
Aku.... mengalahkan aether rank SSS. Menggenglengkan kepalanya, Ikki sedikit berpikir tentang hal itu. tidak, yang kulakukan cuma mengikuti apa yang Aria katakan kepadaku, ini bukan benar-benar kekuatanku. Lebih parahnya lagi yang kulakukan cuma melempar bom garam itu seperti orang bodoh yang mengikuti perintah. bukan sesuatu yang hebat sama sekali.
Setelah satu detik, cahaya hijau kecil perlahan terbang dari core yang Ikki sentuh dengan tangan kanannya. Cahaya hijau yang berputar-putar di sekitarnya untuk tiga, empat kali putaran, perlahan berhenti di depan Ikki.
“ini...”
Mengulurkan tangannya di bawah cahaya itu, sinar hijau yang sama terpantulkan pada mata Ikki. Di depannya terletak apa yang menjadi tujuan utamanya mendatangi labirin.
“ini adalah...”
Ikki mengulanginya sekali lagi.
“bibit pohon dunia, Aragorn.”
- Chapter 6 -
“yheah! akhirnya, entah bagaimana aku mendapat pohon dunia pertamaku, Aria!”
Ikki membuat pose kemenangan tepat setelah keluar dari labirin. Labirin dua lantai ini normalnya tidak diketahui oleh orang lain. Tidak hanya karena lokasinya yang tersembunyi, tapi juga cara untuk membukanya yang terlalu rumit. Satu-satunya alasan kenapa Ikki berhasil memasuki labirin itu tidak lain karena keberadaan seseorang dari masa lalu. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang tidak seorangpun saat ini miliki. kalaupun ada yang mengetahuinya—tidak, Aria sendiri sadar kalau memang ada beberapa orang benar-benar mengetahuinya, bahkan lebih daripada dirinya sendiri, namun dengan jumlah yang bisa dihitung dengan jari.
-- Secret Labirinth, Aragorn.
Dan tempat dimana labirinth itu berada:
-- hutan kebebasan, Elfteria.
Satu-satunya hutan dimana enfinity dan aether hidup berdampingan satu sama lain. Dengan hembusan angin yang menyejukan pikiran, air yang mengalir dan pemandangan yang menakjubkan.
Hutan ini memiliki peraturan yang menyatakan bahwa enfinity dilarang menyerang aether apapun, dan sebaliknya, aether juga dilarang menyerang enfinity apapun yang mereka temui. Legenda mengatakan jika peraturan ini diingkari, pihak yang terkait dengan pelanggaran tersebut akan mendapati kehilangan ethernya mencapai nol. akibatnya, mind zero berlaku, membuatnya kehilangan kesadaran untuk beberapa bulan.
Memang benar, beberapa petualang biasa menjadikan tempat ini sebagai salah satu tujuan berpetualangan mereka, namun bukan karena keindahan ataupun kenyamanan yang mereka inginkan, akan tetapi di atas semua itu, hutan kebebasan, Elfteria jugalah tempat yang dikenal memiliki kemampuan tidak biasa.
Hutan ini mempunyai kekuatan tidak masuk akal yang memulihkan life dan ether seperti regenerasi berskala kecil. Itu tidak hanya life dan ether, tapi juga status buruk seperti racun dan kelumpuhan sekalipun. Dengan begitu, hampir setiap orang percaya bahwa Elfteria memiliki kemampuan yang begitu luar biasa. namun semua itu benar-benar kebohongan belaka.
-- pohon dunia, Aragorn.
Alasan di balik kemampuan pemulihan hutan ini yang sebenarnya tidak lain karena sebuah pohon dunia, Aragorn yang terdapat di dalamnya. Ini mengendalikan gagasan yang pernah ada, mengubah realitas yang mereka percayai dan membuangnya sebagai sebuah bentuk kekeliruan.
『 seperti yang kubilang sebelumnya, ini hal yang mudah sebenarnya. Kau hanya harus mengikuti kata-kataku. 』
“pohon dunia, Aragorn, kah.... haaah!”
Sekali lagi, Ikki membentuk pose kemenangan dengan dua tangannya ke atas; menampilkan keceriaan secerah matahari tanpa ditutupi oleh awan apa pun.
