Fantasy and Ether Record

Fantasy and Ether Record
Episode 11



“ “hah?” ”semua orang yang sebelumnya mengeluarkan senyuman sombong terkejut di waktu yang sama. Mengesampingkan Ikki yang naik drastis setelah membunuh aether rank SSS, seseorang sekitar usia Zen dan Fylia biasanya tidak mendapati level seperti itu.


“tunggu sebentar, berapa umur kalian?” tanya Ikki. “aku 14 tahun.”


“uuu~ seharusnya Ikki tidak menanyakan rahasia wanita semudah itu uuu~” Fylia menggembungkan pipinya.


“maaf maaf, tidak apa jika tidak mau.”


“uuu~ 14... khusus kali ini aku memberi tahu kalian, umurku 14 tahun.”


“begitu, kau tidak perlu merasa malu karena tak ada juga yang merasa terhormat setelah mendengarnya. Yah, tak ada salahnya bertukar informasi seperti ini. Aku 16 tahun, dua tahun lebih tua dari kalian.”


Berikutnya, topik berganti ke penggunaan senjata, gaya bertarung, dan skill yang mereka gunakan. Dari pembicaraan tersebut, Zen Cruzer adalah pengguna tombak, Fylia pengguna sihir, dan Ikki pengguna pedang. Mereka juga menemukan satu fakta yang mengejutkan.


“ini kebetulan yang luar biasa untuk bertemu pengguna scared ability lain. 【 Divine aura 】sepertinya scared ability yang bagus.”


“hnh~” Zen mendengus dengan bangga. “memang benar itu luar biasa, tapi daripada itu, ini kesempatan yang langka jadi kenapa tidak kita tunjukkan saja secara langsung, Ikki; Plants Creators-mu dan Divine aura-ku.”


“kau benar.” Ikki mengangguk, kemudian memejamkan matanya.


Benar juga, ini pertama kalinya aku memakai Plants Creator seperti skill sungguhan.


Cahaya hijau berputar-putar di telapak tangan Ikki. Tiga, empat detik kemudian, sesuatu terbentuk, keajaiban terjadi di telapak tangannya.


“ini....” Fylia melihat sekelilingnya dengan kaget. Apa yang mengelilingi Fylia adalah cahaya hijau kecil setengah kali ukuran dirinya dalam wujud elemental.


“bukankah ini.... efek yang sama seperti di Elfteria?” tanya Zen.


“be-benar, meskipun sedikit aku merasakan regenerasi dan pemulihan ether.”


Pohon kecil yang tumbuh di telapak tangan Ikki juga dikelilingi dengan cahaya hijau kecil. Dalam waktu itu, tiga orang yang berada dalam ruangan merasakan efek pemulihan yang sama.


Ikki menjelaskan alasan dibalik hal itu, dari menantang Aragorn labirinth sampai kemudian mendapatkan pohon ini, hanya saja dalam cerita itu fakta tentang aether rank SSS ditutupi.


Setelah Ikki akhirnya berhasil menyelesaikan penjelasannya, Zen meminta pohon Aragorn kecil di telapak tangan Ikki tanpa alasan yang jelas. Dia hanya berkata “sudahlah, berikan saja itu padaku” sebagai jawaban dari pertanyaan “untuk apa?” dari Ikki.


Seperti itu, Zen juga menunjukkan bagaimana Divine aura-nya aktif. Dan hal itu mengakhiri pertukaran informasi malam ini.


Bagaimanapun juga, mereka baru saja selesai makan malam satu jam yang lalu jadi masih terlalu cepat untuk pergi tidur. Ikki dan Fylia memutuskan untuk melihat-lihat kota, sedangkan Zen hanya berniat untuk “jangan khawatirkan aku, aku akan bermalas-malasan sampai kalian kembali.”


- Chapter 9 -


“dan begitulah, sekarang kita sudah ada di sini. Mari lihat apa yang bisa kita lakukan.”


Ikki mengalihkan pandangannya ke kanan kiri hanya untuk melihat ibu kota yang aktif di malam hari dan pasangan yang ada di setiap tempat. Toko, stan, lampion-lampion yang menggantung di sekitar gedung, dan orang-orang yang berlalu lalang menunjukkan betapa hidupnya kota ini, bahkan di malam hari.


Tidak, atau barangkali karena ini malam hari kotanya jadi seramai ini? pikir Ikki dalam hati.


