
"Kel.." Nana menepuk pundak kelya dengan ragu-ragu .. dia takut kalau kelya membentak nya seperti nogel tadi
kelya tidak membalas, Melainkan menatap tajam Nana, seolah memberi isyarat lewat tatapan
"jgn ganggu aku."
Emang deh, Nana menghela nafas nya, kalau sudah di mode ini, susah sekali bertanya. Nana memberanikan diri untuk bertanya kepada kelya
"kamu liat lagi deh, siapa yang nelfon?"
"emang nya kenapa sih?"Tanya kelya, dia mengubah posisi duduk nya menjadi serius
"kamu ingat? motor yang kamu jatuh kan di parkiran pernah?" Nana tidak memberitahu melain kan kembali bertanya
"Haaih... jadi maksudmu, yang menelfon baru san adalah seorang kelompok yang menyuruh ku menemui nya di lorong Qwen-yan?"
Nana hanya mengangguk, "mungkin"
"Kalian ngobrol in apa?" tanya cisa kepada dua sahabat nya itu, dia tampak kebingungan sama topik yang kelya dan Nana bahas
"Kau kepo sekali" sambung Nana, gadis itu mendorong tubuh cisa yang hampir menindis tubuh nya
sementara kelya sibuk berpikir, dia terpengaruh sama perkataan Nana barusan
"kalau itu benar, dari mana dia mendapatkan nomor ku?"
"Nomor? kemarin ada seseorang dari kelas sebelah, dia meminta nomor mu dan mengasih kan ku uang 45k, mumpung di situ uang aku ga ada, jadi aku kasih aja." sambung cisa tersenyum ramah
seketika dua orang gadis di depan nya, bersamaan menoleh ke arah nya
"Kau ini bodoh sekali, huffftt... kenapa kau kasih?" tanya Nana kesal
"uang aku kebetulan tipis di situ hhe, dan kenapa kau terlalu ikut campur sama urusan kelya sih?" tanya cisa bingung
"Karna dia temen aku."
Cisa tiba tiba mengubah ekspresi nya, kening nya seperti terangkat satu
"Ekspresi apa itu Hah?." Sambung Nana, dia kesal melihat wajah cisa jika begini
"Kau bilang dia teman kamu kan? Lalu aku apa hah? waktu itu aku membutuhkan bantuan mu untuk menemani ku pergi ke toilet, tapi kau tidak mau.. itu kah yang kau bilang Teman?" Gerutu cisa kesal
"sudah², katanya di kantin sebelah ada menu baru, kau mau?" tanya Nana, mengahlikan topik
"YAA! Deall ga boleh nolak"
Nana mengangguk "heem"
sementara kelya sibuk berfikir, lalu dia memutuskan pilihan nya, gadis itu merogoh hp yg berada di kantong seragam nya
"kalau nomor itu beneran sekelompok orang itu, aku akan meminta maaf dengan begitu aku akan bebas"
kelya membuka blokiran nomor baru itu
📳DRINGGGGG
📳DRINGGGG
📳DRINGGG
📳DRINGG
"HUUH! YA AMPUN" kelya kembali emosi, saat mendapatkan panggilan dari nomor yang baru dia buka blokir an nya
Lalu dengan mental yang bercampur aduk, kelya mengangkat telefon itu
📱: hei, Lo kira Lo siapa? berani bgt y Lo
ga ngankat telefon gua.
"emang ini siapa sih?"
📱: Pemilikmotor yang Lo jatuhin
kemarin dulu, jangan jadi pengecut
Atau gua bakal datangin kelas Lo
dan menjambak rambut Lo di sana
"Truss mau kamu apa sih?"
📱: Lo lupa? bukan nya tmn Lo udh
sebentar.
"HAH? sebentar? berarti saat jam istirahat Doong?"
TiiiiiiiiiT
TiiiiiT
"keren. sekarang aku harus gimana.." gumam kelya kesal sekali Gus takut
"Oh iya, bentar tambahin jajan Snack ya naa.." cisa tersenyum kecil
"heem aman ciss," Nana menjawab dengan sangat santay
"awas aja kalau kau bohong!, aku malas temenan sama kamu kalau bohongg ! " Tuntut cisa
Kelya menatap keberadaan dua gadis yang ada di depan nya kesal
"BERISIK!" kelya memukul meja dengan sangat keras
"DUWERRR! gua kaget Anj-" baru saja cisa ingin berkata kasar, Nana dengan cepat menutup mulut cisa
BONUS
"Naa! makan yok?" ajak cisa kepada Nana
"hm blh di mna?" tanya Nana bingung
"di situ aja" cisa menunjuk ke arah perempuan yang di kenal matre di kls mereka
"Hah? serius?"
"iya." cisa menarik tangan Nana, mereka sama sama melangkah kan kaki menuju gadis yang bernama Mira
mereka lalu duduk di samping Mira, jarak mereka sangat dekat, jika di lihat posisi Mira bersampingan dengan cisa
"aku bawa bekal nasi ayam, kamu?" tanya cisa kepada Nana
"aku sih nasi goreng hhe" jawab Nana
mereka sama sama membuka bekal mereka, berbeda dengan Mira yang sudah memakan bekal nya dari tadi
Nana dan cisa makan dengan sangat tenang, tidak terganggu.. namun baru 5× sendok mereka dapatkan, bunyi menguyah yang tidak enak di dengar malah di terdengar
siapa lagi pelaku nya kalau bukan Mira
cisa memutar ke dua bola mata nya malas, hampir saja nafsu makan nya hilang
Nana sudah tidak tahan dengan suara kunyahan dari Mira
"brisik bgt sih" bisik Nana kepada cisa
"Udh biarin aja" balas bisikan cisa
di posisi Mira, gadis itu menyapa teman nya yg lewat
"Eyy!"
dengan tangan yang melambai ke atas
cisa sudah ke habisan emosi.. baru saja dia ingin menikmati satu sendok nasi ayam nya malah di ganggu
tanpa kesabaran, cisa melayan kan satu sendok itu ke mulut Mira dengan sangat kasar
"NOHH! MAKAN" gumam cisa emosi, dia sudah sangat marah
"Eh!!!?" Mira kaget bukan main, serangan itu terlalu cepat.. dia kemudian menatap cisa dengan tatapan keheranan
"Eh, sorry.. salah mulut " kemudian cisa menarik sendok yang menempel di mulut Mira dengan kasar
Mira masih diam tidak mengerti
sedangkan Nana tertawa terbahak-bahak, "Dasar cisa"
LANJUT PART 2
-LIKE
-COMMENT
-VOTE