『 nah, aku tahu kau ini bukan tipe yang bisa menyembunyikan perasaan senangmu dengan mudah, tapi setidaknya berhentilah melakukan sesuatu seperti itu lebih dari satu kali. Itu mulai menyebalkan melihatnya. 』
“.... mulutmu itulah yang paling menyebalkan. Meskipun kau ini salah satu dari argonaut legendaris, kata-katamu tidak terasa sama dengan reputasimu.”
『 haah... 』Aria menghela napas. 『 dan seperti yang kau tahu, aku tidak punya wujud fisik yang bisa kuperlihatkan, jadi jika menurutmu mulutku menyebalkan sama saja dengan mulutmu sendiri yang menyebalkan. 』
“aku tahu itu! sudahlah... daripada itu, aku tidak cuma dapat pohon dunianya, kau tahu? Hehem~”
Ikki membuat garis lengkung yang penuh kesombongan di wajahnya. Sesaat ketika ia hampir membuka layar statusnya untuk pamer, 『 ah, maksudmu level, tentu saja itu naik sangat pesat. 』dia terjatuh.
“aahh! Kau seharusnya tidak menembak dulu sebelum melihat!” Ikki bangun sambil menaikkan suaranya untuk membentak.
Huh, padahal aku mau pamer.
setelah akhirnya meresa lelah dengan percakapan tidak penting, Ikki membuka statusnya dengan “status”, kemudian melihat salah satu kolom dengan mata membesar.
“.... sta-statusku.... da-dari level 15... naik 40 level?!”
Baiklah. Matahari yang bersinar di langit orange redup itu menunjukkan bahwa sekarang sudah melewati jam 5 sore. Meski berada di situasi seperti ini, melihat aliran sungai yang berwarna keemasan karena memantulkan sinar matahari sore, Ikki dan Aria menemukan dirinya tidak bisa berbicara di depan keindahan dunia fantasi.
Aku harus segera mencari tempat mendirikan tenda atau aku tidak akan sempat membuat tendanya sebelum gelap.
Di bawah cahaya emas yang sedikit redup, Ikki mengamati tempat-tempat di sekitarnya dengan seksama. Pandangannya jatuh pada sebuah lokasi yang bagus. Ia melangkahkan dengan kakinya dengan pemikiran tempat itu lumayan juga.
~**~
Setelah akhirnya selesai mendirikan tenda dengan kelelahan, Ikki mengusap dengan lengannya semua keringan yang menuruni pipinya.
“sekarang tinggal membuat api dan memasak sesuatu, semuanya selesai.”
Setelah mengatakan itu, Ikki mendapati dua suara manusia—bukan, mungkin juga bukan manusia, bisa saja seorang elf atau ras lain yang memasuki pendengarannya.
“Berhenti, elemental sialan! Kembalikan daging Overall Rabbit yang kau makan atau aku akan mengubahmu jadi bracelet of elementals!”
“siapapun tolong selamatkan aku dari orang gila yang ingin mengubahku jadi aksesoris pergelangan tangan!
『 Itu terdengar realistis. Apa orang itu sungguhan akan mengubahnya jadi aksesoris pergelangan tangan? Yah, ngomong-ngomong nama bracelet of elementals itu bagus juga. Aku penasaran apakah itu disebut begitu karena terbuat dari elemental? 』
Tanpa sadar Ikki mengangguk dengan “hm~ hm~” sambil menyilangkan tangannya untuk menyetujui Aria.
“eh, tentu saja itu dilarang, bodoh!”
Ikki mengubah pikirannya dengan cepat mengingat pria yang mengejar itu mengatakan sesuatu yang tidak berperasaan. Elementals seukuran kepalan tangan orang dewasa terbang sementara seorang pemuda sekitar setahun/dua tahun lebih tua dari Ikki mengejarnya sambil mengacungkan sebuah tombak.
“dasar kau... elemental pencuri daging!”
Pandangan Ikki berubah menjadi gelap. Matahari yang hampir terbenam, sungai yang memantulkan cahaya keemasan, hilang dari penglihatannya.
