Fall In Love With Fans

Fall In Love With Fans
Bab 17



Sementara itu dikamar Hyeri. Dia tampak berbaring dikamar nya karna tidak bisa tidur, menatap kelangit-langit kamarnya, sambil memikirkan sesuatu.


Entahlah, mungkin rasa bahagia yang membuatnya tidak bisa tidur hingga waktu menunjukan pukul 12 malam.


Tiiing... (pesan masuk dari Jimin)


"Eeem.. Jimin oppa mengirimi ku pesan tumben banget"


Gumam Hyeri sambil membuka pesan dari Jimin.


"Hyeri, besok malam bisa kita bertemu ditempat kemarin? Ada yang ingin aku bicarakan padamu"


Isi pesan dari Jimin.


"Kenapa Jimin oppa mengajak bertemu ditempat itu? Aaaah, aku jadi tiba-tiba teringat waktu ciuman itu"


Gumam Hyeri bingung.


Waktu terus berlalu.


Ke esokan harinya Hyeri memulai aktifitas nya dikampus.


"Hyeri..."


sapa seseorang dari arah belakang.


Tanpa ragu Hyeri menoleh kebelakang memastikan sumber suara.


Terkejut...


"Ara? Bagaimana mungkin"


Tampak Hyeri tercengang karna keberadaan Ara.


Ara hanya tersenyum sambil mendekati Hyeri.


"Kau sudah makan? Ayo kita cari kedai mie disekitar sini"


Ucap Ara sambil menggenggam tangan Hyeri.


"Tapi, ini benar kau kan?"


Tanya Hyeri yang masih bingung.


"Ssst, ayo pergi aku sangat lapar"


Ucap Ara menarik tangan Hyeri untuk pergi.


Setibanya dikedai mie, Hyeri tampak terus memandangi Ara.


"Kenapa aku jadi geli sih, terus dipandangimu"


Ucap Ara kesal.


"Heheheh aku masih tidak percaya saja jika kau ada disini"


Ucap Hyeri senang.


"Iya, aku memang dikorea sekarang,


"Kenapa?? Kau tidak jadi ke London?"


(Menggelengkan kepala)


"Tidak, aku ingin tetap tinggal dikorea"


"Aaaah Ara, jangan pergi lagi ya, Janji"


"Iya, aku janji"


Kedua sahabat saling tersenyum bahagia.


"Hyeri, apa kau tau? Aku dan Jungkook oppa sudah pacaran"


Ucap Ara tersenyum manis.


"Waah benarkah? Aku ikut senang"


"Lalu bagaimana denganmu? Kapan kau akan menemukan cinta sejatimu?"


Tanya Ara yang membuat Hyeri terdiam.


"Hyeri, aku yakin sebenarnya hati mu sudah menentukan pilihan. Kau saja yang masih membohongi perasaanmu"


Ucap Ara sambil menggenggam tangan Hyeri.


"Aku berencana untuk bicara jujur tentang perasaanku"


"Benarkah?? Siapa yang kau pilih??"


"Nanti saja jika aku sudah mengatakannya"


"Jadi kau ingin menyatakan perasaan pada laki-laki duluan?"


Tanya Ara.


"Bukan begitu, tapi aku sudah tidak mau terjebak cinta segitiga lagi"


Ucap Hyeri lesu.


"Ya sudah, lakukan yang terbaik Hyeri. Oh iya, sebentar lagi hari natal, ayo kita kencan ganda"


"Apa maksudmu kencan ganda? Aku saja belum pacaran"


Ucap Hyeri lesu.


"Hyeri, sudah jangan mengulur lagi. Kau harus mengakhiri cinta segitiga ini segera"


Ucap Ara memberi semangat..


(Hyeri mengangguk)


Setelah itu kedua nya tampak menikmati mie yang telah dipesan, mereka berbincang-bincang hingga waktu sore.


Dan tiba malam hari, dimana Jimin mengajak Hyeri bertemu.


(Berkaca)


"Huuuuft, kenapa rasanya terbeban seklali, apa aku harus mengatakannya sekarang?'


Gumam Hyeri sambil menyisiri rambutnya.


"Aku harus mengakhirinya sekarang, jika tidak hubungan mereka berdua akan semakin buruk"


Gumam Hyeri yakin.


Setelah bersiap, Hyeri pergi menaiki Bus menuju tempat untuk bertemu Jimin.


Sesampainya disana....


"Hyeri..."


Panggil Jimin yang ketika itu berdandan sangat rapi.


"Ahhh Oppa, kau rapi sekali hari ini. Seperti mau kepesta saja"


Ucap Hyeri sambil tersenyum.


"Aku akan menutup matamu sekarang"


Ucap Jimin sambil membawa kain hitam penutup mata, yang kemudian dipasangkan pada Hyeri.


"Oppa, ada apa ini?"


Ucap Hyeri bingung.


"Ayo, ikuti aku"


Mereka pun berjalan perlahan menuju atap gedung.


Jimin terus menuntun Hyeri sambil menggenggam tangannya erat.


"Aaah kita sudah sampai"


Ucap Jimin yang mengajak Hyeri berhenti berjalan.


"Iya, aku akan membantumu membuka kan penutupnya"


Ucap Jimin lembut.


"Suprise...."


Ucap Jimin tersenyum manis.


Hyeri tampak terperangah kagum melihat dekorasi ribuan lilin ditempat itu, terdapat pula karangan bunga berbentuk hati, dan ada meja makan yang sudah disiap kan begitu rapi.