“Ikki Ikki!” panggil Fylia. Dia menarik-narik baju Ikki ke satu sisi. “sepertinya ada pertunjukan yang bagus di sebelah sana, apa lagi yang kita tunggu!”


Ikki mendekati kerumunan yang ditunjuk Fylia. Di tengah kerumunan itu adalah pertunjukan sulap yang sama sekali bebeda dengan sihir. Mereka mengamati dengan seksama dan ketika tipuan sulap itu berhasil, mereka akan berseru dengan “uwaa” Sambil matanya berkaca-kaca. pertunjukkan berakhir 30 menit setelah itu. Sang pesulap berterimakasih kemudian berkeliling untuk meminta uang dari penonton.


Pada saat itu, Ikki ataupun Fylia menyadari satu hal yang sama.


Kita tidak punya mata uang dunia ini.


Merasa bahwa mereka tidak punya apapun yang bisa diberikan, Ikki dan Fylia pergi setelah berkata “terimakasih pertunjukannya” atau “Itu pertunjukan yang hebat” pada si pesulap.


Jadi, sekarang Fylia tidak bisa membeli makanan ringan dan minuman. Pikir Fylia


Mungkin mereka bisa meminta pada ratu dryad untuk sejumlah uang, akan tetapi Ikki maupun Fylia segera menarik kembali niat itu.


“bagaimana kalau kembali ke kastil?” tanya Ikki.


“hm hm hm!” Fylia mengangguk dua, tiga kali. “Fylia pikir juga begitu.”


“kalau begitu--”


“hei kalian yang berdiri di sana pika!”


Tepat ketika mereka akan pergi, sebuah suara memanggil mereka. Suara itu seperti apa yang akan laki-laki 20-30 tahun ucapkan jika kau hanya melihatnya dari bagaimana seorang x itu mengatakannya, tapi kata ‘pika’ itu terdengar seperti anak-anak.


Ikki dan Fylia memalingkan mukanya ke sana kemari untuk mencari sumber dari suara itu. tapi mata mereka tidak melihat apapun selain keramaian di sekitar jalan.


“aku di sini pika!” sekali lagi suara seperti itu terdengar. Pandangan mereka jatuh pada sosok maskot kuning yang menyerupai aether listrik di Verdernia. Seketika, wajah Ikki dan Fylia memucat. Siapa yang menyangka seorang maskot akan berbicara dengan mereka.


“hmmm...”


Maskot kuning itu menatap dari berbagai sudut sambil membuat gesture untuk berpikir. Setelah tiga, empat detik, dia memulai tahap selanjutnya dengan menarik-narik kedua sisi pipi Ikki. Ikki mengerang dengan “a-aa” karena rasa sakit yang dihasilkan.


“bagitu ya? aku mengerti, aku mengerti. Jadi kalian enfinity yang dipaksa melawan naga itu pika.”


Tanda seru muncul di kepala Ikki dan Fylia. Laki-laki berkostum maskot itu menebak dengan benar identitas asli Fylia dan Ikki. Tidak seperti beberapa jam yang lalu, di kota seramai ini orang-orang tidak terlalu mempedulikan keberadaan mereka. Kalaupun orang-orang melihat Ikki mereka cuma akan mengiranya sebagai undine karena warna rambutnya yang biru, dan Fylia sebagai aksesories berkilau karena cahaya emasnya. Jadi tak satupun dari Ikki ataupun Fylia mendapati tatapan busuk seperti beberapa jam yang lalu.


Tapi orang itu menebak identitas asli Ikki dan Fylia di tempat umum. Mereka tidak punya pilihan selain melihat sekeliling untuk mengamati apakah orang lain mendengar apa yang baru saja maskot itu katakan atau tidak. Untungnya, tak satupun orang menunjukkan tanda-tanda seperti itu.


“pika pika, kalau begitu aku pergi dulu pika.” Kata maskot itu tiba-tiba.


“ “heh?” ” tidak dapat memahami tindakan dan kata-kata maskot kuning, tanda di kepala Ikki dan Fylia bertambah lagi satu.


“tunggu!” panggil Ikki sebelum dia pergi.


maskot kuning mirip aether listrik di Verdernia itu berhenti, tapi dia tidak memalingkan mukanya kembali. Dengan punggung yang sengaja diperlihatkan, dia membentuk kata-kata sederhana:


“nikmati hidupmu, pika.”