~**~
Pada suatu waktu, langit gelap yang luas itu akan membuatmu berpikir tentang jutaan bintang putih yang terbengkalai di dalamnya. Sungai yang mengalirkan cahaya bintang di belakangku sebenarnya hanyalah sebagian kecil dari hamparan hutan hijau yang beberapa kali dilewati deruan angin. Dan seseorang yang dengan santainya tertidur di dadaku ini akan membuatmu berpikir tentang pemikiran seperti apakah yang tersembunyi di otak kecilnya.
Setelah kegelapan yang lembut dan dingin itu berhenti menyelimutiku, tiba-tiba aku merasakan sensasi sebuah tanah, sensasi sebuah angin, dan sensasi hangatnya sebuah api. Aku bertanya-tanya ada dimanakah aku sekarang, tetapi hutan lebat di sekitarku maupun langit gelap yang luas itu tidak memberiku sebuah jawaban yang jelas. Hanya seseorang berambut hitam itulah satu-satunya yang dapat kuanggap sebagai petunjuk. Ia menggerakkan mulutnya naik turun, memulai untuk mengucapkan sesuatu.
“.... akhirnya kau bangun juga, rambut biru. Di waktu seperti ini rasa lapar adalah musuh terbesar makhluk hidup. Supnya matang sebentar lagi, kumpulkan nyawamu lalu mari isi perut kita dengan sesuatu yang enak.”
Sebentar, seseorang berambut biru yang dimaksud sedang dalam progres untuk mengisi otaknya dengan oksigen, jadi untuk suatu alasan dia tidak langsung menanyakan kenapa orang itu ada di depan tenda yang sudah susah payah dia bangun, sedang memasak sup dengan api unggun yang sebelumnya belum sempat dia buat, kemudian menyuruhnya mengumpulkan nyawa hanya untuk mari isi perut kita dengan sesuatu yang enak.
Tunggu sebentar, apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini? Ikki menanyakan hal itu dalam pikirannya. Ia bangun dengan memegangi elemental kecil yang hampir saja terjatuh dengan kedua tangannya. Kepalanya bergerak ke kanan dan kiri dengan bingung, kemudian berhenti pada bola mata hitam milik laki-laki berambut hitam itu.
“.... katakan, apa kita pernah bertemu sebelumnya? Maaf tapi aku tidak ingat apapun soal laki-laki bertelinga kucing yang sedang memasak di depan tendaku... ah.”
Benar juga, waktu itu ada sesuatu yang tiba-tiba menghantam wajahku. Aku tidak tahu apa itu, tapi apapun itu pasti cukup kuat untuk sekedar membuatku pingsan seketika.
“.... namaku Zen, Zen Cruzer.” Dengan mata mengantuk yang terdapat kantung mata hitam di bawah mata mengantuknya, Zen memperkenalkan dirinya dengan sebuah senyuman yang memperlihatkan taring di mulutnya. “seperti yang kau lihat, aku seorang werebeast tipe serigala.”
Ikki memperhatikan dengan tidak sopan pada ekor hitam yang tersembunyi di belakang Zen. Matanya tidak bisa berhenti melihat ekor serigala yang sedikit bergerak karena telah dia perhatikan agak lama.
“... yah, panggil saja aku Ikki.”
Bersamaan dengan Ikki memperkenalkan dirinya, elemental kecil yang tertidur di telapak tangan Ikki perlahan terbangun. Ia meregangkan tubuhnya dan menguap untuk mengisi supply oksigen ke dalam otak. Dengan mulut yang masih terbuka lebar, dia mengeluarkan sapaan sebagaimana orang-orang yang nyawanya belum sepenuhnya kembali setelah menjelajahi dunia lain.
“... met~ mwalawm~”
“harusnya itu ‘selamat malam’ dasar elemental tukang tidur.”
Menaggapi suara dari Zen, sang elemental merenggut seluruh kesadarannya yang masih ada di dunia lain dengan paksa. Dia megeluarkan seruan “HEEEE~!! Kau kan...!” sebelum terbang dengan cahaya emas ke belakang kepala Ikki seperti sebelumnya.
“orang itu yang ingin mengubahku menjadi gelang! Selamatkan aku laki-laki berambut biru!”
