada Gabriel


"gak nyangka kamu bakal duluin kita bertiga"ujar Veronica,,


mereka berempat pun berpelukan bersama di taman kampus itu


"eh tunggu dulu, kamu mau nikah trus gimana dong sama si Deny, kan kamu tau sendiri Deny cinta mati sama kamu" ucap Veronica


"ah iya ya, dia dah pernah nembak kamu tapi kamu tolak, Sampek sekarang dia masih care banget sama kamu Gaby" sambung Tania


"entahlah,yang penting aku gak Nerima cinta dia,"ujar Gabriel


"by jangan lupa Lo undangan untuk kami bertiga" sambungnya


"tentu saja,, kalian akan dapat undangan pertama dariku"jawab Gabriel


diperusahaan geolendra


"Joe kau cari tahu identitas lengkap dari gadis ini" pinta Gavin sambil menyerahkan foto Gabriel


"baik tuan" jawab Joe


'ternyata dunia ini begitu sempit ya Gabriel' batin Gavin


"hey bro,, kau sedang apa Dan kenapa kau melamun"seru Glen Fredly


"siapa gadis yang beruntung itu?"tanya Glen


"Gabriella Angelina, mantan adik kelas kita dulu yang sempat kukagumi"jawab Gavin



Glen Fredly


"whattt,,, kok bisa tepat sekali yaa"ujar Glen


"Dady ku sakit, dan antara Dady dan uncle Marcell punya perjanjian, jika kami sudah dewasa kami akan dijodohkan"seru Gavin


"tapi kau baru masuk perusahaan dadymu 1 tahun lalu, apakah tidak terlalu terburu buru?"tanya Glen


"tadinya aku menolaknya, tapi setelah tau gadis itu calon ku aku pun menerima perjodohan ini, lagi pula gadis itu juga baru 2 tahun kuliah di universitas Jakarta"jawab Gavin


"kemana Gio dan Leon?" tanya Gavin


"mereka masih dalam perjalanan menuju ke mari"jawab Glen


"oohhh,,,"


tak berselang lama kedua sahabat Gavin pun datang,,


"hey brother,,,,"sapa Gio


"lama sekali kalian ini" ujar Gavin


"sorry sedikit terlambat, ada urusan tadi" balas Leon



Leonardo Anggara



Giordano Herbet


"gimana? apa cerita nya?"tanya Gio


"Gavin kita akan dijodohkan dengan gadis cantik nan imut yang dulu sempat dikaguminya semasa SMA"ujar Glen


"gadis yang mana?, kenapa aku tidak ingat" sambung Leon


"aduhhh, itu Lo primadona sekolah dulu siapa lagi kalau bukan Gabriel"jawab Glen


seketika Leon dan gio pun tersedak minuman karna mendengar penuturan Glen


"what,, ternyata dunia ini sempit"ujar Gio,, Gavin hanya diam mendengarkan ocehan ketiga sahabat nya itu,,


"eh tunjukkin dulu dong orangnya yang sekarang, pasti tambah cantik kan" seru Gio


Gavin pun menunjukkan foto gadis cantik blasteran indo dan Thailand itu



"busett,,, lebih cantik sekarang dari yang dulu" ujar gio


Leon yang melihat foto Gabriel pun sampai menganga lebar kagum dengan kecantikan Gabriel


kampus Gabriel


"Gaby tunjukin dong foto calon mu itu" pinta Tania


Kirana dan Veronica pun mengangguk tanda setuju


"baiklah aku akan menunjukkan nya padamu" jawab Gaby



"aaaaaaaaa,,,,, ganteng bangettt" teriak Tania saat melihat foto Gavin, mereka berempat pun tertawa lepas


"eh bukanya itu mantan kakak kelas kita dulu ya waktu sma"tanya Veronica


"yang mana sih aku gak tau"ujar Gaby


"itu loh yang dulu tergila gila sama kamu"jawab Kirana


"aku gak ingat sama sekali" ujar Gaby


"ahhh kamu ini,,"


mereka berempat pun mengobrol hingga waktunya jam pulang kampus,,