"Oppa, apa ini?"


Tanya Hyeri yang masing bingung.


"Ayo Hyeri kita duduk"


Ajak Jimin sambil menggandeng Hyeri untuk duduk.


Mereka pun duduk dikursi, diterangi oleh ribuan lilin ditempat itu. Dengan suasana romantis, namun Hyeri tetap terus memandang Jimin dan terdiam.


"Hyeri, aku tau kau pasti terkejut. Tapi aku rasa ini waktu yang tepat, untuk bicara padamu"


Ucap Jimin yang menatap dalam Hyeri, perlahan menyentuh tangannya.


"Aku, mencintaimu Hyeri"


Ucap Jimin sambil menatap serius kearah Hyeri.


Hyeri tampak diam tanpa bergumam sedikit pun.


Hanya menatap, dengan wajah nya yang sendu.


"Hyeri, apa kau bersedia? Menerima cintaku.."


Tanya Jimin sekali lagi.


"Oppa.... aku...."


(Terdiam)


"Oppa, sebenarnya aku sudah menyukai orang lain"


Ucap Hyeri dengan wajah sendu.


"Orang lain? Siapa?"


Tanya Jimin penasaran.


"Oppa maaf..."


Jawb Hyeri yang kemudian diam sambil menunduk.


"Apa orang yang kau sukai adalah Taehyung?"


Ucap Jimin tegas.


Kemudian tanpa disadari oleh Hyeri ternyata Taehyung juga berada ditempat itu sedari tadi. Dia pun datang menghampiri Hyeri dari belakang.


"Iya benar, aku sudah menyukai Taehyung oppa dari pertama aku bertemu dengannya"


Jawab Hyeri merasa bersalah.


"Terimakasih"


Jawab Taehyung yang berada dibelakang Hyeri, sontak suara Taehyung mengagetkan Hyeri. Yang kemudian menoleh kebelakang.


"Taehyung oppa? Bagaimana kau bisa disini?"


Tanya Hyeri yang kebingungan.


"Aku sengaja mengajaknya kesini, supaya kita berdua sama-sama mendengar jawaban darimu"


Sahut Jimin menatap Hyeri.


"Katakan Hyeri, siapa yang kau pilih daei kami berdua?"


Tanya Jimun kembali.


"Aku.... Mencintai... Taehyung oppa"


Jawab Hyeri sambil menunduk.


Taehyung terus memandang Hyeri dengan dalam.


Dan kemudian menggenggam tanganya perlahan.


"Jadi, kau tidak pernah menyukaiku Hyeri?"


Tanya Jimin meyakinkan.


"Oppa, kau adalah pria yang baik, penyayang, sangat perhatian, itu kenapa aku menyukaimu. Tapi aku sadar kalu cinta dan mengidolakan adalah dua hal yang berbeda"


Ucap Hyeri meyakinkan.


Tampak Jimin yang terlihat lesu seketika.


"Jimin, aku yakin kau bisa menemukan gadis lebih baik nantinya, aku tidak pernah sengaja membuatmu terluka. Satu hal yang harus kau ketahui"


"Arneo, sebenarnya dia bukan pergi keluar negri. Tapi dua pergi ke surga"


Pengakuan Taehyung pun membuat Jimin terkejut.


"Apa maksudmu mengarang cerita begitu..."


Tanya Jimin yang seketika menarik kerah baju Taehyung dengan wajah merahnya.


"Arneo tidak pernah menyukaimu, tapi dia juga tidak ingin melukaimu. Dia sakit parah waktu itu, dan dia memintaku untuk menjadi pacar nya sampai dia berjuang melawan maut. Dia sengaja tidak mau kau tau, karna Arneo tau, kalau kau sangat mencintainya"


Ucap Taehyung menjelaskan.


"Itu adalah rahasia, yang aku tidak bisa ceritakan padamu selama ini.. maafkan aku memberi tahumu terlambat"


Ucap Taehyung sedih.


Ucapan Taehyung kemudian membuat Jimin menitikan air matanya, dia merasa terpukul akan kenyataan itu.


Kakinya terasa lemas kemudian duduk bersimpuh dilantai, air matanya terus mengalir menangis tersedu-sedu.


"Oppa..."


Panggil Hyeri sambil memeluk Jimin yang tampak rapuh itu.


"Maafkan aku.."


Sambung Taehyung yang ikut sedih.


"Taehyung, maafkan aku sudah menuduhmu selama ini, maafkan aku sahabatku..."


Ucap Jimin yang tampak terpukul itu.


"Hyeri..."


Panggil Jimin sambil menyentuh tangan Hyeri.


"Mulai sekarang, aku akan jadi pendukung hubungan kalian. Aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada kalian berdua.."


Ucap Jimin yang kemudian menarik tangan Taehyung. Dan menyatukan ketangan Hyeri.


"Aku menerima kekalahanku teman.."


Ucap Jimin tersenyum dengan air mata dipipinya..


Malam itu, adalah malam terbaik yang pernah terjadi, karna kesalah pahaman Taehyung dan Jimin telah berakhir, sementara itu Hyeru telah memutuskan untuk memilih Taehyung sebagai pilihan hatinya.


Malam yang sangat panjang dan penuh dengan drama yang berakhir indah...


Bersambung...


Next? Gimana? Ada bawangnya:v hoalah dalah author sedih:(


Kasihan Jimin, ututu:)