Dan menghilang dalam kerumunan.


- Chapter 10 -


“huh kupikir kalian akan kembali lebih lama lagi.”


“apa yang membuatmu berpikir begitu?” tanya Zen dengan agak kagum.


“entahlah.... itu Cuma intuisi Fylia.”


Zen yang kali ini bangkit dari kasurnya membuat senyuman ‘aku menemukan sesuatu yang bagus’ di wajahnya.


“hei, aku menemukan sesuatu yang bagus.”


“sesuatu?” tanya Fylia.


“kuharap itu sesuatu yang berguna.” Tambah Ikki.


Tepat setelah Ikki dan Fylia duduk di kasur mereka, Zen memulai ceritanya dengan “dengarkan aku” dan juga “ini serius.”


Ikki menelan ludahnya sekali, Fylia melakukan hal yang sama. Apa yang terlihat di wajah Zen adalah ekspresi serius sedingin es, mata serigala mengantuk yang terkesan gelap, dan bibir yang tidak tersenyum. Semua orang paham hanya dengan melihat itu, ada sesuatu yang mendalam dalam situasi saat ini. Zen menggerakkan bibirnya perlahan, kata-kata terbentuk dalam gerakan itu.


“langsung saja ke intinya, aku menguping konferensi pemimpin seraphim saat kalian pergi.”


Mendengar itu, semua orang terkejut dengan caranya masing-masing, tapi tidak ada yang menyela. Apa yang mereka tunggu adalah kata-kata berikutnya.


“tepat setelah pertemuan di aula kerajaan selesai, mereka mengadakan pertemuan lain di bawah tanah. Tidak hanya itu, mereka juga menggunakan sebuah alat untuk menghungkan suara di tempat ini dengan ruangan di pertemuan mereka. sebuah alat pendengar satu arah, yang berarti hanya mereka yang dapat mendengar kita.”


“tunggu.” Ikki menyela. “bukankah itu artinya mereka sedang mendengarkan kita sekarang? Beberapa orang mungkin masih berada di ruangan itu sampai sekarang bahkan saat konferensinya sudah selesai. Tunggu, apa konferensinya sudah selesai, mereka semua tidak sedang mendengar kita, kan?”


“kau benar, mungkin memang begitu.” Jawab Zen dengan tetap tenang.


“ja-jadi...!” Fylia meninggikan suaranya.


“tapi tidak sekarang, mereka tidak bisa mendengar kita. Aku menutup saluran suara itu dengan kain.”


Ikki dan Fylia yang mendengar pikiran negatifnya ditolak mentah-mentah menarik napas lega satu, dua kali. Zen melanjutkan.


“ruangan itu pasti dijaga dengan ketat, mustahil untuk masuk lewat pintu depan dan bersembunyi tanpa diketahui.”


Ruang bawah tanah yang para pemimpin seraphim itu gunakan untuk mengadakan konferensi terhubung dengan alat pendengar yang mampu mendengarkan semua suara dari ruangan ini, dan karena keamanannya yang terlalu ketat, itu wajar untuk seseorang tidak bisa sekedar masuk dan bersembunyi secara diam-diam.


Seraphim—sebuah keberadaan misterius yang telah terlupakan dari dunia para enfinity tinggal.


Enfinity—sebuah keberadaan menakutkan yang telah menghianati kepercayaan seraphim di masa lalu.


Enfinity dan seraphim--- mereka adalah dua eksistensi yang saling mencurigai satu sama lain. Bahkan meskipun mereka bekerja sama untuk tujuan yang sama, dua keberadaan yang berbeda itu tetaplah bermusuhan satu sama lain. Karena itulah informasi mengenai pihak lain akan sangat berguna untuk satu sisi.


Karena kekuatan enfinity yang terlalu besar bagi para seraphim untuk dapat tandingi, mereka (enfinity) memanfaatkan kekuatan itu untuk menghianati kepercayaan mereka (para seraphim), menghancurkan harapan sebelumnya dan mengingkari perjanjian yang telah ada, sekaligus memutuskan hubungan yang telah dibuat.


---- “tidak ada pilihan lain....”


