
kelya menerima cincin dari tangan bara lalu menatap pria itu
"terima kasih"
Bara tersenyum tipis lalu melambaikan tangan nya "gw pergi dulu ya" tanpa aba aba bara langsung pergi meninggalkan kelya di depan pintu kls trsbt
"Kel, tadi itu siapa?" tanya Nana ketika melihat kelya memegan cincin yang mereka cari
"oh, tadi itu bara, katanya cincin cisa jatuh terus ga sengaja dia dapet, nih." sambung kelya menyodorkan cincin ke arah cisa
"Thanks! yuk pulang bareng" jawab cisa menarik tangan Nana dan kelya keluar kelas
"kebiasaan main narik." lirih Nana kepada cisa
"kamu juga" sambung cisa
sedangkan kelya yang mendengar hanya bisa menggeleng geleng kan kepala nya "kalian berantem mulu"
"BIARIN!" sambung cisa dan Nana serentak Sambil menjulurkan lidah
"hadeh.."
"eomma!" teriak kelya ketika sampai di gerbang rumah nya
tidak ada jawaban dari siapapun membuat kelya mengeluh risih
"PAK TON!!!!" teriak kelya memanggil petugas gerbang yang menjaga gerbang.
"eh, non kelya udah pulang?" tanya pak Ton baru datang dari belakang kelya
kelya berbalik ke arah sumber suara "pak Ton, kenapa ada di sini? aku udah teriak dari tadi manggil mamah sama pak Ton tapi ga ada respon sama sekali" keluh kelya
"maaf non saya baru datang, habis jemput anak pulang sekolah, lagian gerbang nya juga ga si kunci" jawab pak Ton
"Gak di kunci!?" tanya kelya
"Iya non.." Pria paruh baya itu berjalan mendahului kelya lalu mendorong gerbang tersebut
Kritttttt
Pak Ton berganti melirik ke arah kelya "non, silahkan masuk .. maaf saya terlambat memberi tahu" ucap pak Ton sedikit bersalah
"ga papa pak, lagian wajar sih kalo udah tua.. jadi ingatan udah mulai rapuh" sambung kelya sedikit tertawa
"haha, benar. saya sudah tua jadi ingatan agak buntuh, jadi maklumi aja non" susul pak Ton dengan tawa pelan nya
"Yaudah pak, aku masuk dulu ya.. cuaca dingin jadi jangan di luar terus pak, mampir ke dalam buat bikin teh juga.. nanti bibi marisha yang buatin" sambung kelya mengayunkan kaki nya ke dalam rumah
"Siap non !" jawab pak Ton
"sudah pulang?" tanya Izca ketika melihat putri nya masuk ke dalam rumah
"ya.. seperti yang mama liat" jawab kelya tersenyum
"gimana?"
kelya mengangkat sedikit kening nya satu
"gimana apa nya?" tanya kelya bingung dengan pertanyaan ibu nya
"pacar nya udah dapet blum.?" sambung Izca menggeleng geleng kepalanya
"belum.." lirih keluar sedikit tak semangatt
"kak zheang mana mah?" tanya kelya
"Di kamar nya.." jawab Izca melangkah kan kakinya ke toilet
"eomma, mau kemana?" tanya kelya Melihat ibu nya pergi
"dari tadi aku kebelet, tidak berhenti henti.. aku mau buang air besar, kenapa? kau mau ikut!?" sambung Izca sedikit kasar
"gak deh mam..."
TOK TOK TOKK
TOK TOK TOKK
TOK TOK TOKK
TOK TOK TOKK
TOK TOK TOKK
TOK TOK TOKK
"KAKKKKKK!!!!" teriak kelya habis kesabaran nya, tidak di gerbang bahkan di dalam rumah saja dia di abadikan seolah olah tidak di anggap
ceklek
PLAKKK!!
satu tamparan meleset ke pipi mulus kelya tepat saat seorang pria tinggi yang memiliki Aura dingin membuat pintu yang sejak tadi di ketuk oleh kelya
"k-kak zhaeng? apa maksudnya!?" sambung kelya sedikit syok
"Lo bersisik bgt. mending Lo masuk kamar! ga usah ganggu gw."