
9 orang yang berada di sana sama sama mendengar kan isi dari suara tersebut..
"kalian kenapa ada di sini?"
"jangan banyak bicara, Rara. pegang tangan gadis itu. selanjutnya biarkan gw yg tangani selanjutnya"
PLAKK
BRUGHHH
"Aaaaa!! sakitt.."
"rasakan!"
" Lo apa apaan sih anj!"
PLAKKKK
"hahaha, ga tau, tiba tiba gw pengen bully Lo aja."
PRAKKK
"Opi, udah.. kita keluar aja.."
"LEPASIN TANGAN GW RA!!!"
BRUGHHHH
"o-opi.. Lo mukul gw?"
"kalau iya knp? Lo ngeselin bgt kayak anak anj tau gak sih?."
PLAKKKKK..
"hiks.. sakitt"
cisa menutup layar hp nya ketika rekaman suara itu selesai, lalu menaruh hp nya di saku, dia tersenyum tipis ke arah Opi
"gimana?"
ya, rekaman itu adalah rekaman palsu yg sudah di siapkan oleh Nana dan cisa saat kelya di bawah pergi oleh Zegran, mereka tau kejadian ini akan terjadi makanya mereka menyiap kan sedikit bumbu
Opi menatap tidak suka ke arah cisa, bagaimana mungkin? yg terjadi tadi tidak sama dengan apa yg di lakukan dan dikatakan nya tadi
sedangkan kelya bingung dengan rekanan suara itu, apa apaan? apa ini sudah di rencanakan?
"Kak Van! dia bohong!! GW GAK MUKUL RARA, JUSTRU MEREKA YG MUKUL BUKAN GW KAK."
sambung opi tidak suka
"JELAS JELAS BUKTINYA SUDAH ADA, TAPI MASIH MENGELAK HUU!!!!"
"udh deh, yuk iya pergi ke kls ambil tas trus pulang, dari pada ngurusin tukan bohong kaya dia, mending kita pulan makan." tutur Nana
"yuk na, Kel.."
kelya di tarik oleh cisa dan Nana untuk segera pergi dari situ, mumpung Van tidak curiga mereka segera melarikan diri
"... ikut gw. "
PLAKKKK
"gw blg, ikut gw."
.
.
.
"apa apaan tadi tuh? kok rekaman nya gak sama?" tanya kelya Bingung
gadis itu merapikan bukunya dan memasukkan nya ke dalam tasnya
"lupain aja, yg penting sekarang udh aman" tutup Nana tersenyum tipis, mata nya berahli ke arah cisa yg sedang mencari sesuatu
"kamu cari apa?" tanya Nana bingung
"cincin yg sering aku pakai di mana?" tanya cisa bingung, gadis itu mengobrak ambrik laci dan tas nya berulang kali
"Kalian ngapain?" tanya kelya ketika aktivitas memasukan bukunya selesai
"cincin aku hilang."
"aku bantu cari coba" sambung Nana
"kok bisa hilang? mungkin jatuh atau apa gitu." tanya kelya
cisa menatap ke arah kelya "jatuh??"
"oh iya!! tadi waktu aku ngambil rekaman dari saku, ada yg aneh dgn tangan aku, kek rasa ringan dari sebelumnya, sapa tau jatuh di lantai?"
"mungkin sih.."
"yaudah Kel, buat nge pastiin gimana kamu aja yg pergi cek?" tanya Nana
"kok aku?".
"kamu kan udah selesai ngatur buku, jadi kamu aja yg pergi .. Kita mau ngemasin barang batang dulu" sambung Nana
"kalian jangan lama lama ya"
"iya amann!" jawab cisa dan Nana serempak
"ydh, aku pergi dulu." kata kelya sambil berjalan ke arah pintu
CEKLEKKK
kelya menatap seorang pria di hadapannya, bukan kah itu bara? kenapa dia ada di sini?
"gw nemu ini."
tangan bara memperlihatkan sebuah cincin kecil yg lumayan berat
"kok ada di elu?" tanya kelya Bingung
"tadi jatuh." sambung bara