Forced Matchmaking

Forced Matchmaking
EPS 7



"beneran?." tanya kelya sekali lagi, berusaha memastikan


"Ya, ampunn Kel.. Kamu ga ngerepotin kami kok, beneran!." jawab Nana dan cisa serempak


"o-ohh aku cuma bercanda loh, jangan berlebihan" sambung kelya tersenyum jahil


"ish!"


BRUKKKKKK


ke tiga gadis yang berada di sana ikut menoleh ke arah dua gadis yang menerobos ke ruangan uks itu, membuat mereka kaget


"Kelya!."


"AAAGGHH!!!"


Salah satu gadis di sana mendekati kelya, dan langsung menjambak rambut milik kelya


"KEPARAT LO!."


Nana dan cisa yang melihat itu tidak terima, tentu saja. siapa yang terima kalau sahabat nya di tindas, mana di depan mereka lagi


"APA APAAN SI LO, BARU DATANG UDAH MAIN JAMBAK AJA!.." gerutu cisa kesal


"jgn peduli kan dia." sambung seorang wanita bernama Rara, dia memegang tangan cisa lalu menggenggam tangan cisa dengan sangat kuat, membuat gadis itu sulit bergerak


"Bagus Ra, dengan begini gw bisa lebih gampang buat hajar ni anak." mata Opi melirik ke arah kelya


"maksud Lo apaan? Lo meremehkan kami hah!?" sambung Nana kesal


Opi berbalik ke arah Nana, melepaskan Jambakan rambut kelya


"kalau iya knp?." kataOpi sinis


"asal Lo tau ya.. dia itu sudah merusak motor favorit pacar gw!!" sambung opi lagi, memutar kedua bola matanya malas


"kan dia anak orkay, tinggal beli saja selesai kan.?" balas Nana ikut menyinis tatapan Opi


"beli lagi? wkwk lawakk, itu motor cuma 2 yang ada di dunia! harganya 120M asal Lo tau ya.


Kelya menyeringai sinis


"bukanya kata gervan harga motor itu 119M ya.?" potong kelya


"mimpi apa Lo semalam? harganya 120m. ga kurang dan ga lebih!!" sambung opi tidak percaya


"mungkin kau ingin mengambil sisa nya?." sambung Nana kepada Opi


PLAKKKKK


"jaga omongan Lo."


Kelya menggenggam tangan nya kuat, habis sudah kesabaran nya


"Lo nampar gue!!?" gerutu Nana


"KALO IYA KENA-"


BRUKKKKK


... ...


belum saja Opi menyelesaikan perkataan nya, kelya tiba-tiba bangkit dari ranjang uks dan menendang perut Opi


"gw ga tau Lo siapa, tapi.. masalah ini bisa di bicarakan baik² jangan langsung main tangan kaya gini.." sambung kelya dengan tatapan jijik nya kepada Opi


"LO JUGA MAIN KASAR!" sambung Rara tidak terima, dia masih berusaha menahan tangan cisa


"LEPASIN GW BGST!!!!" teriak cisa, kaki nya menendang lutut Rara, sehingga membuat gadis yang bernama Rara itu terjatuh


"AAAA!!!!!!"


BRUKKKKKH


kelya melemparkan sebuah buku tebal yang berada di samping nya ke arah Rara dengan kesar


"mulut Lo bau."


"ughh.." Rara merasakan perih di mulut nya, setelah buku itu di lemparkan ke arah wajah nya, membuat mulut nya mengeluarkan sedikit darah


"Ra, Lo gapapa?" sambung opi panik, Rara itu adalah adik tiri Van, jika Van tau kalau Rara begini karena Opi mengajak nya menghajar kelya, pasti Van sudah memukul habis habisan gadis yg bernama Opi itu


"HIKSSSS!!!!!" Rara mengeluarkan air matanya, selama ini dia orang yang tidak pernah di tindas karena ke populer nya kakak tiri yg bernama Van itu membuat seluruh murid takut menindas nya, baru kali ini dia di buat berdarah oleh sekelompok gadis tidak tau diri


"RA!.." sambung opi panik, yang utama adalah menyelamatkan diri dari amukan sang Van


Opi berlari ke arah Rara, memeriksa luka di mulut gadis itu


"enya lah." sambung kelya dengan tatapan tajam, menatap dingin ke arah Opi dan Rara, membuat ke dua gadis itu merinding