
"akhirnya kau bangun juga" seru Gavin memeluk Gabriel,, membuat Gabriel salting dan detak jantung nya berdegup kencang,,
"memangnya aku kenapa?"tanya Gabriel
"kau pingsan tadi didalam bathtub" jawab Gavin
"pingsan?, aku tidak pingsan Vin, aku hanya tertidur sejenak tadi" seru Gabriel
"walaupun begitu, itu bahaya Gabriel" gumamnya didekat telinga Gabriel,,
setelah itu Gavin pun menelepon dokter Jennifer untuk tidak datang karena Gabriel sudah bangun,,,
"siapa yang memakaikan baju ini padaku Gavin?" tanya Gabriel
"aku,,," jawabnya
"whattt,,,, jadi kau?" pekik Gabriel
"ya aku sudah melihatnya, tapi tidak menyentuh nya,," jawab Gavin
Gavin langsung memeluk Gabriel hingga Gabriel tidur dipelukan Gavin,,
"Gavin lepasin,," seru Gabriel
"tidurlah, aku hanya ingin memeluk istriku saja" ujar Gavin yang mulai memejamkan matanya
Gabriel berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan pelukannya namun usahanya sia² dan kini dia pun tertidur didalam dekapan Gavin, entah kenapa Gabriel merasa nyaman dengan pelukan Gavin..
pagi hari
Gabriel terbangun dari tidurnya dan merasakan ada sesuatu yang berat dibagian perutnya, saat Gabriel melihatnya ternyata itu tangan dari Gavin yang memeluk nya,,
Gabriel pun berteriak sejadi-jadinya dan memukuli Gavin dengan bantal,,
"hey,, Gaby apa yang kau lakukan? kenapa kau memukul ku" tanya Gavin yang telah berhasil meraih tangan Gabriel
"kenapa kau bisa ada disini,," ujarnya
"hahaha,, kau lupa sayang? kita sudah menikah kemarin" jawab Gavin
Gabriel pun mengingat kembali kejadian kemarin dan tadi malam,,
"kau ingat² dulu, aku ingin mandi dulu, siapkan baju ganti ku Gaby, dan carilah celana pendekku dilemari dan pakailah karna kau hanya memakai kemeja saja" pinta Gavin sambil menggoda Gabriel
Gabriel pun tersipu malu, bagaimana dirinya lupa bahwa kini ia telah menjadi istri dari Gavin,,
setelah menyiapkan pakaian Gavin dan memakai celana pendek Gavin kini Gabriel pun turun kebawah menuju dapur untuk membuat sarapan
"nona muda, biarkan saya saja yang memasaknya" pinta Bik Inah kepala pelayan dimansion geolendra itu
"gapapa bik, Gaby ingin masak sarapan untuk Gaby dan Gavin,"jawab Gabriel dengan senyum manis nya,,
"morning kakak ipar,,," sapa kinaya
"morning kinaya" jawab Gabriel
"mana Kanaya? kenapa tidak turun bersama?" tanya Gabriel
"dia sedang mandi kak, kak Gavin mana kakak ipar?" tanya kinaya
"Gavin tadi sedang mandi, mungkin sekarang sedang bersiap-siap" jawab Gabriel yang tetap fokus memasak nasi goreng 4 porsi untuk dirinya, Gavin dan twins k
"kakak masak apa?" tanya kinaya
"nasi goreng kinaya, apa kau suka?" jawab Gabriel
"wanginya enak banget kak, aku suka" ujar kinaya,,
"morning kakak ipar, kinaya" sapa Kanaya
"morning kanaya" jawab Gabriel dan kinaya bersamaan
"wahh wangi nya enak banget kakak ipar pasti masak nasi goreng yaa" ujarnya
"iya Kanaya,,, ini udah Mateng kalian mau makan duluan?"tanya Gabriel
"tunggu kak Gavin aja deh biar makan rame rame" ujar twins k
"yaudah kakak panggil dulu ya Gavin nya" seru Gabriel
"ya kak, hati² naik tangganya" ujar Kanaya
tok tok tok
"Gavin, apa kau sudah selesai?" tanya Gabriel
"pasangkan dasiku" pinta Gavin
"kau bisa memasangnya sendiri,," gerutu Gabriel
mau tidak mau Gabriel pun mendekat ke arah Gavin dan memasangkan dasinya, Gavin langsung menarik pinggang Gabriel dan memeluk nya,,
"sudah,," seru Gabriel
"terimakasih sayang" ujar Gavin mencium kening Gabriel
Gabriel yang mendapatkan perlakuan manis dari Gavin pun langsung tersipu malu,,
"ayo turun sarapan Gavin, twins k sudah menunggu kita" seru Gabriel
"apa kau tidak mandi dulu sayang?" tanya Gavin
"tidak, nanti jika kau sudah berangkat aku akan mandi
"kenapa?" tanya Gavin
"kata mommy, utamakan keperluan suami dulu baru diri sendiri,," jawab Gabriel
"morning twins" sapa Gavin
"morning kak" jawab mereka serempak
"wah wanginya enak, masakan siapa nih, gak mungkin kinaya kan?"ujar Gavin
"masakan kakak ipar kak gavin" jawab kinaya
Gavin pun langsung tersenyum dan ber oh ria,,
"ambilkan untukku sayang" pinta Gavin
Gabriel pun mengambilkan untuk Gavin,
"apa kau minum kopi?" tanya Gabriel
"no, aku tidak suka kopi sayang, buatkan aku teh hangat saja, tapi biar buk Inah yang membuatnya, kau makanlah dulu" ujar Gavin
kini Gabriel, Gavin dan twins k sedang menikmati masakan Gabriel, "sayang, apa kau bisa memasakkan ini setiap pagi untukku?" tanya Gavin
"jika kau suka aku bisa memasaknya setiap saat gavin" jawab Gabriel
"terimakasih sayang" ujar Gavin
"sama sama"
"uuwww so sweet banget pengaten baruu" pekik Kanaya,
"hus anak kecil gak boleh ikut campur" seru Gavin
mereka pun tertawa bersama,,
"aku berangkat dulu sayang,," pamit Gavin sambil mencium kening Gabriel
"hati²,," jawab Gabriel mencium punggung tangan sang suami,,
"Gavin, nanti aku akan pulang untuk mengambil keperluan ku, apakah boleh?" tanya Gabriel
"tentu saja boleh, kau akan diantar supir pribadi mu sayang, jika ingin kekampus juga kau akan diantarkan oleh supir" jawab gavin
"terimakasih Gavin" seru Gabriel
"sama²,, assalamualaikum sayang"
"waalaikumslm"...
kini Gabriel pun sudah mandi dan bergegas keluar menuju ke mansion Alexander untuk mengambil segala keperluan nya di mansion geolendra
"assalamualaikum mom, dad" sapa Gabriel
"waalaikumslm" jawab semuanya
"wahh ada tamu jauh nihh" ujar Gabriel pada Dandi kakak Gabriel
"hey my little, kenapa kau pulang? mana suamimu?" tanya Dandi
"dia pergi bekerja kak" Jawab Gabriel
"aku mau ngambil keperluan ku yang perlu kubawa mom," ujar Gabriel
"baiklah, biarkan Bik Ani yang mengemasnya sayang" pinta mom Tamara
"kakak kapan pulangnya?" tanya Gabriel
"tadi malam dek,," jawab Dandi
mereka pun berkumpul sambil bercerita tentang kehidupan Gabriel di mansion geolendra,, hingga tak terasa hari sudah pukul 11 siang, Gabriel pun pamit pulang karna jam 12 akan ada jam kuliah..