Dengan kata-kata enfinity itu, pemanfaatan satu sisi terjadi. kebencian mendalam lahir dalam diri seraphim. Bahkan sampai saat ini, para seraphim yang telah mendapati kebencian itu memutuskan untuk hidup tanpa enfinity. Karena persaingan dan perselisihan mereka para seraphim di dunia ini, dan enfinity dari dunia lain, mencoba saling mengumpulkan informasi mengenai pihak lain.


Dalam sebuah persaingan dunia bisnis, pihak yang berada di atas adalah pihak yang mendapatkan informasi semaksimal mungkin dengan kehilangan seminimum mungkin. Dengan mengikuti konsep itu, apa yang harus Zen lakukan sudah jelas. Dia mencegah bocorya informasi lebih tentang dirinya sendiri dan enfinity lain.


Setelah berhasil melakukan itu, dia melakukan strategi menyerang balik dengan menyadap pembicaraan dalam konferensi para seraphim.


Tapi dengan cara seperti apa? Bagaimana dia...?


“tapi mereka benar-benar bodoh. Aku baru menyadarinya saat kalian berdua meninggalkan kamar. Ruang bawah tanah yang orang-orang bodoh itu gunakan ada tepat di bawah kamar ini.”


“ “a-pa?” ”


“setelah mengetahui itu, aku menggunakan pendengaran serigalaku untuk mencari alat penyadap di dalam ruangan, menutupnya dengan kain kemudian menguping balik.”


“be-begitu... jadi apa yang Zen dapatkan dari menguping?” tanya Fylia. Ikki mengangguk beberapa kali.


“kupikir mereka membicarakan banyak hal soal kemungkinan naga itu bisa dikalahkan. Yah bagaimanapun kau melihatnya kita bertiga sekalipun masih kalah jauh jika naga itu ada di rank S ke atas. Tapi daripada itu ada satu hal yang membuatku tertarik.”


“hm?” Fylia memiringkan kepalanya.


“apa itu?” Ikki bertanya dengan mata yang agak disipitkan.


Zen membuka mulutnya, membentuk kata-kata.


“mereka mengatakan sesuatu soal ‘menjadi pelayan mereka (enfinity)’... ratu dryad juga pernah mengatakan sesuatu yang mirip seperti itu; “jadilah milikku” Tidak ada alasan bagi kami untuk menjadi milik enfinity yang tidak kami kenal sebelumnya.”


“ada apa dengan itu?” tanya Ikki.


Zen membalas.


“pertama, kalimat “jadilah milikku” bukanlah apa yang akan kau katakan pada seseorang, itu lebih mengacu pada sebuah benda. Dan “tidak ada alasan bagi kami untuk menjadi milik enfinity yang tidak kami kenal sebelumnya” juga aneh; itu seperti menjadikan seraphim menjadi milik enfinity adalah hal yang sudah wajar di masa lalu. Benar, perselisihan antara seraphim dan enfinity pasti menjadi penyebab hilangnya pengetahuan ini.”


Fylia membuka mulutnya dengan agak ragu.


“tapi meskipun kita tidak berkaitan secara langsung dengan masalah di dunia ini, secara tidak langsung, enfinity seperti kita tidak punya pilihan selain menyelesaikan masalah mereka untuk bisa kembali ke dunia kita dan keluar dari hutan elfteria. Jika itu Fylia, Fylia akan melupakan masa lalu untuk setelah itu menyelesaikan masalah ini bersama-sama.”


“kau benar. Jika aku sendiri mungkin juga akan berpikir seperti itu. tapi dalam kasus ini, semua seraphim, penduduk di dunia ini juga terlibat di dalamnya. ada juga harga diri yang harus dijaga, kehormatan yang harus dilindungi, dan peraturan tak tertulis yang perlu ditaati. Menjalin kerjasama secara penuh dengan enfinity berarti membuang semua itu sia-sia.”


“dengan kata lain, mereka tidak mau membantu sepenuhnya, kah....” gumam Ikki.


『 Untuk itu biar aku yang menjelaskan. Katakan apa yang kukatakan pada mereka. 』


“Wha!”


Ikki melemparkan tubuhnya ke belakang karena suara itu.


- Chapter 11 -


“biarkan kami bertemu dengan ratu dryad!”


“ratu sedang istirahat di kamarnya. Maaf tapi kami diberitahu untuk tidak membiarkan siapapun mengganggunya.”


『 dia mungkin sedang memikirkan tentang hasil konferensi atau sedang menyusun rencana untuk konverensi selanjutnya. 』