
ke tiga pria yang berada di samping Opi ikut melirik ke arah kelya. di sana ada dua gadis di belakang kelya dan satu pria di hadapan gadis itu
"maksud Lo.?" tanya Van sekali lagi
Opi menggenggam tangan nya pelan, menggertakkan gigi nya dengan tidak sengaja "dia yang membuat Rara seperti ini."
Van menatap tajam ke arah kelya dengan tatapan penuh tanya, kelya yang merasa di tatap jadi tidak enak.
"kalo iya kenapa-"
"shutt diem." sambung bara menutup kelya menggunakan badan nya
"Bar, maksud Lo apaan. Lo ngebelain dia?" tanya Van tidak terima dengan sikap bara yang berubah akhir akhir ini
"jelasin secara pelan pelan." ucap bara berusaha menenangkan Van
kemudian tatapan bata berganti ke Opi dan Rara yang tadi hanya diam
"kalian gk bohong?" tanya Bara dengan tatapan curiga
"SIALL! KENAPA KAK BARA TERLIHAT CURIGA? APA DIA SUDAH TAU?! SIAL...."
Opi menggenggam tangan nya setengah mati.
"jawab."
"kalo Lu bohong, Tau kan akibat nya." sambung bara sekali lagi, memberikan satu kesempatan
"Bohong itu, tanya aja ke mereka" tangan kelya mengarah ke Nana dan cisa
Opi menatap sinis kelya, dengan cepat dia membuka suara "kalian kan teman. sapa tau kalian sudah rencanain ini dari awal, kalian bersekongkol kan!" Tuduh Opi ceplas ceplus
"heh, kang fitnah. enak bgt ya lo main tuduh tuduh aja, mau gw potong lidah Lo hah!?" sambung cisa tidak senang
" kak gervan .. " guman Opi yang sengaja meninggalkan sedikit volume suara nya
gervan melirik ke arah Opi dengan tatapan sedang, tatapan nya berganti ke arah kelya
"katakan yg sebenarnya, Lo pasti marah kan ? karena tadi kita bully Lo. dan melampiaskan nya sama Rara." tuduh gervan
"udah. masalah sepele ga usah di besarin, malu udah dewasa ga usah kek anak kecil. gitu aja pake berantem segala." gerutu bara kesal kepada Opi
sebenarnya Bara itu sudah tau sikap Opi dan Rara yang licik itu. karena dia tidak sengaja melihat dua gadis itu dengan membully gadis cupu. tapi saat guru datang Opi bilang bukan dia yang melakukan nya, padahal jelas jelas itu adalah dia konyol sekali
"BAR! Lo tau kan? gw ga bisa liat adek gw, walau bukan adek kandung tapi gw ga bisa liat dia kek gini."
prok
prok
prok
prok
prok
Nana dan cisa bertepuk tangan secara bersamaan sambil ketawa
"lucu banget kan ya na." sambung cisa di tengah tawa nya
"hahaha, kang fitnah ga mau ngaku.." ejek Nana sembari ketawa dengan girang
"maksud Lo.?" tanya Van
bukan hanya Van yang bingung tapi semua orang yang ada di situ ikut bingung dengan sifat kedua gadis itu
"wkwk.." cisa merogoh saku nya dan mengambil hp, dia memainkan nya 2dtk dan menyodorkan hp itu ke arah Van
di dalam hp itu ada sebuah rekaman suara, ketika kejadian di dalam uks terjadi
sebenarnya mereka sudah tau kejadian ini akan terjadi. karena Opi itu adalah pacar deksa, pasti gadis itu tidak akan diam jika pacar nya si singgung oleh Wanita
dari mana cisa tau? karena Nana yang memberitahu nya saat kelya tertidur di UKS
"mau denger?."