
Opi berusaha menatatap kelya, meski gugup. namun dia berhasil membalas tatapan tajam kelya.. walau sedikit kacau
"Lo siapa nyuruh nyuruh Gw!." sambung opi tidak terima
"Gue siapa? gw adalah kelya Al kenzura. panggil aja kelya.." sambung kelya menjelang nama panjang nya
"CK! bukan itu yg gw maksud."
TRINGG
TRINGG
TRINGG 🔔
bel pulang berbunyi, banyak siswa siswi yang keluar dari kelas masing masing, ada yang berlarian, berjalan, bahkan ada yang masih singgah di kelas
Tap
Tap
Tap
ada seseorang yang melangkah ke arah uks dan membuka pintu ruangan itu
"kalian sedang apa di sini.?" tanya Rove, penjaga uks itu, tadinya dia yg menjaga. namun dia ke toilet sebentar, tak di sangka waktu nya menghabisi 2jm, karena dia singgah di kantin mengobrol sama mboh kantin hingga lupa waktu
"bu rov.? cisa dan kelya memukul saya!!" sambung Rara mengeluarkan air mata
Rove melirik ke arah kelya, seolah - olah Bertanya
apa yang sedang terjadi?
"tadi mereka Datang ke sini dan langsung menjambak ku, jadi aku memukul nya.." jawab kelya jujur
"Mereka bohong Bu rov!" gerutu Opi kesal, gadis itu terlalu jujur, dia mengabaikan tatapan tajam dari Opi
"bagaimana jika melihat cctv?" sambung Nana yg tadi hanya menyimak
Rove menatap Nana dengan tatapan pasrah "sudahlah bukan masalah besar, ini hanya masalah kecil yg pasti ada kesalahan pahaman.. membuka cctv harus mempunyai persetujuan kepala sekolah atau pihak polisi.. jangan memperbesar masalah ini."
"kalian pulang lah, matahari sudah akan tenggelam." sambung Rove
"iya buk rov.." balas semuanya serentak, kemudian Opi memapah pundak Rara keluar uks, gadis bernama Rara itu lemah sekali, tidak seperti yang di bayangkan
"Kita akan terus di sini sampai kapan?" tanya Nana
"kalian tunggu sebentar" potong Rove, menahan tangan kelya
"ada apa?" tanya kelya Bingung
"Gavin? dia tetangga ku.. baiklah akan ku berikan" jawab kelya menerima obat²an itu
"ini pegan." sambung kelya mengoperkan obat itu kepada cisa
"iya aku tauu, kau selalu seperti ini.. menyuruh ku memegang barang dan tidak mau mengotori tangan mu.." sambung cisa terbiasa dengan sifat kelya
"ayolah jangan protes, mari pulang.. aku sudah lapar" keluh Nana
"ya, Ayo pulang.."
.
.
.
PLAKKKKK
tepat saat ke tiga gadis itu membuka pintu, mereka melihat Opi yang di tampar oleh seorang pria tampan dan tinggi
"KEPARAT LO!!" bentak Van tidak suka kepada Opi
"m-maaf kan aku.." gumam Opi ketakutan
tatapan Opi berganti kepada deksa yang hanya menatap nya dari tadi
"knp?." sambung deksa tidak nyaman dengan tatapan Opi yg dari tadi menatap nya
"e-enggak.."
"kasian pacar Lo ksa.. Jan terlalu kasar npa" sambung gervan
"HM.." sahut deksa bodo amat
Bara menatap keberadaan kelya di samping pintu uks 'apa dia baik baik saja.?'
bara melangkah kan kaki nya menuju arah kelya
"Lo ga knp² kan?" tanya Bara saat sampai di hadapan kelya
"kalo iya knp.?" bukanya menjawab, kelya malah berbalik bertanya
"g pp aja."
Opi menatap keberadaan kelya, saat bara melewati nya , sebuah ide muncul di otak Opi
"kak Van! liat dia, dia yang telah membuat Rara seperti ini!!" sambung opi menunjuk ke arah kelya