Setelah menghela napas sekali, Ikki mengambil elemental bercahaya emas itu dari kepalanya. Sang elemental meronta dengan “heeeh~!” mengubah ekspresi seseorang yang memberi perintah menjadi ekspresi seseorang yang ketakutan karena ia pikir ia akan menjadi material pembuatan gelang sebentar lagi. Ia menutup matanya dengan takut setelah melihat sisi wajah Ikki yang tersenyum, seperti tidak ada niat apapun untuk menolongnya.
Jangan bilang kalau dia bekerjasama dengan manusia kucing itu. ini tidak lucu sama sekali. aku benar-benar akan mati dan berubah menjadi bracelet of elementals! Maafkan aku, semuanya, aku benar-benar jadi anak perempuan yang merepotkan kalian.
Setelah meminta maaf pada seseorang yang tidak ada dimanapun, elemental wanita itu menunggu sesuatu yang tidak berperasaan akan segera terjadi padanya. Namun tidak peduli seberapa lamapun ia menunggu, tetap tidak ada yang terjadi. ia dengan hati-hati membuka kelopak mata kecilnya perlahan-lahan.---
Ikki mengamati elemental ditangannya seperti saat itu adalah saat pertamanya melihat sesuatu seperti elemental dalam hidupnya. Yah, benar juga, ini memang pertama kalinya dia melihat sesuatu seperti ini, makhluk seperti ini. tidak salah jika itu menarik perhatian Ikki sampai-sampai dia lupa melepas pegangannya.
Elemental yang masih dalam genggaman itu perlahan-lahan membuka kelopak mata kecilnya. Wajah yang imut dan bulu mata yang panjang. Rambut berwarna emas sekaligus mengeluarkan cahaya emas yang sama dengan rambutnya. Jika kau melihat dari wajah elemental itu usianya mungkin sama dengan Ikki. Pada makhluk kecil seperti itu, Ikki menyapanya dengan senyuman.
“.... kau elemental, kan, ya? panggil saja aku Ikki. Siapa namamu?”
“... .... ek-ekhm! Namaku. Namaku ya. namaku Fylia! Kau boleh memanggilku Fylia!”
Elemental yang baru saja memperkenalkan namanya sebagai Fylia itu menjawab dengan cukup baik seakan senyuman Ikki telah menyapu bersih semua ketakutannya.
“baiklah, Fylia ya? mari kita makan sambil membicarakan banyak hal!”
Ikki tersenyum dengan gembira kemudian meminta semangkuk sup panas dari Zen.
“ini supmu.” Zen memberikannya dengan mata mengantuk yang sejak saat itu Ikki tetapkan untuk menganggap hal itu sebagai sebuah ciri khas tertentu.
“Nah, manusia kucing di sana, ambilkan aku satu yang sama dengan Ikki.”
Seperti barusaja mendengar sesuatu yang menyakitkan pendengarannya, telinga serigala Zen bergerak-gerak. Dia menoleh dengan “hah?” kemudian melihat Fylia sebagai sumber suara tersebut dengan mata seolah melihat sesuatu yang busuk.
“.... kau... bilang apa tadi? Kucing?”
Fylia terbang ke belakang kepala Ikki dengan seruan “heeh~” yang telah Ikki tetapkan untuk menganggap hal itu sebagai ciri khas tertentu.
Memang benar Fylia sudah bersalah karena mencuri daging Overall Rabbit sebelumnya, tapi di atas itu Zen sepertinya sentitif dengan kata kucing. Dalam hatinya Ikki bersyukur karena serigala itu tidak memaki-makinya saat itu. Tapi rasa syukurnya segera berubah setelah ia mengamati apa yang ada dalam sup ia berikan.
-- daging Full-Fed Rabbit.
Di sekitar sini, tidak ada tempat lain selain labirin Aragorn tempat untuk menangkap aether. Bahkan Full-Fed Rabbit jugalah apa yang Ikki ambil di labirin itu.
“.... nah, Zen...” panggil Ikki.
“hm?” Zen mengalihkan matanya pada Ikki.
“.... jangan bilang kalau... kau mengambil daging Full-Fed Rabbit yang sepertinya lezat dan membuat air liur menetes ini dari tendaku, huh?”
“yah, benar.”
Jawaban langsung?
Senyuman kecut muncul di wajah Ikki, ia ragu-ragu bertanya:
“.... anu... bukankah itu yang namanya mencuri?” “